BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Tetap Berdiri di Dekat Salib
Selasa, 15 September 2026. Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Berdukacita. Ibrani 5:7-9; Yohanes 19:25-27.
Oleh: RD.Fidelis Dua
SAUDARA dan saudari yang terkasih, ada penderitaan yang dapat kita hindari, tetapi ada pula yang harus kita jalani. Kehilangan orang yang kita kasihi, penyakit yang berkepanjangan, anak yang sedang menghadapi persoalan, keluarga yang terluka, atau kenyataan hidup yang tidak dapat kita ubah dapat membuat hati bertanya bagaimana kita harus bertahan.
Hari ini kita memandang Maria yang berdiri di dekat salib Putranya. Ia tidak dapat menghentikan penyaliban, tidak dapat mengambil alih penderitaan Yesus, dan tidak memperoleh penjelasan yang menghapus dukacitanya. Namun Maria tetap berdiri di sana. Ia hadir dan tetap mengasihi di tengah penderitaan yang tidak dapat diubahnya.
Sementara itu, Surat kepada Orang Ibrani memperlihatkan Yesus sendiri yang melalui penderitaan menjalani ketaatan-Nya sampai tuntas. Penderitaan bukan sesuatu yang dicari atau dimuliakan, tetapi dalam iman, penderitaan yang tidak dapat kita hindari dapat dijalani tanpa kehilangan kasih dan kesetiaan.
Dan di bawah salib, kasih itu justru membuka sebuah hubungan baru. Di tengah penderitaan-Nya, Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya. Kepada Maria Ia berkata, “Ibu, inilah anakmu!” dan kepada murid itu, “Inilah ibumu!”
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Pandanglah Salib, Jangan Kehilangan Harapan
Sejak saat itu murid tersebut menerima Maria di dalam rumahnya. Salib tidak membuat mereka berjalan sendiri-sendiri dalam dukacita. Yesus mempertemukan mereka dan mempercayakan mereka satu sama lain.
Di sinilah Sabda menyentuh kehidupan kita. Ada saatnya kita tidak mampu menghilangkan penderitaan seseorang, tetapi kita masih dapat hadir di sisinya. Kita mungkin tidak mempunyai jawaban untuk seorang ibu yang kehilangan anaknya, keluarga yang sedang berduka, atau sahabat yang hidupnya sedang runtuh.
Namun kita dapat mendengarkan, menemani, mendoakan, dan tidak meninggalkan mereka. Kasih tidak selalu mampu menghapus penderitaan, tetapi kasih dapat memastikan bahwa tidak seorang pun harus menanggungnya sendirian.
Maka, pada peringatan Santa Perawan Maria Berdukacita ini, belajarlah dari Maria untuk tetap berdiri dalam iman dan kasih pada saat kehidupan tidak berjalan seperti yang kita harapkan. Jika kita sendiri sedang berduka, jangan takut menerima Maria ke dalam rumah kehidupan kita dan membawa dukacita itu kepada Kristus.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Berhentilah Menghitung, Mulailah Mengampuni
Jika seseorang di sekitar kita sedang menderita, jangan terburu-buru memberikan banyak penjelasan. Hadirlah, dengarkanlah, dan berjalanlah bersamanya.
Di bawah salib, Yesus tidak menghapus dukacita Maria pada saat itu, tetapi Ia tidak membiarkan Maria berjalan sendirian. Ada penderitaan yang tidak dapat kita hilangkan, tetapi selalu ada kasih yang dapat kita berikan. Maka, seperti Maria, tetaplah berdiri di dekat salib dan jangan meninggalkan mereka yang sedang menangis.
Petikan BUSA-H #15/09/2026
“Iman tidak selalu mengubah kenyataan yang menyakitkan, tetapi memberi kita kekuatan untuk tetap berdiri tanpa kehilangan kasih dan harapan.”
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Kemuridan yang Tidak Terbelah
“Ada penderitaan yang tidak dapat kita hilangkan, tetapi selalu ada kasih yang dapat kita berikan.”
”Kita tidak harus mempunyai jawaban atas setiap air mata, sebab kadang-kadang kasih yang paling dibutuhkan adalah kehadiran yang tidak pergi.”
“Di bawah salib, Maria mengajarkan bahwa kasih sejati tidak selalu mampu menghentikan penderitaan, tetapi tidak pernah meninggalkan orang yang sedang menderita.”
Tuhan memberkati kita#rd.fd@





