BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Belas Kasih yang Menyentuh Kerapuhan
Sabtu, 6 Desember 2025. Hari Biasa Pekan I Adven. Peringatan Fakultatif St. Nikolaus, Uskup. Kitab Yesaya 30:19-21.23-26; Matius 9:35-10:1.6-8.
Oleh: Rd. Fidelis Dua.
SAUDARI-saudara terkasih, masing-masing dari kita memikul pergumulan yang nyata. Ada keluarga yang berjuang menjaga kehangatan dan kesetiaan, meski sering tidak mudah memahami apa arti bertahan bersama. Ada anak-anak yang tampak ceria di luar, tetapi menyimpan sunyi di dalam rumahnya sendiri.
Ada para pekerja rumah tangga yang terlihat tabah dan rajin, namun kerap menahan luka karena perlakuan yang tidak adil. Ada pula relasi antar tetangga yang makin renggang: hidup berdekatan, tetapi hati menjauh; saling melihat, tetapi enggan peduli. Singkatnya, kehidupan bersama kita terasa semakin sarat tekanan dan semakin miskin perhatian satu terhadap yang lain.
Dalam suasana seperti ini, Sabda Tuhan hari ini hadir bukan sebagai hiburan kosong, tetapi sebagai janji pemulihan yang nyata.
Yesaya menegaskan bahwa Tuhan selalu hadir dan Dia hadir bukan hanya untuk menghapus air mata, tetapi untuk menuntun langkah yang hilang arahnya. Ia berkata, “Ketika kamu menyimpang ke kanan atau ke kiri, telingamu akan mendengar suara di belakangmu: Inilah jalan, berjalanlah di situ.” (ay. 21).
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian); Melihat Lagi dengan Iman yang Dipulihkan
Artinya, Tuhan tidak membiarkan kita berjalan sendirian. Ketika hati kita bimbang, ketika relasi kita retak, ketika kesetian kita melemah, Ia berbisik kepada hati kita: “Kembalilah. Ini jalanmu. Aku membimbingmu.”
Tuhan sendiri menjadi penuntun di persimpangan pilihan hidup kita yang berat. Ia menerangi hati yang ragu, menguatkan langkah yang goyah, dan meneguhkan komitmen dan semangat kita untuk tetap setia di tengah perjalanan hidup yang tidak selalu mudah.
Injil hari ini menggambarkan Yesus yang berkeliling, mengajar, mewartakan Kerajaan Allah, dan menyembuhkan orang sakit. inti pewartaan itu dirangkum dalam satu kalimat yang sederhana tetapi sangat mendalam: “Tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka.”
Belas kasihan itu bukan rasa kasihan yang sentimental, melainkan gerakan hati yang mengguncang sampai ke relung terdalam. Yesus melihat banyak orang yang terluka, tersesat, kehilangan arah, dan tidak tahu lagi ke mana harus melangkah. Ia tidak hanya memandang dari jauh, tetapi mendekat dan menjangkau.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Dua Rumah, Satu Badai; Pilihan yang Menentukan Segalanya
Karena itu, Ia memanggil para murid dan memberi mereka kuasa, kuasa untuk menyembuhkan, memulihkan, menghalau roh jahat, dan membangkitkan kembali harapan yang nyaris padam.
Yesus mengutus mereka bukan dengan bekal materi, tetapi dengan mandat rohani: “Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma; berikanlah pula dengan cuma-cuma.” Sebuah undangan bagi setiap murid-Nya untuk menghadirkan pemulihan yang murah hati, sebagaimana kemurahan hati Allah yang terlebih dahulu menyentuh hidup kita.
Dalam terang Adven, Sabda Tuhan hari ini bergerak ke satu arah, yakni pemulihan cara kita melihat dan mendengar. Cara kita mengimani dan menyadari kehadiran Tuhan yang selalu mendekati kita. Kita dipanggil untuk melihat kembali arah yang benar, mendengar suara Tuhan yang selalu membimbing, dan berani membiarkan hati dipulihkan oleh belas kasih-Nya.
Marilah kita membuka ruang bagi Tuhan untuk memulihkan segala keadaan kita dengan belas kasih-Nya, dan kita siap diutus untuk menghadirkan pemulihan bagi sesama.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian): Adven Menumbuhkan Tunas Kecil untuk Hati yang Baru
Petikan Butiran Sabda Allah hari ini:
“Hidup sering membawa kita ke jalan yang membingungkan, tetapi belas kasih Tuhan selalu memanggil kita pulang dengan suara yang lembut: ‘Inilah jalan, berjalanlah di situ.’”
“Kita dipulihkan bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi agar hidup kita menjadi sentuhan pemulihan bagi mereka yang kehilangan arah dan harapan.”
Tuhan memberkati





