Jumat, 17 April 2026.  Hari Biasa Pekan II Paskah. Kisah Para Rasul 5:34-42; Yohanes 6:1-15

Oleh: Rd.Fidelis Dua

SAUDARI dan saudara terkasih, di tengah dunia yang semakin individualistis, semangat kebersamaan dan kepedulian sering kali memudar. Banyak orang lebih sibuk memikirkan diri sendiri daripada berbagi dengan sesama yang lemah dan rentan. Akibatnya, kehidupan bersama menjadi kering dari kasih dan kehilangan makna solidaritas yang sejati.

Dalam bacaan pertama, kita melihat kebijaksanaan Gamaliel yang mengingatkan bahwa karya yang berasal dari Allah tidak akan dapat dilenyapkan oleh manusia. Para rasul pun tetap setia, bahkan bersukacita karena dianggap layak menderita demi nama Yesus.

Hal ini menjadi pesan bagi kita bahwa iman sejati menuntut keteguhan dan kepercayaan penuh pada penyelenggaraan Allah. Ketika kita tetap setia, Tuhan sendiri yang akan meneguhkan dan membela karya-Nya dalam hidup kita.

Dalam Injil, mukjizat penggandaan roti dan ikan berawal dari kesediaan seorang anak kecil untuk berbagi apa yang ia miliki. Dari yang sedikit, di tangan Yesus menjadi berlimpah dan mencukupi banyak orang. Inilah kekuatan solidaritas: ketika kita dengan tulus mau berbagi, Tuhan melipatgandakannya menjadi berkat bagi banyak orang.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Taat Kepada Allah di Tengah Godaan Kekuasaan

Maka, kita diajak untuk tidak menahan apa yang kita miliki, tetapi dengan yang sedikit ada pada kita asalkan kita punya iman dan kepercayaan, menyerahkannya kepada Tuhan demi kebaikan bersama, pasti berlipat ganda.

Karena itu, kita dipanggil untuk hidup dalam solidaritas yang lahir dari iman dan kepercayaan kepada Allah. Keteguhan para rasul mengajarkan kita untuk tidak mudah goyah dalam menghadapi tantangan hidup ini. Keterbukaan hati untuk berbagi mengingatkan kita bahwa dari hal kecil, Tuhan dapat melakukan karya besaR..

Maka, marilah kita setia dalam iman, murah hati dalam berbagi, dan percaya bahwa Allah selalu bekerja menghadirkan keselamatan melalui hidup kita. Jangan pernah menunda untuk memberi, sebab memberi adalah cara paling sederhana namun paling kuat untuk menghadirkan kasih Allah bagi sesama.

Petikan BUSA-H untuk kita: 

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Angin Roh yang Mengubah Segalanya

”Tuhan tidak menuntut kita memiliki banyak, tetapi mengundang kita setia menyerahkan yang sedikit dengan iman yang besar.”

”Kesetiaan dalam hal kecil adalah pintu bagi Allah untuk menghadirkan karya besar dalam hidup kita dan sesama.”

”Saat kita berani berbagi dengan tulus, kita sedang membuka ruang bagi mukjizat Allah untuk terjadi melalui hidup kita.”

Tuhan memberkati kita.#rd.fd@

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan