Etnis Lio dan Sabu Jangan Terprovokasi Kematian Yosef Seda dan Perusakan Lapak Pedagang  

Lapak kosong ditinggalkan pedagang di Pasar Tingkat Kota Maumere, Pulau Flores, Sabtu 28 Juni 2025.

MAUMERE,dewadet.com-Ketua Dewan Penasihat Forum Lio Bersatu Yoseph Ansar Rera, mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi pasca kematian Yosef Seda, dan perusakan lapak pedagang di Pasar Tingkat Kota Maumere, Pulau Flores.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Sikka, baik dari etnis Lio maupun Sabu untuk menahan diri dan tidak terjebak dalam provokasi atau isu liar yang beredar, khususnya di media sosial dan grup percakapan. Harmoni sosial harus dijaga bersama,” kata Ansar Rera, dalam siaran pers, Sabtu sang 28 Juni 2025.

Siaran pers Forum Lio Bersatu disampaikan menyikapi insiden perusakan lapak di Pasar Tingkat Maumere sekaligus menyampaikan klarifikasi dan sikap untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat dan media sosial.

Setelah kematian Yosef Seda, Kamis 26 Juni 2025, nama Forum Lio Bersatu Kabupaten Sikka dibawa-bawa dalam insiden perusakan Pasar Tingkat Maumere.  Pada pagi hari beredar di media sosial seruan Forum Lio Bersatu mengajak seluruh orang Lio di Kota Maumere untuk berdiskusi dan merencanakan aksi bersama masyarakat Lio.

Baca Juga: Pedagang Pasar Maumere Kemas Barang dan Perbaiki Lapak setelah Diobrak Massa

Pada Jumat petang, 27 Juni 2028 segerombolan orang merusak lapak dan barang dagangan di Pasar Tingkat Maumere. Dugaan, perusakan itu  kematian Yosef Seda dianiaya oleh NLM.

Ketua Forum Lio Bersatu, Yulius Herta menegaskan bahwa perusakan  tersebut tidak memiliki kaitan apapun dengan organisasi yang dipimpinnya.

“Perusakan yang terjadi kemarin sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan Forum Lio Bersatu Kabupaten Sikka. Itu adalah tindakan sepihak dari oknum-oknum tertentu yang tidak mewakili organisasi maupun komunitas kami,” tegas Yulius.

“Tindakan itu bukan didalangi ataupun didukung oleh kami. Sebagai pengurus organisasi, kami tegaskan bahwa kami tidak bertanggungjawab atas perbuatan individu yang tidak kami kenali maupun kendalikan. Forum Lio Bersatu menjunjung tinggi hukum dan penyelesaian damai dalam menghadapi setiap persoalan,” ujar dia.

Baca JugaBREACKING NEWS: Lapak Dagangan di Pasar Tingkat Maumere Diobrak-Abrik

Sementara Sekretaris Forum Lio Bersatu, Rudolfus Nggala menyampaikan bahwa proses hukum atas kejadian tersebut sudah berjalan.

“Kasus ini telah ditangani oleh Polres Sikka dengan atensi khusus dari Polda NTT. Kemarin kami telah menyerahkan pernyataan sikap resmi kepada pihak kepolisian,” ujar dia.

Kepada Polres Sikka, Forum Lio Bersatu  menyatakan prihatin dan mengecam kekerasan, penanganan yang cepat, profesional, dan transparan, penegakan hukum hingga ke pengadilan, penolakan terhadap upaya damai sepihak yang mengabaikan keadilan, dan permintaan jaminan keamanan dan pencegahan konflik lanjutan.

Rudolfus Nggala menekankan bahwa proses hukum harus dikawal dan dihormati oleh semua pihak.

Baca juga: Yosep Seda Meninggal Ditendang di Kemaluan, Didorong, Jatuh di Pangkalan Ojek

“Kami mengajak seluruh keluarga dan masyarakat untuk mengawal proses hukum ini. Tindakan anarkis tidak dibenarkan dan harus dihindari. Mari kita percaya dan patuh pada jalur hukum,” ujar dia.

Surat Forum Lio Bersatu ditandatangani Yulius Herta, Rudolfus Nggala, dan Yoseph Ansar Rera. Forum Lio Bersatu berharap masyarakat dapat memahami dan mendukung langkah-langkah yang mereka tempuh dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan di Kabupaten Sikka.

Diberitakan, puluhan pedagang pakaian, sepatu, perkakas dapur, dan barang campuran lainnya menutup lapak dan sebagian mengangkut dagangan meninggalkan Pasar Tingkat Kota Maumere, Pulau Flores setelah ulah gerombolan orang merusak lapak jualan, Jumat sore 27 Juni 2025.

Pantauan wartawan Sabtu siang, 28 Juni 2025 sebagian pedagang mengangkut dagangan mengunakan mobil dan membawa pulang ke rumah atau pindah ke pasar yang lain.

Baca Juga: Forum Lio Bersatu Mengecam Penganiayaan Yosef Seda di Pasar Tingkat Kota Maumere

Sementara pedagang yang lain menutup pintu-pintu kios sejak pagi dan sebagian lain membungkus lapak menggunakan terpal.

Lokasi ini tampak sepi dibanding hari-hari sebelum dirusak gerombolan orang. Hanya terlihat beberapa warga yang datang menyaksikan lokasi yang sehari sebelumnya dirusak gerombolan orang tak dikenal.

Para pedagang yang menutup kios atau meninggalkan lokasi dagangan dengan membawa pulang barang dagangan umumnya pedagang asal Sulawesi dan Sabu Raijua.

Mereka enggan memberi komentar dan bekerja cepat mengemasi dagangan dengan karung-karung plastik dan memuatnya ke kendaraan.*

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan