Pembangunan Warga Rumah Miskin Ekstrim di Sikka Dipangkas 140 Unit, Tahun Depan Dibangun 74 Unit
MAUMERE,dewadet.com-Program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, dan Simon Subandi membangun rumah layak huni bagi warga miskin ekstrim hanya bisa terealisasi 74 unit pada tahun 2025.
Rencana semula membangun 214 unit rumah dipangkas 140 unit menjadi 74 unit terungkap dalm berita acara kesepakatan pimpianan DPRD Sikka dengan Bupati Sikka, Jumat malam 28 November 2025.
“Tadi malam berita acara kesepakatan sudah ditandatangani pimpinan DPRD dengan Bupati Sikka tentang pembahasan hasil RAPBD Sikka. Ini sudah final,” kata salah satu kepala dinas yang enggan dipublikasikan identitasnya karena pemberian keterangan kepada wartawan hanya bisa dilakukan oleh Sekretaris Daerah.
Ia mengatakan anggaran membiayai perumahan layak huni dipangkas Rp 5 Miliar atau sisa Rp 3 miliar dari target Rp 8 miliar. Padahal semua pemerintah berharap DPRD bisa mengalokasi lebih besar dana Porkir untuuk program prioritas pembangunan rumah beasiswa bagi siswa dari rumah tangga miskin ektrim.
Baca juga:Tahun Depan Pemkab Sikka Siapkan Rp 8,5 Miliar Bangun 214 Rumah Layak Huni
Kalangan DPRD Sikka, katanya juga menyepakati pemangkasan dana Pokir hanya sebesar 25 persen atau Rp 8,7 miliar, sedangkan dana program prioritas bupati dipangkas Rp 8 miliar.
Secara terpisah anggota DPRD Sikka, Merison Botu, semula menggagas pemangkasan dana Pokir sampai 75 persen bahkan sampai nol.
Selama ini, kata Merison, dana Pokir lebih banyak digunakan untuk mewujudkan janji-janji kampanye anggota DPRD kurang memberi dampak bagi keseluruhan warga.
“Dampaknya tidak kelihatan, sebab disalurkan kepada konstituen yang semula memilih kita. Maka saya pikir kalau disepakati dana Pokir Rp 32 miliar dialihkan untuk sesuatu yang lebih besar tentu lebih terlihat dampak dan hasilnya kepada masyarakat,” kata Merison Botu, Sabtu siang 29 November 2025.
Merison mengakui pembangunan rumah layak huni dan program beasiswa satu sarjana dari rumah tangga miskin berdampak signifikan besar bagi masyarakat, tapi terhambat efisiensi anggaran pemerintah.
Sementara itu semua 182 desa di Kabupaten Sikka menyetujui dalam musyawarah desa (Musdes) mengalokasikan dana desa Rp 60 juta pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) 2026 untuk mendirikan rumah tidak layak huni warga miskin ekstrim.
Alokasi anggaran desa merupakan dukungan nyata pemerintah desa terhadap program pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, dan Simon Subandi mendirikan rumah layak bagi warga miskin ekstrim.
“Kesepakatan sudah ada di semua desa. Setiap desa mengalokasikan anggaran Rp 20 juta perunit rumah atau Rp 60 juta setahun untuk tiga unit rumah,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sikka, Lambertus Sol Keitimu, Kamis sore 27 November 2025 di Maumere.
Baca jjuga: KPK Lelang Rumah Setya Novanto di Kupang Rp 2,18 Miliar
Pendirian rumah ukuran 5×7 meter persegi lengkap dengan sanitasi kategori baik akan diputuskan bersama pemerintah desa dan semua unsur yang ada di desa itu.
Sedangkan mekanisme penetapan rumah tangga miskin yang akan menerima anggaran pendirian rumah, pemilihan material bangunan didiskusikan dengan semua pemangku kepentingan yang ada di desa. Data rumah tangga miskin ekstrim sudah tersedia lengkap ‘by name dan by addres.’
“Mereka nantinya bermusyawarah menetapkan siapa saja yang terima program ini dalam tahun pertama tiga unit rumah, tahun kedua dan seterusnya,” kata Lambertus. *
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eginius Moa





