Orang Jepang Terkesan Bersih dan Rapih Bengkel Kerja Politeknik Cristo Re Maumere

Sosialisasi dan penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) LPK Musubu dengan STIPER Flores Bajawa beberapa waktu lalu (istimewa).

MAUMERE,dewadet.com-Kunjungan Mr.Nakano asal Jepang dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Musubu memberi kesan baik kepada pengelola lembaga pendidikan tinggi vokasi, Politeknik Cristo Re Maumere di Pulau Flores. LPK Musubu menjadikan Cristo Re menjadi salah satu sasaran rekrutmen tenaga kerja dikirim ke Jepang.

“Semula kami mengira mungkin akan ditanya dan dinilai kurikulumnya. Ternyata mereka terkesan karena bersih dan rapi bengkel kerja Cristo Re,” kata RD.Doni Migo, Direktur Politeknik Cristo Re, Rabu siang 30 Juli 2025.

Standar bersih dan rapi, demikian RD.Doni Migo, sejalan dengan standar bengkel kerja di Jepang yang menerapkan standar cleaning, running dan cleaning.

Politeknik Cristo Re mendapat kuota delapan orang, empat orang mesin teknonologi dan empat orang tenaga otomotif. Hari Kamis 31 Juli 2025, para calon merupakan alumni angkatan kedua menjalani wawancara dengan LPK Musubu.

Baca juga: Alumni Mesin Politeknik Cristo Re dan Pertanian STIPER Bajawa Wawancara Kerja di Jepang

“Kalau lulus wawancara, akan ada lagi tahapan-tahapan lain sampai keberangkatan diperkirakan bulan Desember 2025. Di sana juga, mereka akan menjadi intership atau magang dengan menerima gaji sebelum bekerja di Jepang,” kata RD Doni Migo.

Ia mengatakan banyak kebutuhan tenaga kerja dari lembaga pendidikan vokasi. Rekrutmen tenaga kerja ke Jepang menjadi peluang bagus bagi lembaga pendidikan vokasi yang telah berusia lima tahun ini.

Pada tahun ajaran baru 2025/2026, Politeknik Cristo Re mendapat 120 orang mahasiswa baru, sehingga keseluruhan menjadi 260 orang mahasiswa termasuk 140 mahasiswa angkatan sebelumnya.

Baca juga: Semester Pertama 2025, Dinas Tenaga Kerja Sikka Berangkatkan 95 Pekerja ke Perusahaan Sawit

Alumni Magang di Israel

Direktur Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Flores Bajawa, Nicolaus Noywuli, mengatakan LPK Musubu menjalin kerjasama dan kolaborasi dengan STIPER untuk mengirimkan tenaga kerja profesional bidang pertanian ke Jepang. Tamatan STIPER akan diseleksi dan mengikuti pendidikan Bahasa Jepang di LPK Musubu sebelum diberangkatkan ke Jepang.

“STIPER mengirimkan 15 sarjana dalam seleksi dan pendidikan di LPK Musubu. Diantara mereka ada yang baru kembali dari magang setahun di Arava Israel,” kata Nicolaus, Rabu malam 30 Juli 2025.

Di Israel, jelas Nicolaus, mereka telah belajar teknologi pertanian modern seperti irigasi tetes dan lain-lain untuk pengembangan hortikultura,” kata Nicolaus.

“STIPER berterima kasih kepada LPK Musubu yang telah bekerjasama untuk mengirim tamatan ke Jepang. Harapan kita, pengiriman tenaga kerja dari STIPER berkelanjutan,” kata Nicolaus.

Baca jugaPerusahaan Sawit di Kapuas Rekrut 34 Pekerja asal Sikka, Gaji Rp 3,8 Juta, BPJS Tenaga Kerja dan Kesehatan

Gagasan mendirikan STIPER Bajawa pada 2020, sebab potensi sumber daya alam perlu dikembangkan melalui penyiapan sumber daya manusia pertanian unggul.

Meski baru lima tahun, sebanyak 640 mahasiswa aktif kuliah pada lima program pendidikan sarjana yakni peternakan, agroteknologi, nutrisi dan teknologi pakan, agribisnis dan biologi terapan. Pada tahun ajaran baru 2025 terdapat 400 orang mahasiswa baru. *

 

Penulis: Eginius Moa

Editor: Eginius Moa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan