Tanam Sayur, Tenun Ikat dan Ternak Hasilkan Puluhan Juta Rupiah Kas Kelompok, Buah Tangan Bripka Egidius Funan
MAUMERE,dewadetcom-Memberi lebih kepada masyarakat selalu menjadi dambaan Bripka Egidius Tanrios Funan (37).
Sapaan Egi, anggota Korps Bhayangkara RI yang menyandang peran Bhabinkamtibmas Mego, bukan nama yang asing bagi kebanyakan warga bermukim sekitar 30-an Km arah barat Kota Maumere di Kabupaten Sikka, Pulau Flores. Setiap hari, Egi keliling dari satu kampung ke kampung yang lain dari satu dusun ke dusun yang lain dalam wilayah tugas di lima desa.
Lima desa tanggungjawab tugas Bhabinkamtibmas yakni Desa Bhera sebagai desa binaan ada di pusat ibukota Kecamatan Mego. Gampang dijangkau karena letaknya di Polsubsektor Mego di Lekebai. Empat desa lainya berjauhan yakni Dobo Nuapu’u, Ratekalo, Wolodhesa dan Desa Parabubu.
Tak semata tugas utama Bhabinkamtibmas diemban di pundaknya. Egi, bahkan menghabiskan waktu lebih banyak mengerakan Kelompok Sinar Tani di Desa Bhera-media yang dipilihnya supaya lebih dekat dan mengalami secara langsung keseharian warga.
Baca Juga: Bangun Asrama Anggota Subsektor Palue, Tonggak Baru Pelayanan Polres Sikka
Budidaya holtikultura, menanam tomat, cabe, buncis, terong, pepaya dan tanam remah-rempah ditekuni kelompok yang beranggotakan 16 orang. Kaum perempuan dan pria dewasa hingga lanjut usia.
Mereka mengolah lahan kebun bersama seluas 2.500 meter persegi. Panenan dari kebun demplot itu dijual dan uangnya dijadikan kas kelompok. Sedangkan tanaman perorangan anggota diusahakan di pekarangan atau kebun masing-masing.
“Kebun demplot wajib dikerjakan oleh semua anggota kelompok. Panen holtikultura dijual dan uangnya disimpan di kas kelompok. Sampai akhir bulan Desember 2024, total kas Rp 54 juta. Uang tersebut dipinjamkan kepada 16 anggota kelompok yang butuhkan modal,” kisah Egi, Kamis malam.
Solidaritas anggota yang terbentuk dalam 13 tahun menjadikan mereka layaknya sebuah keluarga. Mereka memahami satu sama yang lain. Disiplin dan tanggungjawab menjadi bagian dari keseharian kelompok. Setiap tanggal 1 dalam bulan, anggota kelompok bertemu membahas berbagai kepentingan dan kebutuhan mereka.
Baca Juga: 36 Lokasi Tambang di Sikka, Enam Legal dan 30 Ilegal
Keterikatan emosianal Egi dengan anggota Kelompok Sinar Tani diakuinya sulit dipisahkan. Komunitas ini menjadi sahabat, keluarga, kakak dan adik, om dan tanta.
Membedakan Kelompok Sinar Tani dengan kelompok usaha holtikultura kebanyakan yakni tanaman holtikultura tidak pernah berhenti produksi. Berganti tanaman setiap selesai panen menjadi semacam kebiasaan mereka.
“Pemasaran hasil tidak sulit, karena jaringan dengan pengepul holtikultura sudah terjalin. Pengepul datang membeli langsung ke kebun demplot. Tugas saya mencari pasaran,” kata Egi.
Pengorganisasian kelompok yang berjalan tertib dan usaha yang lancar mengantar mereka selalu menjadi nominasi pada setiap kompetisi yang diselenggarakan. Kontes sapi menempati peringkat satu pada 2016, nominasi pangan lokal Kabupaten Sikka, dan menjadi lokasi studi banding kelompok usaha lainnya di Kecamatan Mego.
Baca juga: Kabupaten Sikka Berlakukan 16 Hari Darurat Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
“Kelompok tani dari Negara Timor Leste pernah datang studi banding di Sinar Tani,” Egi menceritakan sukses kelompoknya.
Selain Sinar Tani, Egi juga membidani lahirnya kelompok holtikultara beranggotakan kaum muda, Youth Noela beranggotakan 14 orang, namun hanya 10 orang yang aktif. Mereka mengusahakan holtikultura di lahan masing-masing berbagai variasi ukuran.
“Tugas utama saya memotivasi anak-anak muda di desa berusaha holtikultura. Memang perlu waktu agar mereka memahami manfaat usaha ini,” pungkas.
Hubungan emosional terjalin lama dengan setiap anggota kelompok yang dibinanya dan warga di desa-desa diakui Egi membuatnya sulit berpisah bila kelak dia harus dimutasi.
Bangun Asrama Anggota Subsektor Palue, Tonggak Baru Pelayanan Polres Sikka
“Itu akan menjadi beban batin tersendiri.Saya berat pisah dengan mereka. Kami seperti saudara dan keluarga satu sama lain,” kata Egi.
Relasi yang terawat baik telah membantunya dalam tugas utama pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat pada lima desa tugasnya. Bila terjadi persoalan dan konflik antarsesama warga, pilihan pertama ditempuhnya memediasi mereka menyelesaikan secara kekeluargaan.
“Pendekatan ini selalu saya dahulukan supaya relasi warga terjaga. Kecuali kalau diantara pihak yang berselisih tidak mau berdamai, maka kita dorong diselesaikan secara hukum,”ujar Egi.
Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) Kecamatan Mego, Maria Agustina Du’a Nona, mengakui Egi aktif bersinergi dengan PPL memberikan motivasi usaha holtikultura kepada kelompok tani dan masyarakat mendukung program ketahanan pangan.
Baca Juga: Sulit Dipenuhi Janji Pilkada 20 Ribu Unit Rumah Terima Kunci, RPJMD Sikka Alokasi 3.068 Rumah
“Orangnya (Egi) aktif sekali bersama PPL sampaikan motivasi bagi petani masyarakat supaya tanam holti di perkarangan untuk kebutuhan sehari-hari. Dia tidak sungkan datang ke rumah-rumah warga.” kata Maria.
Relasinya yang akrab membawanya tidak sulit menjalani tugas sebagai Bhabinkamtibmas. Mengayomi dan memberikan solusi untuk setiap soal menjadi utama dalam tugas. *
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eginius Moa





