Wings Air ‘Cancel’ Penerbangan di Larantuka, Bandara Maumere, Ende dan Soa Ditutup Terdampak Abu Vulkanik
MAUMERE,dewadet.com-Bandar Udara (Bandara) Gewantana Larantuka di Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores dinyatakan negatif ‘vulkanis ash’ (VA) dari paparan abu letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki, Selasa 17Juni 2025. Namun dua penerbangan dari Kupang ke Larantuka dan Larantuka ke Kupang ditunda (cancel) oleh oihak Maskapai Wings Air.
Sementara tiga Bandara di Pulau Flores yakni Bandara Frans Seda di Maumere, Bandara Haji Hasan Aeroboesman Ende, dan Bandara Soa di Kabupaten Ngada ditutup terdampak abu vulkanik.
Kepala UPBU Gewayantana, Puguh mengatakan berdasarkan hasil assesment dan evaluasi data terkini hasil paper test VA menyatakan negatif VA dan analisa data ASHTAM Lewotobi terkini.
“Status Bandara Gewayantana Larantuka normal ops,” tulis Puguh dalam pesan WhatsApp, Rabu pagi.
Baca juga: Bandara Frans Seda Ditutup, Kabupaten Sikka Diselimuti Abu Vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki
Pesan yang lain menyatakan maskapai Wings Air masih melakukan internal safety assesment terkait rute penerbangan yang terdampak. Keputusan diserahkan ke maskapai penerbangan. Jadwal penerbangan hari ini satu kali sekitar jam 14.00 Wita..
Namun sekitar dua jam sebelum penerbangan, pada pukul 11.13 Wita, wartawan menerima pesan WhatsApp yang lainya menyatakan recovery flight Wings Air 18 Juni 2025 : Penerbangan ditunda untuk IW1929 KOE LKA STD/A 12.30-13.25LT dan IW1928 LKA KOE STD/A 14.00-14.55LT. Disebutkan penanganan penumpang sesuai dengan aturan cancel for majeure.
Tiga Bandara lainnya di Pulau Flores yakni Bandara Frans Seda Maumere, Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende, dan Bandara Soa Bajawa ditutup operasional, Rabu 18 Juni 2026.
General Manajer Airnav Cabang Kupang, I Nyoman Oka Wirawa mengatakan penutupan tiga bandara tersebut karena terdampak abu vulkanik letusan Gunung Lewotobi Laki-laki.
Baca juga: Erupsi Dasyat Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bupati Sikka Serukan Warga Jaga Kesehatan
“Jadi ada tiga bandara positif VA (Vulkanik Ash), Bajawa, Ende dan Maumere,” kata Wirawa..
Kepala Bandara Frans Seda Maumere, Partahian Panjaitan menyebut dari hasil paper test ditemukan adanya abu vulkanik di landasan bandara. “Bandara (Frans Seda) hari ini ditutup,” ujar Partahian.
Kepala Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende, Hariyanto menjelaskan Bandara terdampak erupsi dikhawatirkan mengganggu penerbangan. Empat penerbangan hari Rabu dibatalkan dari dan ke Ende, yakni dua rute Kupang dan dua lainnya ke Labuan Bajo. *
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eginius Moa





