1.225 Penderita HIV dan AiDS di Sikka, Terbanyak AIDS 857 Orang

Ketua Pelaksana KPA Kabupaten Sikka, Simon Subandi, didampingi Sekretaris KPA Sikka, Yohanes Siga, dan Kepala Dinas Infokom Sikka, Veri Awales, dalam konferensi pers Kamis pagi 27 November 2025 di Kantor Bupati Sikka. (dewadet.com/eginius moa).

MAUMERE,dewadet.com-Penyakit HIV dan AIDS di Kabupaten Sikka terus meningkat di tengah prakter prostitusi ilegal yang juga makin marak Akumulasi data tahun 2003 sampai bulan Juli 2025 sebanyak 1.225 HIV dan AIDS.

Terbanyak penderita AIDS sebanyak 857 orang dan HIV 368 orang dengan angka kematian 260 kasus. Kasus HIV dan AIDS ini telah menyebar di semua kecamatan menyerang semua kelompok umur dan profesi.

“Teman kasus terbaru selama bulan Januario-Juli 2025 sebanyak 35 kasus,” kata Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sikka, Simon Subandi, dalam konferensi pers bersama Sekretaris KPAD Sikka, Yohanes Siga, dan Kepala Dinas Infokom Sikka, Veri Awalaes, Kamis pagi di Kantor Bupati Sikka.

Dijelaskan dari 1.225 kasus HIV, 652 orang aktif ARV dan yang melakukan tes viral load sebanyak 304 orang (hasilnya virus tidak terdeteksi). Sedangkan lost to folow up atau mangkir sebanyak 96 orang.

Baac juga:Kondom Bekas di PJC, Pria Bertato sampai Grup Layanan, Temuan Prostitusi Remaja di Kota Maumere   

“Menurut resiko terinfeksi kelompok heteroseks menempati urutan teratas 1012 kasus disusul homoseks 135, perinatal 51 kasus, yang tidak diketahui 23 kasus dan 4 kasus penasun,” kata Simon yang menjabat Wakil Bupati Sikka.

Berdasarkan profesi atau pekerjaan, ibu rumah tangga atau IRT berada di urutan atas yakni 299 orang, disusul petani 199,  pekerja swasta 191. Sopir 66, PNS/TNI Polri  tn 40, Buruh 54 orang, karyawan 52, tidak kerja 67 lain-lain 54 ojek 27 mahasiswa 35. Menurut jenis kelamin meliputi 773 laki-laki dan 452 orang.perempuan.

Jika dikelompok berdasarkan usia,  terbanyak diderita usia 25-49 tahun sebanyak 894 orang. Usia 50 tahun keatas 100 orang.  Usia 20-24 tahun sejumlah 165 orang. Kemudian usia 1-14 tahun terdapat 43 orang, usia 15-19 sebanyak 15 orang, bahkan usia dibawah satu tahun terdapat delapan penderita.

“Dalam rangka pencegahan, KPA juga menyiapkan kondom sebagai alat pencegahan IMS dan HIV-AIDS yang didistribusikan melaui 24 hot spot,” Yohanes Siga menambahkan.*

Penulis: Eginius Moa

Editor: Eginius Moa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan