Papele Sayur Temui Staf Dishub Sikka, Tidak Takut Jalan Kaki Dini Hari ke Pasar Alok

Penerangan jalan umum di Jalan El Tari Kota Maumere, Pulau Flores. (dewadet.com/eginius moa).

MAUMERE,dewadet.com-Sepasang pria dan wanita menemui staf Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sikka di kantornya di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu yang lalu.

Kedatangan mereka yang mengaku sebagai papale sayur ke Kantor Dishub, usai pemasangan lampu lampu penerangan jalan di ruas Jalan El Tari dan Jalan Wairkalau, mengejutkan Yonorius Paga Seti, Kepala Seksi Pengoperasian Parasarana.

Apa gerangan kunjungan ‘tamu asing’ yang mengaku domisili di wilayah Misir?”Jangan sampai ada masalah,” kisah Yonorius mendampingi Kadishub Sikka, Yohanes Emil Satriawan, kepada wartawan, Senin siang, 14 September 2026.

Menunggu beberapa saat, pria dan wanita ternyata  hanya mau menyampaikan terima kasih kepada Dishub Sikka yang telah memasang lampu jalan.

“Kami tidak takut lagi jalan kaki pagi-pagi buta ke Pasar Alok belanja sayur. Kami beli di sana supaya jual lagi di Pasar Tingkat. Terima kasih banyak, jalan sudah terang sekali. Dari jauh kami sudah bisa lihat orang,” kenang Yonorius.

Yonorius menjelaskan pada tahun ini dilanjutkan pemasangan lampu jalan pada tiga lokasi yakni sambungan dari ruas jalan RSUD dr TC Hillres Maumere sampai pertigaan PT PLN (Persero). Lingkar Luar dan ruas Jalan Adisucipto serta  Jalan Anggrek Perumnas sampai pertigaan Raja Jaya Motor.

‘Sedang berproses di pejabat pembuat komitmen (PPK) perencanaan sampai fisik proyek mendapat alokasi Rp 600 juta. Ada juga dana Rp 100 juta CSR Bank NTT untuk pemasangan lampu jalan di pertigaan Gelora Samador Maumere,” terang Yonorius.

Yonorius belum bisa memastikan berapa banyak titik lampu yang akan dipasang. Ia menggambarkan  spesifikasi tiang listrik terbaik, kabel udara dan atribut listrik lainnya berkisar Rp  16 juta sampai Rp 25 juta pertiang.

“Kita kejar target supaya terang saja dulu, sehingga pakai kabel udara. Warga bisa menikmati kenyamanan malam hari. Ada yang sempat komentar seperti tali jemuran karena kabel udara banyak. Kalau mau bagus pakai  kabel tanam. Hanya harganya lebih mahal sekitar Rp 30 juta perunit tiang” katanya.

Kadishub Sikka, Yohanes Emil Satriawan menambahkan proyek ini dibiayai dari pajak dana bagi hasil penerangan jalan.

“Kita beli token listrik ke PT PLN,  pajak yang kita dapat ini hasilnya menambah penerangan jalan umum,” kata Jemi Sadipun, sapaanya. *

Penerangan jalan umum di Jalan El Tari Kota Maumere, Pulau Flores. (dewadet.com/eginius moa).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan