Kamis, 16 April 2026. Hari Biasa Pekan II Paskah. Kisah Para Rasul 5:27-33; Yohanes 3:31-36

Oleh: Rd.Fidelis Dua.

SAUDARI dan saudara terkasih, di tengah dunia yang gencar mengejar pengaruh dan kekuasaan, tidak mudah bagi kita untuk membedakan mana yang benar dan mana yang menyesatkan.

Orang sering lebih percaya pada logika sendiri atau arus kekuasaan daripada taat pada suara Tuhan. Akibatnya, hati menjadi buta akan kebenaran dan langkah hidup pun kehilangan arah yang pasti untuk kebaikan bersama.

Dalam bacaan pertama, para rasul dengan tegas menyatakan bahwa mereka harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia. Meskipun menghadapi ancaman dan penolakan, mereka tetap setia mewartakan kebenaran tentang Yesus.

Sikap ini menjadi teladan bagi kita bahwa dalam hidup ini sangat dituntut keberanian untuk tetap berdiri di pihak Allah, sekalipun harus berhadapan dengan risiko dan tekanan. Ketaatan kepada Allah bukanlah pilihan yang mudah, tetapi itulah jalan kesetiaan yang membawa hidup sejati.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Setia pada Kebenaran, Hidup dalam Kebebasan

Dalam Injil, ditegaskan bahwa Yesus adalah Dia yang datang dari atas dan berada di atas segala sesuatu, sehingga setiap Sabda-Nya adalah kebenaran ilahi. Namun, tidak semua orang mau menerima kesaksian itu, sebab menerima Yesus menuntut kerendahan hati dan iman yang sungguh.

Percaya kepada-Nya bukan sekadar pengakuan di bibir, tetapi pilihan hidup yang nyata: mengikuti, taat, dan menjadikan-Nya pusat kehidupan. Barangsiapa percaya kepada Anak, ia memiliki hidup yang kekal, sebab hidup itu mulai dialami sejak kini dalam kasih dan kebenaran.

Karena itu, kita dipanggil untuk berani memilih Allah di atas segalanya dan setia pada kebenaran-Nya dalam setiap situasi hidup. Kejahatan seperti perang dan pembunuhan jelas bukan berasal dari Allah; maka jangan pernah kita kompromikan hati dengan apa yang melawan kehendak-Nya.

Setiap seruan tentang kebenaran dan damai adalah suara Tuhan yang menggema dalam hati nurani, dan hanya mereka yang percaya akan hidup di dalam Dia serta mengalami keselamatan. Maka, marilah kita membuka hati, tekun mendengarkan firman-Nya, dan menjadikannya pelita bagi setiap langkah, agar hidup kita sungguh menjadi tanda kasih, pembawa damai, dan jembatan persaudaraan di tengah dunia yang terluka.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Angin Roh yang Mengubah Segalanya

Petikan BUSA-H untuk kita:

”Kebenaran tidak selalu populer, tetapi selalu membawa kita pada hidup yang sejati dan damai yang mendalam.”

”Mereka yang berani taat kepada Allah akan menemukan kekuatan untuk tetap teguh, bahkan ketika dunia menolak dan menekan.”

”Jadikanlah firman Tuhan sebagai pelita hidupmu, sebab hanya dengan berjalan dalam terang-Nya, kita mampu menjadi pembawa kasih dan harapan bagi dunia.”

Tuhan memberkati kita.#rd.fd@

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan