Pesan Romanus Woga; KUR Rp 200 Miliar, Semua Tergantung Anggota, Utamakan Pelayanan
MAUMERE,dewadet.com-Tokoh Kopdit nasional asal Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, Romanus Woga, menyoroti pengelolaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp 200 miliar pada 2026 dari pemerintah pusat kepada KSP Kopdit Obor Mas.
“KUR Rp 200 miliar tidak ada artinya kalau anggota tidak bertanggungjawab. Harapan saya, pelayanan kepada anggota diutamakan, karena anggotalah yang membuat semuanya menjadi nyata,” harap Romanus.
Pesan itu disampaikan Romanus dalam perayaan misa syukur Natal dan Tahun Baru bersama, Kamis malam 8 Januari 2026 di halaman kantor pusat Kopdit Obor Mas Jalan Kesehatan Nomor 4 Kota Maumere, Pulau Flores.
Perayaan mengusung tema “Keluarga: Tempat Pertama Tuhan Menyapa,” dengan konselebran utama Uskup Maumere, Mgr.Edwaldus Martinus Sedu, dan kor oleh Orang Muda Katolik Paroki Wolonmaget.
Baca juga:SK Menko Perekonomian Pukul 21.41 Wita, Kopdit Obor Mas Salurkan KUR Rp 200 Miliar
Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi, hadir bersama Ketua Pengurus, Markus Menando, dan anggota pengurus, pengawas, General Manajer Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering, GM Puskopdit Swadaya Utama Maumere, Fransiskus De Fransu, dan ratusan karyawan dan mitra Kopdit Obor Mas.
Tahun 2026 merupakan tahun ke-10 Kopdit Obor Mas menyalurkan KUR setelah peresmian perdana tanggal 19 Desember 2017 oleh Menteri Koperasi, IGN Puspayogo di masa pemerintahan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono.
Kopdit Obor Mas juga merupakan Kopdit pertama Indonesia penyalur KUR, selain dua koperasi lainya, Kospin Jasa Pekalongan dan KSP Guna Prima Dana Bali.
Romanus, mantan Ketua Inkopdit, menegaskan bahwa sebesar dan sekecil apapapun KUR yang dikelola semuanya tergantung kepada anggota. Ketika setiap anggota dilayani dengan teratur, simpan teratur, pinjam bijaksana, angsur tepat waktu seturut rencana, maka KUR akan berhasil.
Baca juga:Pemprov NTT Tidak Tahu Siapa Saja Penerima KUR Rp 2,5 Triliun
“Semuanya tergantung anggota. Karena itu, anggota harus dididik menjadi bermartabat, anggota yang sadar adalah anggota yang bertanggungjawab. Anggota bertanggungawah menjadi aset terbesar Kopdit Obor Mas,” Romanius menegaskan.
“Harapan saya utamakan pelayanan kepada anggota, karena anggota yang membuat semuanya menjadi nyata,” imbuh mantan Wakil Bupati Sikka periode 2018-2023.
Ia menggarisbawahi upaya memandirikan anggota sebagai ukuran sukses yang masih sering diabaikan. Menurut dia, pertanyaaan yang paling jujur mengukur keberhasilan anggota Kopdit Obor Mas apakah anggota semakin mandiri.
“Bukan pada seberapa besar aset Kopdit Obor Mas. Bukan juga berapa banyak kantor cabang Kopdit Obior Mas, No!,” tegas Romanus.
Baca juga:GM Kopdit Obor Mas Bekali Manajer Texas 10 Keahlian
“Utama adalah anggota. Perubahan-perubahan kehidupan anggota. Anggota yang membuat segalanya menjadi nyata. Inilah tekanan saya untuk tahun kerja 2026,” pesan Romanus. *




