Gempa Flores: 33 Orang Meninggal, Terbanyak di Manggarai

Petugas SAR mengevakuasi korban di Terminal Penumpang Pelabuhan Lorens Say Maumere, Sabtu 15 Agustus 2026. (dok Kantor SAR Maumere).

MAUMERE, dewadet,com– Sejumlah 33 orang warga Pulau Flores, Provinsi  Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan meninggal dunia terdampak gempa bumi hari Sabtu pagi, 15 Agustus 2026.

“Data sementara ada 33 orang meninggal dunia,” kata Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena, di Maumere,  Kabupaten Sikka, Sabtu siang.  Gubernur datang ke Maumere bersama Ketua DPRD NTT, Kapolda NTT, Danrem 161 Wirasakti Kupang,

Di Kabupaten Sikka terdapat tiga orang meninggal dunia, Ngada satu orang, Manggarai 14 orang, dan Manggarai Barat satu orang.

Sementara itu, korban luka-luka berjumlah 23 orang dan saat ini tengah dirawat di sejumlah rumah sakit dan Puskesmas.

Baca juga:Gempa Flores: Plafon Gereja Thomas Morus Roboh, Lima Rumah Warga Nangalimang Rusak

Diberitakan sebelumnya gempa terjadi pada pukul 04.58.24 WIB atau pukul 05.58 WITA  berpusat di laut, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer.

Guncangan terasa kuat di sejumlah wilayah NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan.

Di Kota Maumere, seorang warga, Meliana Nenong (54)  yang berada di Terminal Pelabuhan Lauren Say Maumere meninggal dunia, dan dua orang luka-luka tertimpa tembok bangunan yang roboh.

Semua korban dievakuasi Tim SAR Gabungan ke RSUD T.C Hillers Maumere.*

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan