Kamis, 13 November 2025. Hari Biasa Pekan XXXII.  Kitab Kebijaksanaan 7:22-8:1; Lukas 17:20-25.

Oleh: Rd.Fidelis Dua

SAUDARA-saudari terkasih dalam Kristus. Pernahkah kita mencari sesuatu yang sebenarnya sudah ada di depan mata? Seorang bapak tua pernah kehilangan kacamatanya. Ia mencarinya ke seluruh rumah: di bawah meja, di balik bantal, bahkan sampai ke dapur.

Setelah hampir setengah jam, istrinya tersenyum dan berkata, “Pak, kacamata itu sedang Bapak pakai di kepala.” Begitulah manusia: sering mencari di luar apa yang sebenarnya ada di dalam.

Yesus hari ini berkata, “Kerajaan Allah tidak datang dengan tanda-tanda lahiriah. Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antaramu.” Orang Farisi menanti datangnya kerajaan besar yang mengguncang, penuh gemerlap dan kuasa, tapi Yesus justru menunjuk pada sesuatu yang sunyi: kehadiran Allah yang hidup di dalam hati yang mau mendengarkan dan mengasihi.

Kitab Kebijaksanaan menyingkapkan rahasia yang sama: Roh kebijaksanaan itu lembut namun kuat, sederhana namun meliputi segala sesuatu. Ia mengalir dari hati Allah dan menyentuh setiap jiwa yang terbuka. Artinya, siapa pun yang hidup dalam kebenaran, kejujuran, dan kasih, sebenarnya sudah hidup dalam Kerajaan Allah.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian): Kesetiaan yang Menyatukan

Filsuf Thomas Merton pernah berkata, “Kita sering mencari surga di langit, padahal surga itu mulai tumbuh setiap kali kita memilih untuk mencintai.” Artinya surga bukanlah tempat yang jauh, tetapi hadir setiap kali manusia memilih untuk mengasihi dengan tulus, sebab kasih adalah benih surga yang tumbuh di hati manusia.

Saudara-saudari, kita sering berpikir bahwa tanda hadirnya Allah adalah mujizat besar atau keberhasilan gemilang. Namun Yesus menegaskan: Kerajaan Allah hadir dalam kesederhanaan, dalam ibu yang berdoa diam-diam untuk anaknya, dalam orang muda yang memilih jujur di tengah tekanan, dalam seseorang yang tetap mengampuni meski hatinya terluka. Di situlah kerajaan kasih itu hidup, tumbuh, dan menular.

Paus Fransiskus pernah mengingatkan, “Kerajaan Allah tumbuh dalam keheningan, seperti benih kecil yang disembunyikan dalam tanah, tetapi pada saatnya akan menghasilkan buah yang besar.” Maka, pertanyaannya bukan “Kapan kerajaan Allah datang?” , tetapi “Apakah hatiku sudah menjadi tempat di mana kasih Allah bisa bertumbuh?”

Kerajaan Allah tidak akan pernah ditemukan oleh mata yang sibuk menatap ke luar, tetapi oleh hati yang berani dibuka dari dalam. Dan, ketika kasih mulai menguasai cara kita berbicara, bekerja, dan mengampuni saat itulah, tanpa kita sadari, Kerajaan Allah sedang hadir di antara kita.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Potongan Jubah Kasih: Membalut Luka, Menyingkap Wajah Allah 

Petikan Butiran Sabda Allah hari ini:

”Kerajaan Allah tidak menunggu besok untuk datang; ia tumbuh setiap kali kita memilih kasih hari ini.”

“Jangan mencari Allah di langit yang jauh; lihatlah Ia sedang bekerja di hati yang berani mencintai tanpa syarat.”

Tuhan memberkati kita.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan