Melky Mekeng Tantang Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Bikin Kejutan Anggaran Pendidikan
JAKARTA,dewadet.com-Anggota DPR RI asal daerah pemilihan NTT 1, Melchias Markus Mekeng kembali menyoroti anggaran pendidikan, dana transfer daerah dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang berkualitas dalam rapat dengar pendapat Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa Sadewa dengan Komisi XI, Jumat 12 September 2025 di Gedung DPR RI Senayan Jakarta.
Seperti diketahui Purbaya menggantikan posisi Menkeu, Sri Mulyani Indawaty yang di-resuffle oleh Presiden RI, Prabowo Subiyanto, Senin 8 September 2025.
Politisi senior Partai Golkar ini memulai kesempatannya bicara dengan mengucapkan selamat datang kepada Purbaya Sadewa atas penunjukan oleh Presiden RI sebagai Menkeu yang semoga membawa suasana yang baru.
“Karena selama hampir 20 tahun, kita dipimpin oleh seorang perempuan yang telah mendedikasikan diri bagi bangsa ini, dan menjadi mitra Komisi XI,” kata Melky Mekeng.
Baca juga: Melky Mekeng Bawah ke Gedung MPR, Testimoni Guru Honor Digaji Rp 250 Ditunggak 9 Bulan
“Saya berharap potret pendidikan kita di tahun 2026 harus dilakukan perubahan. Masih ada waktu. Tapi kalau usulkan Pendidikan saja tidak bisa lakukan perubahan, saya tidak lihat ‘you’ punya kemampuan untuk buat pertumbuhan ekonomi 6-7 persen,” tandas Melky Mekeng.
Potret pendidikan Indonesia, kata Melky Mekeng sangat menyedihkan. Mantan Ketua Badan Anggaran DPR RI ini lalu menyarankan kepada Menkeu agar jalan-jalan ke daerah.
“Tidak usah ke Dapil saya, kejauhan. Ke Banten, Lebak saja. Lihat saja sekolahnya,” saran Melky Mekeng.
“Nah, ini kalau bisa kekuatan APBN bisa perbaiki pendidikan. Kalau tidak dirapikan ini, saya akan teriak terus selama saya masih di Komisi XI. Kita siapkan generasi emas,” kata Melky Mekeng.
Baca juga: Melky Mekeng Soroti Anggaran Sekolah Kedinasan Rp 105 Triliun, Anggaran Pendidikan Rp 91 Triliun
“Selama saya masih di Komisi XI, saya akan teriak teriak terus (anggaran pendidikan). Buatlah kejutan,” tantang Melky mendapat dukungan anggota dewan lain. Tapi jangan kayak kejutan yang kemarin, bikin pusing tu.
Ia membeberkan alokasi anggaran bidang Pendidikan tahun 2025 Rp 724 triliun, tetapi penggunaanya tidak tepat sasaran. Rp 91,4 Trilun untuk 64 juta orang dari tingkat pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Kemudian Rp 104,5 triliun untuk 13 ribu siswa sekolah kedinasan.
Tugas Pak Menkeu jalankan amanat konstitusi amanat pasal 31 anggaran 20 persen untuk pendidikan bukan kedinasan. Ini sudah dikuatkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2022 dan juga putusan Mahkamah Konstitusi.*





