BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Tubuh dan Darah Kristus: Energi Kasih yang Mengubah
Jumat, 24 April 2026. Hari Biasa Pekan III Paskah. Kisah Para Rasul 9:1-20; Yohanes 6:52-59
Oleh: Rd.Fidelis Dua.
Mendaki bukit memandang pagi,
Langit cerah menenangkan jiwa.
Membakar hati dengan kasih Ilahi,
Melepas amarah memenangkan cinta-Nya.
SAUDARI dan saudara terkasih, dalam kehidupan sehari-hari, tidak jarang manusia dikuasai oleh amarah, ego, dan keinginan untuk membenarkan diri sendiri. Kita mudah merasa paling benar, lalu tanpa sadar melukai sesama dengan kata, sikap, bahkan tindakan.
Dalam situasi seperti ini, hati menjadi keras dan relasi pun retak, karena kasih digantikan oleh kepentingan dan ambisi pribadi.
Dalam bacaan pertama, kita melihat Saulus yang begitu berapi-api dalam kemarahan dan permusuhan, bahkan merasa dirinya benar ketika menganiaya para pengikut Kristus. Namun, Tuhan menghentikannya dengan cara yang luar biasa dan mengubah hidupnya secara total. Dari seorang penganiaya, ia menjadi alat pilihan Tuhan untuk mewartakan Injil kepada bangsa-bangsa.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Ketika Iman Menjadi Relasi, Bukan Transaksi
Peristiwa ini menunjukkan bahwa kuasa kasih Allah mampu mengubah hati yang paling keras sekalipun, dan bahwa tidak ada dosa atau kejahatan yang lebih besar daripada rahmat dan belas kasih-Nya.
Dalam Injil, Yesus menegaskan bahwa “daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.” Ia mengundang kita untuk bersatu dengan-Nya melalui Ekaristi, sumber kehidupan kekal.
Menerima Tubuh dan Darah Kristus bukan sekadar ritual, tetapi perjumpaan yang mengubah hidup, yang menanamkan kasih Allah dalam hati kita. Dari Ekaristi, kita memperoleh kekuatan untuk hidup dalam kebenaran, melawan dosa, dan menjadi pribadi yang penuh kasih seperti Kristus sendiri.
Karena itu, kita diajak untuk membuka hati terhadap karya kasih Tuhan yang mampu mengubah hidup kita, sebagaimana Saulus diubah menjadi Paulus. Ekaristi menjadi sumber kekuatan agar kita tidak lagi hidup dalam amarah dan ego, tetapi dalam kasih yang membaharui.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Tuhan Ada di Sampingmu, Meski Tak Kau Sadari
Ketika kita sungguh bersatu dengan Kristus, hidup kita pun diubah menjadi sarana kehadiran-Nya bagi sesama. Maka, marilah kita datang kepada Tuhan dengan kerinduan yang tulus, agar kasih-Nya mengalir dalam hidup kita dan memampukan kita untuk menjadi saksi cinta-Nya di dunia.
Petikan BUSA-H untuk kita:
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Di Tengah Badai, Tuhan Hadir: Kita Takkan Tercerai-Berai
Ketika kasih-Nya menyentuh hati, yang paling keras pun retak, yang paling luka pun dipulihkan, dan yang tersesat pun menemukan jalan pulang.”
”Ekaristi bukan semata-mata kita menerima Kristus, melainkan momentum Kristus “mengambil alih” hidup kita dan menyalakan cinta yang sanggup berkorban.”
”Amarah bisa melukai hati, tetapi kasih pasti menyembuh luka di hati.”
Tuhan memberkati kita.#rd.fd@
Editor: Eginius Moa





