Gempa Flores: Perayaan Proklamasi RI Dibatalkan
MAUMERE,dewadet.com-Agenda nasional perayaan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan RI, Senin 17 Agustus 2026 dan semua rangkaian acara di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dibatalkan penyelenggaraanya pasca gempa bumi beramplitudo 7.7 melanda Pulau Flores, Jumat pagi 05.58 WITA.
Ketua Umum Panitia HUT ke-81 RI, Veri Awales, Minggu 16 Agustus 20026 mengatakan pembatalan peringatan detik-detik kemerdekaan RI diputuskan dalam rapat koordinsi hari Jumat, 15 Agustus 2026.
Pertemuan pembatalan itu, kata Veri Awales dihadiri Bupati Sikka dan Wakil Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, dan Simon Subandi, Plt. Sekda Sikka, Femy Bapa, Kalaksa BPBD, Asisten Sekda, staf ahli Bupati Sikka, pimpinan perangkat daerah. Selain dihadiri oleh para camat dan lurah berlangsung di Posko BPBD Kabupaten Sikka.
Dikatakannya, keputusan ini setelah mencermati kondisi pascagempa bumi, gempa susulan yang telah mencapai 512 kali dalam sehari dan telah menimbulkan 38 orang korban jiwa meninggal dunia. Tiga orang diantaranya warga Kabupaten Sikka serta kerusakan rumah warga dan fasilitas public,” ujat Veri Awales.
Baca juga:Korban Gempa Flores Bertambah Jadi 38 Orang
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Sikka menjelaskan bahwa keadaan ini sebanyak 1.264 warga dari 306 kepala keluarga mengungsi di Gelora Samador Maumere, Di DPRD Sikka sebanyak 70 orang dari delapan KK, Lapangan Seminari Bunda Segala Bangsa sebanyak 292 orang, halaman SD Wairklau 68 jiwa dan beberapa warga mengungsi ke rumah keluarga maupun rumah warga di desa dan kelurahan.
“Upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 ditiadakan. Seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan mulai tanggal 15 Agustus 2026 dan seterusnya juga tidak dilaksanakan,” tegas Veri Awales.
Ditegaskan lagi bahwa keputusan ini telah mempertimbangkan kondisi kemanusiaan, keselamatan masyarakat, serta penanganan warga terdampak gempa yang saat ini masih berada di sejumlah lokasi pengungsian.
Diberitakan sejumlah 33 orang warga Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan meninggal dunia terdampak gempa bumi hari Sabtu pagi, 15 Agustus 2026.
Baca juga:Gempa Flores: 33 Orang Meninggal, Terbanyak di Manggarai
“Data sementara ada 33 orang meninggal dunia,” kata Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena, di Maumere, Kabupaten Sikka, Sabtu siang.
Di Kabupaten Sikka terdapat tiga orang meninggal dunia, Ngada satu orang, Manggarai 14 orang, dan Manggarai Barat satu orang.
Sementara itu, korban luka-luka berjumlah 23 orang dan saat ini tengah dirawat di sejumlah rumah sakit dan Puskesmas.
Gubernur NTT bersama Kapolda NTT, Danrem 161 Wirasakti Kupang,
Baca juga:Gempa Flores: Plafon Gereja Thomas Morus Roboh, Lima Rumah Warga Nangalimang Rusak
Gempa bumi terjadi pada pukul 04.58.24 WIB atau pukul 05.58 WITA berpusat di laut, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer. Guncangan terasa kuat di sejumlah wilayah NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan. *





