Maria Amaliana, Satu Dekade Lebih Nikmati Manfaat Kopdit Obor Mas
LARANTUKA,dewadet.com-Satu dekada berlalu,Maria Amaliana Nata Belang menjadi anggota KSP Kopdit Obor di Cabang Utama Larantuka, Kabupaten Flores Timur.
Niat awal menjadi anggota Kopdit Obor Mas dimulai tahun 2014 ketika lembaga ini masih tergolong baru hadir di Flores Timur. Dalam benaknya, Kopdit yang baru akan lebih baik dibanding yang sudah ada di Flores Timur. Maria pun mendaftar menjadi anggota Kopdit Obor Mas.
Pengenalanya dengan Kopdit Obor Mas semakin mendalam ketika mengikuti semacam motivasi dan pendidikan kepada anggota. Dia mulai paham sejarah berdirinya dimulai dari kesulitan para guru sekolah dasar dan pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sikka membiayai pendidikan anak-anaknya.
Diberi nama Obor Mas, seturut nama para anggota pemula, para guru. Tugas utamanya mendidik dan mengajar. Obor memberi makna cahaya atau terang.
Baca juga:Febi Tak Menyangka Suami Wariskan Asuransi Rp 34 Juta di Kopdit Obor Mas
Mulai merasakan manfaat setelah dua tahun menyandang anggota. Tahun 2016, Maria harus melanjutkan pendidikan D-3 Kebidanan.
“Biaya pendidikan memang ditanggung oleh Pemkab Flores Timur, tapi saya butuh tambahan biaya untuk kebutuhan yang lain. Saat itu saya sudah punya pinjaman bank. SK PNS sudah dijaminkan di bank. Tapi saya diberi kesempatan pinjam di Kopdit Obor Mas, tanpa jaminan,” kenang Maria tentang awal pinjaman ketika dihubungi Rabu malam 26 November 2025 dari Maumere ke Larantuka.
Tak hanya memenuhi kebutuhan pendidikan yang sedang dijalani. Maria memanfaatkan produk simpanan pendidikan (Sidandik) untuk putra dan putrinya dalam jangka waktu dua tahun bisa ditarik.
“Saya buka Sidandik. Sudah dua kali saya tarik untuk registrasi anak saya nomor dua, saat ini semester tujuh. Tiap kali tarik Rp 11 juta. Yang lain untuk kebutuhan semester, yang lain saya simpan lagi untuk kebutuhan mendesak lewat Sibuhar. Sidandik sangat terbantu pendiidikan. Kita ini PNS, kalau hanya andalkan gaji, kita akan kewalahan sekolahkan anak-anak,” Maria membagikan pengalamanya.
Maria sudah beberapa kali mengajukan pinjaman bermula dari nilai paling kecil sampai yang besar, tak pernah mengalami kesulitan. Permohonan pinjaman dilayani sangat baik.
Bahkan ketika datang cobaan paling berat suaminya, Agustinus Igo Ama, yang baru dua minggu menerima SK pengangkatan P3K, meninggal dunia 15 Juli 2025.
Di tengah kesedihan, Maria terbantu dengan dana duka Rp 11 juta dari Kopdit Obor Mas. Uang tersebut sebagian dimanfaatkan urusan kedukaan dan yang lain disimpan lagi di Kopdit Obor Mas untuk kebutuhan anak-anak dan keluarga ke depan.
Tak hanya uang duka yang sudah diterimanya, Maria masih mendapat asuransi Kopdit Obor Mas. “Nilainya tidak banyak, karena simpanan suami saya juga kecil. Tapi perhatian Kopdit Obor Mas sangat besar bagi anggota,” ujar Maria.
Menjanda dengan empat orang anak, Maria meletakan sandaran keuangan kepada Kopdit Obor Mas. Cukup disiplin mengelola keuangan keluarga terutama pendidikan anak seolah mengikuti jejak ibunya.
Sang mama, kata Maria, juga menjanda dengan tanggungan lima orang anak. Ketika ayah meninggal, Maria yang anak sulung berusia 11 tahun. Mamanya yang hanya ibu rumah tangga mampu menyekolahkan tiga anak menjadi sarjana, ada yang diploma dan seorang tamat SMA.
Pengalaman baik yang diterimanya, Maria berharap warga masyarakat yang belum menjadi anggota Kopdit Obor Mas bisa memanfaatkan menjadi anggota. Bukan hanya bisa menyimpan dan meminjam uang, tapi pendidikan anak, sakit bahkan sampai meninggal masih menerima manfaat sebagai anggota.
Pengalaman itu, kata Maria, sejalan filosofi koperasi. Dari anggota, oleh anggota dan kembali lagi kepada anggota. Tahun ke-11 menjadi anggota, Maria belum pernah menemukan dipersulit dalam pelayanan.
Baca juga:Ada Hikmah dari Dukacita, Santunan Asuransi Perlindungan Kopdit Obor Mas di Mata Maria Simporosa
“Rasa memiliki saya dengan Kopdit Obor Mas besar sekali. Saya belum temukan yang buruk. Harapan saya, yang sudah baik dipertahankan. Seperti namanya Obor tetap terang terus,” harap Maria. *
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eginius Moa





