Jalan Trans Flores dari Labuan Bajo sampai Larantuka Pulih Pasca Gempa
MAUMERE,dewadet.com-Ruas Jalan Trans Flores dari Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat sampai di Larantuka, Kabupaten Flores Timur di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali pulih pasca gempa bumi hari Sabtu 15 Agustus 2026 pukul 05.58 Wita.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr.Suharyanto, S.Sos,MM, menyampaikan kepada wartawan Selasa malam, 18 Agustus 2026 di Posko Gempa Flores, Kantor BPBD Sikka.
“Sebagian besar jalur transportasi dari ujung Flores (barat) sampai Larantuka sudah pulih. Bahkan ke Reo (Kabupaten Manggarai) yang semula putus sudah pulih. Saya juga ke Reo, alhamdulih,” ujarnya.
Didampingi Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, dan Ketua DPRD Sikka, Stefanus Sumandi, Letjen Suharyanto menjelaskan kebutuhan air bersih, listrik dan telekomunisi sudah normal.
Baca juga:Kritis Dua Korban Gempa di Palue, Jalan Tertimbun Longsor
“Dirut Telkomsel menyatakan sudah pulih. Listrik PLN ada beberapa masih terganggu, tapi sebagian besar sudah menyalah,” ujarnya.
Bantuan rumah Rusak Rp 15 juta sampai Rp 30 Juta
Sedangkan distribusi logistik secara terus menerus dilakukan. Rata-rata di pengungsian terpusat maupun tersebar, sudah menerima logistik. Namun, jumlahnya masih sangat kurang, dan setiap hari ditambah.
“Dan, yang agak lambat dan harus ditambah adalah selter dan tenda karena jumlanya banyak sekali. Masih banyak pengungsian mandiri mengunakan tenda darurat, terpal. Kami akan ganti dengan tenda-tenda yang lebih layak,” janji Letjen Suharyanto.
Baca juga:Buku Bacaan, Disarpus Sikka Memulihkan Psikologis Anak Terdampak Gempa
BNPB herapkan juga dalam waktu tidak terlalu lama logistik dan kebutuhan dasar, serta rumah masyarakat rusak sedang dan ringan segera dilakukan pendataan yang parelel dengan Pemda segera diajukan kepaa pemerintah pusat untuk diberikan bantuan
“Untuk rusak ringan diberikan Rp 15 juta rusak dan rusak sedang Rp 30 juta, sehingga mereka bisa kembali ke rumahnya,” harap Letjen Suharyanto.
Sedangkan rumah rusak berat dilakukan dengan dua skema. Warga yang bisa tinggal di rumah keluarganya diberi dana hunian, tetapi yang tidak punya keluarga dibangun hunian sementara (huntra). Apakah secara komunal dengan lokasi yang disiapkan oleh Pemda atau pinjaman sambil menunggu hunian tetap dibangun di lahan sendiri.
Ia menambahkan, telah terbentuk Satgas komando tingkat kabupaten/kota dan gubernur membentuk Satgas tingkat provinsi. Sedangkan pemerintah pusat membentuk Posko Pendampingan Nasional.
Baca juga:Mobil Pikap Terjebak Gempa di Jalan Poros Kecamatan Palue Belum Dievakuasi
Demikian halnya untuk logistk di luar Pulau Flores, dibentuk di Halim Perdanakusuma Jakarta. Kepada siapapun yang hendak membantu masyarakat Flores bisa membawa bantuanya ke sana.
Sementara di Flores dibentuk di dua lokasi. Di Labuan Bajo untuk melayani Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur dan Ngada. Sedangkan di Maumere untuk melayani Sikka, Ende dan Nagekeo.
Dikatakannya,sampai hari keempat pasca gempa, korban meninggal dunia sebanyak 70, luka berat 517, luka sedang 1 orang dan luka ringan 664. Sedangkan data sementara kerusakan rumah, kategori berat 5.000 unit lebih, rusak sedang 2.000 unit lebih dan ringan 4.500 unit lebih.
Gempa Flores, Sabtu 15 Agustus 2026 pukul 05.58 Wita berpusat di laut, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer.
Baca juga:Paus Leo XIV Turut Berduka untuk Korban Gempa Flores
Guncangan terasa kuat di sejumlah wilayah NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan menewaskan 50-an orang, ratusan orang luka berat dan ratusan rumah warga dan fasilitas umum rusak.*




