Dari Feondari ke Okinawa, Macin Jejakan Kaki di Bandara Internasional Naha

Pantai di Naha, Okinawa, Jepang, Rabu 30 September 2026. (dok.macin).

MAUMERE,dewadet.com-Rabu pagi, 30 September 2026 waktu Okinawa, Jepang, Martinus Moa akhirnya menjejakan kaki pertama kali di Bandara Internasional Naha.

Penerbangan lumayan lama. Dimulai dari Bandara Ngurah Rai di Denpasar Bali, Selasa, 29 September 2026 menuju Jakarta dilepas LKP Musubu. Melanjutkan penerbangan internasional Jakarta-Singapura-Okinawa.

Syukur kepada Tuhan Yang Masa Kuasa telah mengantarkan Macin, sapaan Martinus Moa tiba selamat di kota tujuan yang saban hari hanya ada dalam mimpi. Baca komik dan nonton film-film kartun Naruto.

Perawat tamatan STIKES Santa Elisabeth Lela, Kabupaten Sikka, Pulau Flores asal Kampung Wolosaga, Desa Feondari, Kecamatan Tanawawo, Kabupaten  Sikka, memiilih Okinawa mewujudkan mimpinya kerja di Jepang. Lebih dari enam bulan, Macin menyiapkan diri  melallui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Musubu.

Baca juga:LPK Musubu Utus Empat Perawat Asal Flores Kerja di Jepang

Macin berkarya di Rumah Sakit Okinawa membagikan kisah perjalanan ketika menjejakan kaki pertama di Naha.

“Hallo pak, selamat siang.  Ini saya barusan sampai di hotel,” tulis Macin dalam pesan WhatsApp, Rabu pagi.

“Macin merasa sangat senang. Karena macin rasa kayak mimpi. Kek tidak menyangka, tiba-tiba Macin sudah di negara yang Macin impikan selama ini akhirnya terkabul juga.”

Saat tiba Bandara Internasional Naha, tulis Macin dalam pesan WhatsApp, dia kontak Ibu Rika, ‘Touroku Shien Kikan’ atau Lembaga pendukung terdaftar.

Baca juga:Mertin Wujudkan Impian Kerja di RS Tokyo, Macin Pilih Okinawa, “Bali-nya” Jepang

“Saya sangat berterima kasih, karena beliau yang sudah membawa saya untuk bekerja di negara Jepang tepatnya di Okinawa. Saya sangat bersyukur dan merasa senang.”

Ia mengatakan,ketika hendak berangkat dari Bali-Jakarta, kemudian ke Singapura-Okinawa, dia selalu menghubungi orangtuanya.

“Mereka berpesan kepada saya. Kerja harus baik-baik, selalu rendah hati, percaya diri, selalu berdoa dan giat belajar,” tulis Macin.

Diberitakan sebelumnya,LPK Musubu mengutus empat orang perawat setelah menyelesaikan  pelatihan ketrampilan menjadi perawat professional. Mereka menjalani kontrak kerja selama lima tahun di rumah sakit dan bisa diperpanjang lagi masa kontraknya.

Baca juga:Berapa Pendapatan Perawat asal Flores di Jepang? Gaji Awal Rp 25 Juta, Ada Lembur dan Bonus

Pada hari Selasa 29 September 2026 telah diberangkatkan Martinus Moa menuju Okinawa. Macin berasal dari Wolosaga, Desa Feondari, Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka.

Selanjutnya hari Rabu, 30 September 2026 menyusul Mertin Soi asal Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada ke kota tujuan Tokyo. Terakhir pada 4 Oktober 2026, diberangkatkan Hilman asal Kabupaten Ngada dan Irene Maria Lidi asal Kampung Wukak, Desa Bloro, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka.

Tambahan empat perawat yang diberangkatkan, maka saat ini telah ada 75 perawat binaan LPK Musubu bekerja di Jepang. Penempatan pertama  dilakukan tahun 2022 pasca pandemi Covid-19.*

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan