MBG di Sikka, Murid SDI Wolomarang dapat Terlur Dadar Basih, Pernah Daging Ayam masih Merah
MAUMERE,dewadet.com-Sajian menu Makan Siang Bergizi (MBG) di Kabupaten Skika, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, mulai bermasalah.
Sekitar 20-an murid SDI Wolomarang di Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, menolak lauk telur dadar yang telah berbau, Senin siang 15 September 2025. Bahkan dua minggu lalu ketika MBG dimulai, beberapa murid menerima jatah daging ayam yang masih merah di bagian dalamnya.
Keterangan dihimpun wartawan di sekolah tersebut Senin siang, murid yang menerima telur dadar bau terdapat di Kelas V sebanyak 10 orang dan sidanya di Kelas VI.
“Kami cium telur (dadar) bau seperti sudah sangat basih. Kami hanya makan nasi, sayur dan tahu goreng yang juga terasa keras,” kata para murid Kelas V sekolah tersebut.
Baca juga: Pemotongan Dana Transfer Daerah Bikin Pusing Kepala Daerah
Para murid mengaku takut makan telur dadar basih khawatir sakit perut dan akan menyusahkan orang tua mereka.
Untuk memastikan murid yang menerima lauk yang telah berbau, ibu guru yang sedang mengasuh pelajaran pada Senin siang meminta para murid angkat tangan. Lauk telur dadar tidak dimakan dan dibawa pulang oleh petugas dari dapur MBG.
MBG di sekolah tersebut sudah berlangsung sekitar dua minggu. Menurut pengakuan para murid, pada hari-hari pertama MBG, mereka menerima lauk daging ayam tidak matang masih terdapat darah.
“Dading ayam masih ada warna merah. Kami takut makan,” kata para murid di Kelas V. Di kelas tersebut delapan murid menerima daging ayam masih merah.
Baca juga: Cerita Mahasiswa KKN Unipa Terjebak Muntahan Kerikil dan Abu Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki
Kejadian yang sama dialami murid Kelas VI SDI Wolomarang. Terdapat delapan murid menolak lauk telur dadar bau yang disajikan dalam kota makanan.
Beberapa murid yang menerima telur dadar bauk mengangkat tangan mereka untuk memastikan jumlah mereka yang tidak makan lauk. Lauk berbau tersebut dikembalikan kepada petugas yang mengantarnya.
“Kenapa tidak makan? Kami takut sakit,” kata murid-murid bersamaan.
Tiga orang guru di sekolah tersebut, dua orang guru perempuan dan seorang guru pria membenarkan pengkuan para murid. Meski belasan murid mengaku telur dadar basih, seorang guru pria sangat ngotot mengatakan telur dadar tidak basih, padahal tidak tidak meniumnya.
Baca juga:Owner Perusahaan Kuliner Asal Cina Temui Petani Kakao di Desa Bloro dan Petani Pala di Desa Rubit
“Teksturnya bagus sama dengan tahu goreng. Memang katanya agak keras. Anak-anak tidak mengerti mengatakan telur basih,” kata guru pria mengasuh pelajaran olahraga.
Kordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sikka, Eginius Jara mengaku belum menerima informasi apapun.
“Mohon maaf sebelumnya, saya belum dapat informasi apa-apa. Dan juga dapur itu ada KSPPG-nya sendiri. Saya juga belum diinfokan dari KSPP-nya,” tulis Eginius dalam pesan WhatsApp, Senin siang.
Sementara SPPI, Rian Mota dikirimi pesan konfirmasi mengatakan baru mengkonfirmasi dengan guru dan kepala sekolah menyatakan semuanya aman .*




