Ayah Noni Bersuara Tanyakan Kematian Putrinya ke Polres dan DPRD Sikka
MAUMERE,dewadet.com-Kematian STN (14) pelajar SMP MBC Ohe di Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 17 Februari 2026 dan ditetapkan tiga tersangka belum memberi rasa adil dan keluarganya.
Herman Yoseph, ayah Noni sapaan korban harus bersuara turun bertanya ke Polres Sikka dan DPRD dalam aksi damai Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Maumere dan Forum 10 Suku Romandoru Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Jumat pagi 27 Maret 2026.
Ayah tiga anak ini melakukan orasi meluapkan kekesalanya kepada penyidik Polres Sikka menangani kasus ini.
Herman berkata, “kalau kamu merasakan (kematian) seperti ini bagaimana rasa hati kamu. Anak dan istrimu diperlakukan seperti ini apakah perasaanmu.”
Baca jiga:Remaja Putri SMP MBC Ohe Dipaksa Hubungan Badan, Dibunuh dan Disembunyikan di Kali
“Sudah satu bulan kasus ini sepertinya terkatung-katung. Ataukah karena kami orang kecil, tidak punya uang, dan harta sehingga diperlakukan seperti ini,” tanya Herman.
Ia mempersoalkan kehadiran anggota polisi ke rumahnya dan menyuruh mereka datang ke rumah pelaku mengecek apakah ada orang di sana ketika bulan Februari lalu. Sedangkan polisi berdiri jauh dari rumah pelaku.
“Kalau ada orang (di rumah pelaku) baru panggil dia (polisi) datang. Untuk apa kau ke sana,” kecam Herman.
Para orator lainnya mengungkapkan kekecewaann mereka terhadap proses hukum yang dinilai janggal dalam penetapan tersangka.
Baca juga:Si Kakek Pindahkan Jasad dan Sembunyikan Barang Bukti Pembunuhan Pelajar SMP Ohe
Menurut mereka, pasal yang ditetapkan mestinya menggunakan pasal pembunuhan berencana, bukan pembunuhan biasa.
“Kami kecewa dengan kinerja polsek Kewapante dan polres sikka. Sudah satu bulan perkembangan kasus adik kami Noni belum ada titik terang,” ungkap salah satu orator keluarga.
Diberitakan sebelumnya, dugaan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap STN (14) ditemukan jasadnya Senin siang, 23 Februari 2026 di Kali Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT masih menyimpan misteri. Kepala Noni, sapaan STN gundul hanya menyisahkan sehelai rambut di kepala dan beberapa jari tangan kanan juga terpotong.
Penyidik Kepolisian Resort (Polres) Sikka telah menetapkan tiga tersangka, yakni FGR (16) tersangka pelaku anak, SG (44) ayah FGR dan VS (67) kakek FGR. *





