MAUMERE,dewadet.com-Hari ke-16 pasca Gempa Flores, Sabtu 15 Agustus 2026 pukul 05.58,23 WITA, Kantor Bupati Sikka di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar aktivitas perkantoran di tenda mulai Senin 31 Agustus 2026.

Tujuh unit tenda berlogo Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) didirikan di halaman depan Kantor Bupati berlokasi di Jalan El Tari Kota Maumere.

Di hari pertama aktivitas perkantoran pasca gempa bermaginitudo 7,7 pada Sabtu pagi dua pekan yang lalu, sampai pukul 07.00 WITA, belum nampak para pegawai kantor pemerintahan itu hadir di sana. Padahal sebelum gempa, sudah banyak pegawai yang datang.

Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi, dihubungi Minggu malam 30 Agustus  2026 mengakui aktivitas perkantoran dimulai hari ini, Senin.

Baca juga:Palue Dekat ke Episentrum Gempa Flores Berdampak Ribuan Rumah Rusak

“Kami akan berkantor di tenda-tenda. Terlalu riskan juga beraktivitas di dalam gedung ketika misalnya terjadi gempa susulan,” kata Simon Subandi, Minggu malam.

Sebelumnya Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, mengakui bangunan kantor bupati rusak berat di dalam gedung. Kerusakan gedung pemerintahan itu juga sudah disampaikan kepada Kepala BNPB, Menteri Dalam Negeri dan Wakil Presiden yang datang ke Maumere pasca gempa.

Sementara di lokasi kantor dinas dan badan yang lain yang gedunganya masih kokoh berdiri, semisal di Dinas Sosial Sikka, Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan UMKM, para pegawai sudah hadir di sana melakukan aktivitasnya.

Kegitan Belajar Mengajar (KBM) pasca Gempa Flores, hari Sabtu 15 Agustus 2026 dimulai kembali, Senin 31 Agustus 2026 untuk kelompok SD sampai SMP. Sedangkan PAUD dan Taman Kanak-Kanak (TK) diterapkan berlajar dari rumah selama satu minggu.

Baca juga:Rokonstruksi Pasca Gempa, Yusuf Kala: Rakyat Disuruh Kerja Jangan Pangku Tangan 

KBM di SMPN I Maumere direlokasi seluruhnya ke Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Maumere. Gedung sekolah tersebut tidak layak dilaksanakan KBM karena membahayakan bagi peserta didik bila terjadi gempa susulan.

Informasi yang dihimpun Jumat siang menyebutkan 30-an tiang bangunan gedung sekolah itu retak dan miring terdampak gempa dan 630 pelajar harus direlokasi ke SKB.

“Sesuai rapat tadi malam dipimpin  Pak Bupati Sikka, KBM untuk TK dan PAUD dilakukan belajar dari rumah (BDR) selama seminggu, sedangkan SD dan SMP dlakukan mulai Senin 31 Agustus 2026,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PKO) Sikka, Patris Federiko, kepada wartawan Jumat siang, 28 Agustus 2026.

Motede KBM pada  tiga hari pertama sampai hari keempat diisi dengan trauma healing, sedangkan untuk para guru pada hari kelima dan hari keenam.

Baca juga:Yusuf Kalla Bagi Pengalaman Tsunami Aceh dan Gempa Yogyakarta di Maumere  

“Kami juga akan minta kepada semua sekolah laksanakan pertemuan dengan  orangtua murid  memahami kondisi ini, sehingga orangtua murid  punya satu pemahaman bahwa anaknya bisa belajar dengan nyaman di sekolah,” kata  Patris.

Dijelaskan Patris,  dari 70 sekolah yang diidenfentifikasi bersama para konsultan sebanyak 24 sekolah rusak total dengan 96 ruang kelas. Kerusakan ruang kelas ini harus diintervensi dengan tenda.

“Paling utama SMPN 1 Maumere.  dari 30 rombongan belajar yang ada dii sekolah tersebut harus direlokasi seluruhnya karena dari sisi teknis tidak layak untuk KBM,” tegas Patris.*

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan