Kain Meja Bercak Darah Saksi Bisu Pesta Nikah Berdarah di Maumere

Sehelai kain meja makan wana putih-biru diperlihatkan dalam konferensi pers pembunuhan di pesta pernikahan Jalan KS Tubun, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Kota Maumere, Pulau Flores. Jumat 29 Agustus 2025. (dewadet.com/eginius moa).

MAUMERE, dewadet.com-Sehelai kain meja warna putih dipadu bagian pinggir dijahit kain warna biru banyak bercak darah yang telah mengering diletakan di atas meja konferensi pers, Jumat siang 29 Agustus 2025 di Mapolres Sikka, Jalan Ahmad Yani, Kota Maumere, Pulau Flores.

Turut juga digelar sebuah kantong plastik berisi baju, celana panjang, ikat pinggang milik korban penikaman. Tas kresek lainya berisi baju, celana dan sebilah pisau bersarung kayu.

Di lantai depan bawah meja jumpa pers diletakan dua kursi plastik patah tak beraturan, botol plastik berisi penuh moke, sebuah botol bir kosong dan cerek plastik.

Semua jenis barang tersebut menjadi saksi bisu, baik langsung maupun tidak langsung dalam pesta pernikahan berdarah di Jalan Karel Sasuit (KS) Tubun, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Kota Maumere, Pulau Flores, Jumat dini hari 23 Agustus 2025.

Baca juga: Pesta Nikah Dilumuri Darah, Bermula Maki Orangtua di Pemana, dan Joket Kasar di Maumere

Sukacita berubah darah bersimbah telah lewat seminggu silam  menyisahkan nokta hitam bagi warga kota yang 33 tahun lalu porak poranda dilanda gempa bumi dan tsunami Flores

Kasi Penmas Sihumas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tungga, memandu konferensi pers dengan Kasat Reskrim, Iptu Djafar Alkatiri  membeberkan perkembangan penyidikan dua kasus pesta pernikahan berdarah pada Jumat 23 Agustus 2025 dini hari di Kabupaten Sikka.

Pesta pernikahan di Dusun Buton, Desa Pemana, Kecamatan  Alok menewaskan H menyeret tersangka H.  Pesta  nikah di Jalan KS Tubun dengan tersangka ANM alias Iko menewaskan APM alias Piluk dan melukai SLNA dan SCS.

Kenapa kain meja makan jadi barang bukti? Apakah membenarkan cerita di masyarakat bahwa korban dihabisi di stas meja makan di dalam tenda pesta itu?

Baca juga: Pesta Nikah Dilumuri Darah, Bermula Maki Orangtua di Pemana, dan Joket Kasar di Maumere

Ada pula cita kepanikan malam kejadian melanda warga di tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan KS Tubun atau dikenal sebutan Belakang Lembaga (Rutan) Maumere. Ada oknum yang masuk ke rumah warga, kemudian juga menikam dinding rumah warga.

“Kami juga dengar informasi seperti itu. Kami sudah periksa saksi-saksi tapi tidak ada keterangaan itu,”ucap Djafar.

Djafar tak menjelaskan ihwal bercak darah kain meja makan ini. Ia mengakui bercak darah itu kaitan dengan pembunuhan di tenda pesta.

“Ada bebera[a bercak darah tapi terbatas. Kita amankan. Mungkin bercak darah (korban) terkena di kain meja,” kata Djafar lagi.

Baca juga: Forum Lio Bersatu Mengecam Penganiayaan Yosef Seda di Pasar Tingkat Kota Maumere

Semua cerita itu, kata Djafar, akan dirampungkan. Semua barang bukti yang diamankan, ada yang terhubung langsung dan tidak langsung dengan alat bukti.

Meski banyak versi dan cerita pembunuhan di Belakang Lembaga. Penyidik, diakui Djafar, sulit menceritakan kejadian Jumat dini hari itu.

“Saksi sulit cerita. Karena kondisinya dini hari. Gelap. Lampu warna warni. Pengaruh alkohol. Keadaan tak keru-keruan.Kami datang olah TKP kesulitan. Nanti akan dirampungkan dengan rekonstruksi,”imbuh Djafar. *

Penulis: Eugenius Moa

Editor: Eugenius Moa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan