Selasa, 11 Agustus 2026. Peringatan Wajib St. Klara, Perawan. Nubuat Yehezkiel 2:8–3:4; Matius 18:1-5.10.12-14.
Oleh: RD.Fidelis Dua
SAUDARI-saudara terkasih, dunia sering mengajari kita menjadi besar. Punya jabatan, dikenal banyak orang, memiliki banyak uang, bahkan kalau bisa punya banyak pengikut di media sosial. Lucunya, jumlah followers bisa ribuan, tetapi belum tentu ada satu orang yang sungguh didengarkan.
Hari ini Yesus membalik cara berpikir itu. Ketika para murid bertanya siapa yang terbesar dalam Kerajaan Surga, Yesus justru menghadirkan seorang anak kecil. Pesannya jelas. Di hadapan Allah, kebesaran tidak diukur dari seberapa tinggi kita berada, tetapi seberapa rendah hati kita mau mengasihi.
Jalan menuju sikap itu ditunjukkan Yehezkiel. Tuhan menyuruhnya memakan gulungan kitab sampai terasa manis di mulut. Sabda harus dimakan sebelum diwartakan. Sabda harus masuk ke hati sebelum keluar dari mulut.
Kita dapat rajin membaca Kitab Suci, mendengarkan homili, bahkan mengirim ayat suci di WhatsApp , tetapi pertanyaannya sederhana. Apakah Sabda sudah mengubah cara kita memperlakukan orang lain?
Baca juga: BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Berani Habis Supaya Berbuah
Peningkatan kebiasaan membaca Kitab Suci berdampak pada peningkatan keterlibatan sosial dan altruisme. Sabda yang sungguh dimakan selalu turun dari kepala menuju hati, lalu bergerak menuju tangan.
Karena itu Yesus melanjutkan dengan gambaran yang sangat indah. Seorang gembala meninggalkan sembilan puluh sembilan domba untuk mencari satu yang tersesat.
Bagi dunia, satu mungkin hanya angka kecil. Bagi Allah, satu adalah seseorang. Satu anak yang merasa tidak dicintai. Satu pasangan yang terluka. Satu murid yang dianggap bodoh. Satu pekerja yang diperlakukan tidak adil. Satu orang miskin yang tidak dianggap. Satu sahabat yang diam-diam mengalami depresi dan kehilangan harapan. Satu anggota komunitas yang dijauhi karena pernah melakukan kesalahan.
Kita sering menyukai sembilan puluh sembilan yang baik-baik saja dan merasa terganggu oleh satu yang merepotkan. Bahkan dalam keluarga dan Gereja, kita dapat cepat memberi cap, menghakimi, bergosip, lalu menjauh.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Saat Kristus Memimpin, Badai Kehilangan Kuasanya
Yesus justru pergi mencari. Allah tidak menghitung manusia sebagai data statistik. Allah memandang setiap orang sebagai anak yang tidak boleh hilang.
Inilah jalan yang dipilih St. Klara. Ia meninggalkan kenyamanan dan status untuk mengikuti Kristus dalam kemiskinan, kesederhanaan, doa, dan persaudaraan. Ia menjadi kecil agar Kristus menjadi besar.
Spiritualitas Fransiskan seperti yang dihidupi para religius juga menunjukkan hubungan antara hidup dari iman, sikap hormat kepada sesama, perhatian kepada mereka yang kurang beruntung, belas kasih, dan tindakan altruistis.
Maka kekudusan bukanlah usaha menjadi lebih hebat daripada orang lain. Kekudusan adalah menjadi cukup kecil untuk melihat orang kecil yang sering tidak terlihat.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Jeritan Iman yang Mencari Allah
Saudari-saudara, Sabda hari ini mengajak kita melakukan tiga hal sederhana. Pertama , makanlah Sabda. Ambillah beberapa menit setiap hari untuk membaca Injil dan biarkan satu kalimat tinggal dalam hati.
Kedua, jadilah kecil. Kurangi keinginan untuk selalu benar, menang, dipuji, dan diperhatikan. Belajarlah meminta maaf, mendengarkan, dan memberi tempat kepada orang lain.
Ketiga , carilah satu yang hilang. Minggu ini, hubungi seseorang yang lama kita abaikan, dengarkan anggota keluarga yang sedang terluka, dekati orang yang tersisih, bantu mereka yang kesulitan ekonomi, atau kirim pesan yang membawa harapan daripada ikut menyebarkan kemarahan di media sosial.
Jangan berkata, “Hanya satu orang.” Ingatlah, Kristus meninggalkan sembilan puluh sembilan demi mencari satu. St. Klara mengingatkan kita bahwa hidup menjadi bercahaya bukan ketika kita sibuk menjadi besar, tetapi ketika Kristus semakin besar di dalam kita.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Jangan Kehilangan yang Kekal Demi yang Sementara
Maka makanlah Sabda sampai mengubah hati, jadilah kecil agar mampu melihat yang kecil, dan carilah mereka yang hilang agar tidak seorang pun merasa dilupakan oleh kasih Allah.
Petikan BUSA-H #11/08/2026
”Bagi dunia, satu mungkin hanya angka kecil tetapi bagi Allah, satu adalah seseorang yang dicintai, dicari, dan tidak boleh hilang.”
”Jangan terlalu sibuk dengan sembilan puluh sembilan sampai kita tidak lagi melihat yang satu yang sedang terluka, tersisih, dan menunggu ditemukan.”
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Tabor Bukan Tujuan Akhir
”Kekudusan bukanlah menjadi lebih hebat daripada orang lain, melainkan menjadi cukup kecil untuk melihat orang kecil yang sering tidak terlihat.”
”Mungkin kita tidak mampu menolong semua orang, tetapi hari ini kita bisa mencari “yang satu” yang membutuhkan telinga untuk mendengar, tangan untuk menolong, dan hati untuk mengasihi.”
Tuhan memberkati kita. #rd.fd@






