Gubernur NTT; Saya Baru Belanja Produk UMKM di Maumere, Variasi, Bagus dan Enak
MAUMERE.dewadet.com-Ribuan jenis produk UMKM dan IKM yang dijual di NTT Mart Maumere diresmikan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, Minggu malam 14 Desember 2025 merupakan yang paling banyak variasinya, bagus dan enak dari lima gerai NTT Mart lainya.
“Sepanjang saya masuk di NTT Mart, saya baru belanja yang ada di Sikka ini. Barang-barangnya variasi dan bagus-bagus, rasanya juga enek-enak. Gedungnya juga yang paling bagus,” puji Melki Laka Lena didampingi Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi, penyanyi dan politisi asal Papua, Edo Kondologit, dan Kepala Dinas Perindag NTT, Dr. Zet Sony Libing.
NTT Mart di Maumere merupakan gerai keenam setelah Kota Kupag, Kabupaten Kupang, Ende, Soe, dan Atambua. Pemprov NTT merencanakan 22 kabupaten/kota punya NTT Mart. Bahkan bisa lebih dari satu NTT Mart di setiap kota kabupaten, selain direncanakan hadir di SMA/SMK.
“Nanti kita bikin seperti Indomaret dan Alfamart, sehingga orang gampang membelinya,” janji Melki Laka Lena.
Baca juga:Gerai NTT Mart di Maumere Jual Aneka Kuliner dan Non Kuliner
Melki menambahkan Gedung NTT Mart di Sikka merupakan yang paling bagus dari enam NTT Mart yang diresmikannya, dikelola Dekranasda Kabupaten Sikka dan Disperindag Sikka. Karena itu, kata Melki Laka Lena, disebut NTT Mart by Dekranasda.
Hadirnya NTT Mart, kata Melki Laka Lena, adalah bagian dari keberpihakan pemerintah provinis dan kabupaten untuk mengurus UMKM dan IKM dengan lebih baik. .
Melki membeberkan empat masalah yang selama ini dihadapi oleh UMKM dan IKM yakni pasar, modal, ketrampilan teknis dan manajemen keuangan. Pemerintah provinsi dan kabupaten bersama DPRD akan mengatasinya.
“Pasarnya mesti jelas. Langkah awal pembelinya adalah ASN. Kita akan buat skemanya. Setiap bulan, setiap ASN harus belanja produk di NTT Mart,” kata Melki.
Soal modal usaha UMKM, lanjut Melki Laka Lena, akan diatasi melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) di bank pemerintah dan Kopdit Obor Mas. Pemerintah dan DPRD akan membahasnya supaya pengusaha UMKM dan IKM yang telah memenuhi syarat diberikan modal KUR.
“Ketrampilan teknis akan kita siapkan para pendamping. Kita akan libatkan lembaga perbankan agar memenuhi semua kriteria diberikan KUR. Kemudian manajemen keuangan dibenahi agar mereka bisa mengelola keuanganya dengan biak,” ujar Melki Laka Lena.
“Jangan nanti jual, dapat untung banyak langsung habis .Jangan,” imbau mantan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI ini.
Kepala Dinas Perindag Provinsi NTT, Zet Sony Libing, mengatakan dalam kerjasama NTT Mart, Pemda Sikka menyediakan fasilitas Gedung. Sedangkan semua produk UMKM dan IKM dibeli dari APBD NTT untuk kemudian dikelola Dekranasda dengan mekanisme bisnis.
Baca juga:Tour De EnTeTe Dibuka Gubernur NTT: Semoga Kalian Jatuh Cinta di Tanah Ini
Gampang Wisatawan Cari Ole-Ole
Wakl Bupati Sikka, Simon Subandi, mengatakan hadirnya NTT Mart akan memudahkan wisatawan yang datang ke Sikka membeli ole-ole. Tidak perlu lagi bertanya kemana, dia akan mencari ole-ole yang akan dibawah pulang.
“Kita punya produk beragam dan bagus-bagus. Kemasan dan mutunya tidak kalah dengan buat pabrik. Terima kasih untuk Pemprov NTT yang sudah membantu lewat APBD I untuk kontribusinya membeli produk UMKM dan IKM,” kata Simon.
“Kami berharapa ke depan APBD II juga bisa diintervensi untuk melengkapi lagi kebutuhan di NTTMarat. Pelatihan ketrampilan kepada UMKM dan IKM akan disiapkan,” kata Simon.
Simon merespon permintaan Gubernur NTT mewajibkan kepada semua ASN di provinsi dan kabupaten belanaja di NTT Mart. Sebelumnya di masa Penjabat Bupati Sikka, Alfin Parera, setiap ASN yang melakukan perjalanan keluar daerah wajib membeli Ciklat Sikka atau Coksik.
Baca juga:Wakil Bupati Sikka Beri Pesan Menohok, Jangan Bikin Diri Terlalu Inti
“Sebelumnya kalau ASN mau tandatangan SPPD harus ada nota pembelian Coksik. Tapi sekarang tidak hanya Cosik, tapi juga produk yang lain,” kata Simon.
Edo Kondologit, mengaku sempat kaget diberitahu oleh Gubenur NTT bahwa dia akan meresmikan NTT Mart, gerai menjual produk-produk UMKM. Terobosan ini dinilai Edo pantas ditiru oleh pemerintah provinsi lainnya di Indonesia.
“Saya tidak diberitahu Pak Gubernur akan resmikan NTT Mart. Tadi (Miinggu) waktu lihat di NTT Mart, hati saya juga terbakar. Bagi saya ini terobosan yang luar biasa. Saya apresiasi dan beri beri penghargaan,” kata Edo.
Edo menambahkan ditengah keterbatasan anggaran pemerintah karena efisiensi, Gubernur NTT melakukan inovasi dan kreasi yang membuat rakyat menjadi mandiri.
Baca juga: Wakil Bupati Sikka Apresiasi Film Sie Raih Piala Citra FFI 2025, Bukti Kita Bisa
“Kalau di Sikka ada 9.000 lebih ASN dan setiap belanjakan Rp 100 ribu di NTT Mart, maka uang berputar Rp 900 juta setiap bulan. Berapa PAD yang didapat oleh Pemda dan pengusaha UMKM dan IKM. Saya berharap, konsep ini bisa dibuka di Papua supaya bisa buka mata pemda-pemda lain membantu pengusaha UMKM dan IKM,” kata Edo.*





