Anak Flores Bermimpilah Kerja di Jepang, Rani Kirim Tantangan dari Shiraoi Hokkaido

Anak Flores Bermimpilah Kerja di Jepang, Rani Kirim Tantangan dari Shiraoi Hokkaido

MAUMERE,dewadet.com-Irena Maria Lidi (25)  telah tiba di Kota Shiraoi, Hokkaido, Jepang, Senin pagi 5 Oktober 2026.

Anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Yosef Benyamin, dan Imelda Lambertini menempati lokasi tugas di Kota Shiraoi, Hokkaido. Selama lima tahun, ia mengikat kontrak kerja di sana.

Rani, sapaannya akan mengembang profesi sebagai Kaigo atau Perawat Lansia di sebuah grup home di Kota Shiraoi. Para penghuni grup ini rata-rata masih sehat.

Berlatar belakang pendidikan sarjana jurusan teknologi pertanian dari Universitas Satya Wacana Salatiga di Jawa Tengah, Rani banting stir memilih jadi Kaigo menjadi tantangan yang lain. Beda pilihan itu sekaligus mencoba hal-hal yang baru.

Baca juga:LPK Musubu Utus Empat Perawat Asal Flores Kerja di Jepang

Rani mengakui bahwa orangtua, keluarga dan Mama Vonny Francis Yuki dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Musubu Bali berperan menguatkan tekadnya memilih bekerja di Jepang.

“Karena awalnya saya sangat ragu untuk mengambil pekerjaan ini. Saya tidak memiliki latar belakang perawat Lansia tapi seorang yang menekuni teknologi pangan, yang notabenenya saya lebih banyak berkutat dengan makanan,” kata Rani, dalam percakapan dengan wartawan.

Beragam pertimbangan serta motivasi, tidak ada salahnya Rani memutuskan mengambil kesempatan ini, mumpung masih muda.

“Tapi rencana Tuhan adalah ternyata di pekerjaan saya sekarang. Saya juga tetap berkutat dengan makanan walau dengan konsen yang berbeda yaitu makanan Jepang atau makanan yang cocok dengan Lansia,” kata Rini.

Baca juga:Nona Sikka Deg-degan Tiba di Sapporo, Hokkaido ‘Terdampar’ di Shiraoi

“Saya memilih bekerja sebagai Kaigo karena saya ingin menambah pengalaman dan mencari peluang karier yang lebih baik,”katanya lagi.

“Di pikiran saya, tidak boleh gengsi karena banting setir, mumpung masih muda. Kalau memang nanti gagal bisa mulai lagi daripada tidak mulai sama sekali.”

Latar belakang pendidikan dan pilihannya ini, Rani mengajak kaum muda d Pulau Flores dan Kabupaten Sikka menerima setiap kesempatan yang ada. Bagi Rani, masa depan yang lebih cerah itu perlu dijemput, bukan kita hanya diam karena takut gagal.

“Kita tidak perlu gengsi dalam melakukan pekerjaan apapun. Selama itu bukan hal yang merugikan orang lain, maka sangat tidak masalah,” kata Rani.

Baca juga:Dua Perawat Asal Flores Tiba di Jepang Dikontrak Lima Tahun  

Telah lama menekuni pelatihan kerja menjadi Kaigo di LPK Musubu, dan penguasaan Bahasa Jepang level N4, sebelum berangkat ke Jepang, Rani mengaku mendapat banyak pesan dari pengelolah bahkan juga dari sensei-sensei.

“Intinya pandai menjaga diri dan keuangan.Harus bisa meningkatkan level Bahasa Jepang dari yang sekarang, serta jangan malu bertanya jika ada kebingungan dimanapun itu.”

Pada awal pekan pertama Minggu 4 Oktober 2026, LPK Musubu  memberangkatkan Rani dan Hilman ke Jepang. Keduanya menyusul Martinus Moa, dan Mertin Soi, yang lebih dahulu berangkat pada 29 dan 30 September 2026.

Sejak empat tahun lalu sampai saat ini, LPK Musubu telah menempatkan 75 perawat berkarya di berbagai kota di Jepang.*

Salah satu sudut Kota Shiraoi di Hokkaido, Jepang, Selasa 6 Oktober 2026. (foto kiriman Rani)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan