Setahun 20 Ribu Lebih Kondom Dipakai Umum, Keluarga Berencana 250 Buah
MAUMERE,dewadet,com-Prevalensi penderita HIV/Aids di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah setiap tahun hingga mencapai 1.266 pada bulan Juni 2026 berbanding lurus dengan penggunaan umum kondom sekitar 20 ribu lebih.
Kepala Dinas Kesehatan Sikka, Petrus Herlemus, Kamis siang 13 September di Maumere menjelaskan pemakaian Kondom untuk Keluarga Berencana (KB) sekitar 250 buah pada tahun 2025. Sedangkan pengunaan Kondom untuk lain-lain sekitar 20 ribu lebih.
“Itu data tahun lalu ketika saya masih Badan Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan dan Anak. Kalau dianalisa berbanding lurus dengan data HIV sekitar 1.200 lebih pada 2026 ini,” kata Petrus Herlemus.
Petrus mengatakan Kondom dijual di depot-depot yang ditentukan oleh Komisi Penanggulan Aids Daerah (KPAD).
Baca juga:1.225 Penderita HIV dan AiDS di Sikka, Terbanyak AIDS 857 Orang
“Mereka titip di sana (depot) yang bisa dijual. Pemakaianya berapa banyak dicatat,” katanya.
Menurut Petrus Herlemus, terus bertambahnya penderita HIV disebabkan pengendalian yang lemah. Kos-kosan yang banyak dibangun, selain pub tidak diimbang dengan kesadaran melakukan pengendalian turut menyumbangkan penyakit menular HIV.
“Ada anak di bawah umur tinggal di kos tanpa kerja.Dari mana dia bayar kos? Itu tanda tanya besar. Maka sangat perlu pengendalian oleh pemilik kos, RT RW dan kelurahan. Semua kita harus kerjasama dan kerja keras,” kata Petrus Herlemus.
Data Dinas Kesehatan Sikka menyebutkan HIV diidap lintas profesi dan lintas usia. Ibu rumah tangga, PNS, TNI/Polri, karyawan dan profesi lainnya. Pokoknya semua profesi. Ada yang sudah Lansia,” ujar Petrus Herlemus.*





