MAUMMERE,dewader.com-Seorang balita berusia tiga tahun menangis histeris, Sabtu siang, 18 April 2026 d dalam rumahnya di Dusun Jedawair, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Skka, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Hari itu, sang kakak menemani ibunda mereka berangkat ke Kampung Nataleba di Kecamatan Waigete, sebelah timur Kota Maumere. Sedangkan balita yang tak disebut identitasnya bersama ayahnya AB (31) tinggal di rumah mereka.
Keadaan rumah pada Sabtu siang tadi berbeda dari hari-hari sebelumnya. Semua pintu dan jendela rumah terkunci. Di dalamnya hanya AB dan anaknya.
Maria Aptianti Nona Len (19) yang baru pulang dari sekolah, setibanya depan rumah AB mendengar suara balita menangis ketakutan.
Baca juga:Bunuh Diri Pertama Tahun 2026 di Kabupaten Sikka Diawali Murid Sekolah Dasar
“Mendengar suara tangisan, Nona Len memanggil dari luar rumah, tapi tidak ada jawaban. Usahanya membuka pintu rumah sia-sia. Ssemua pintu rumah terkunci dari dalam,” tulis Kasi Humas Polres Sikka, Iptu Leonardus Tunga, dalam rilis yang dikirim kepada wartawan
Nona Len akhirnya memanjat jendela belakang dapur rumah. Betapa terkejutnya dia menyaksikan AB tergantung di dalam dapur menggunakan tali.
Ia berteriak memanggil keluarga dan para tetangga sekitar. Silverster Dadu (38) datang dan mendobrak pintu belakang dapur. Ia lalu menyuruh Donatus Yon Mona (58) melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kewapante.
Personil Polsek Kewapante mendapat laporan warga menuju rumah korban. Disana, masyarakat sekitar sudah banyak yang berkumpul. AB yang masih tergantung dan tidak tertolong alias meninggal dunia.
Baca juga:Gantung Diri Lagi, Belum Genap Sepekan Dua Warga Sikka Gantung Diri
Sakit Tak Sembuh
Keluarga korban menuturkan bahwa AB merupakan karyawan swasta telah lama menderita sakit. Ia sering keluar masuk rumah sakit menjalani pengobatan, tapi tak kunjung sembuh.
Kasi Humas Polres Sikka, Iptu Leonardus Tunga menduga, motif dugaan bunuh diri adalah persoalan pribadi korban yang selama ini sakit-sakitan. Ia dikabarkan mengeluarkan ongkos yang besar berobat.
“Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka menolak dilakukan visum luar dan outopsi,” kata Leonardus.
Baca juga:PNS Bunuh Diri Sempat Ambil Uang di Bank NTT Persiapan Kunjungan Bupati Sikka ke Desa Natakoli
Oknum Guru Gantung Diri
Kasus kematian gantung diri, Sabtu sore, 18 April 2026 merupakan kasus kedua dalam pecan kedua bulan April ini. Hari Minggu sore, 12 April 2026, YA (34), oknum guru SMPN Nuba Arat di Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka ditemukan gantung diri di dalam rumahnya di Desa Watuliwung.
Kematian YA menghadirkan banyak ucapan belasungkawa dan simpati di media sosial.Para sahabat membagikan beberapa pose foto prewedding YA dan tunangannya yang dilaksanakan di beberapa lokasi. Padahal, keduanya direncanakan menikah pada bulan Juni 2026.
Sebelum pulang ke Maumere pada Minggu siang itu, saat masih di Kupang, YA telah menelpon kakak kandung, AHS (42) dan kakak ipar AD (43), minta dijemput di Bandara Frans Seda, Minggu 12 April 2026.
Baca juga:BREAKING NEWS: Pegawai Kantor Camat Mapitara Diduga Bunuh Diri
Keduanya menuju Bandara Frans Seda menjemput YA. Sesampainya di sana, YA tak ditemukan.
“YA telpon AHS dan AD suruh ke rumah di Watuliwung karena dia mengaku sudah berada di rumah. Keduanya menuju Watuliwung,” kata Leonardus.
Setibanya di rumah, kakak kandung dan kakak ipar memanggil YA. Tidak ada jawaban, akhirnya mereka masuk ke dalam rumah, membuka pintu kamar YA.
“Waktu pintu terbuka, mereka melihat korban sudah tergantung di dalam kamar menggunakan seutas tali,” kata Leonardus. *
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eginius Moa






