Pemprov NTT Tidak Tahu Siapa Saja Penerima KUR Rp 2,5 Triliun

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.. (dewadet.com/eginius moa).

MAUMERE,dewadet.com-Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang beredar di NTT pada 2025 senilai Rp 2,5 triliun dimanfaatkan oleh 51 ribu penerima. Namun Pemerintah Provinsi NTT tidak tahu satu pun penerima KUR tersebut.

“Pemerintah provinsi dan kabupaten akan intervensi, Kita akan minta KUR yang begitu besar diberikan kepada UMKM dan IKM yang kita bina,” kata Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, meresmikan NTT Mart di Maumere, Minggu malam 14 Desember 2025.

Melki mengatakan KUR Rp 2,5 triliun itu dikelola bank dan lembaga non bank. Kopdit Obor Mas sebut Melki mengelola KUR Rp 200 miliar.

Pada tahun 2026, demikian Melki, Bank NTT akan mengelola KUR  Rp 1 triliun, ditambah ban-bank pemerintah lainnya akan diundang Pemprov NTT membahas KUR.

Baca juga:Gerai NTT Mart di Maumere Jual Aneka Kuliner dan Non Kuliner

“Kita undang semua. Kita akan atur baik agar UMKM dan IKM dapat KUR, dapat pendampingan, literasi keuangan dan produknya bisa jual di NTT Mart,” kata Melki.

Ditegaskan Melki, harus ada keberpihakan secara konkrit pemerintah, dan dukungan politis agar produk-produk UMKM bisa ada di mana-mana di NTT Mart. UMKM dan IKM kelak menjadi kekuatan NTT yang selama ini tidur.

“Pengusaha UMKM dan IKM tidur karena kita tidak berikan tempat yang baik. Kalau orang bicara ole-ole khas NTT atau produk UMKM NTT, sekarang ada di NTT Mart,” ujar Melki.

Dukungan perluasan pasar produk UMKM dan IKM, Melki telah melakukan pertemuan dengan 17 Diaspora NTT di 17 provinsi juga dari Canada yang diikuti melalui zoom. Diaspora Bali, Sorong, Jayapura, Marauke, beberapa titik di Kalimantan, Jawa, Sumatera dan Sulawesi, juga siap menerima produk UMKM dari NTT.

Baca juga:NTT Belanja Pinang Rp 1 Triliun, Defisit Perdagangan Rp 51 Triliun Tahun 2024

Melki menegaskan, hadirnya NTT Mart untuk memastikan produk UMKM dan IKM di NTT mendapat tempat yang terhormat, berkelas dan elegan. Selama ini mereka berjualan di pinggir jalan, lewat teman atau komunitas-komunitas dan arisan.

Menurut Melki, perubahan yang dibuat ini secara konkrit menggerakan ekonomi kerakyatan. Selama ini pemerintah hanya pidato dan pidato berpihak kepada ekonomi rakyat. Tapi, pemerintah belum secara konkrit memberikan dukungan yang dibutuhkan pengusaha UMKM dan IKM di negeri ini.

“Kebutuhan pengusaha UMKM adalah kepastian pasar. NTT Mart salah satu jawaban keberpihakan pemerintah. Pembelinya kita siapkan dan uangnya pasti ada,” imbuh Melki. *

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan