BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Apa Urusanmu? Ikutilah Aku
Sabtu Pagi, 23 Juni 2026. Hari Biasa Pekan VII Paskah. Novena Roh Kudus hari Kesembilan. Kisah Para Rasul 28:16-20.30-31; Yohanes 21:20-25.
Oleh: RD.Fidelis Dua
SAUDARI dan saudara yang terkasih, ada satu ungkapan yang indah dari Santa Teresa dari Ávila: “Barangsiapa memiliki Allah, ia tidak kekurangan apa pun; Allah saja sudah cukup.”
Ungkapan ini mengingatkan kita bahwa hidup akan kehilangan arah ketika perhatian kita lebih banyak tertuju pada orang lain daripada kepada Tuhan. Di zaman sekarang, fokus menjadi sesuatu yang semakin sulit dipertahankan.
Banyak orang hidup dengan mudah terdistraksi: membandingkan hidupnya dengan hidup orang lain, merasa gelisah melihat keberhasilan orang lain, atau terlalu sibuk memikirkan jalan hidup orang lain daripada menjalani panggilannya sendiri.
Media sosial sering kali memperkuat keadaan itu. Kita melihat keberhasilan orang lain lalu merasa kurang, melihat kebahagiaan orang lain lalu merasa hidup kita tertinggal. Akibatnya, kita kehilangan fokus terhadap apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Jangan Main-Main dengan Kasih
Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa kesetiaan kepada Tuhan menuntut hati yang tetap tertuju kepada-Nya, bukan kepada jalan hidup orang lain. Sikap hati yang tetap tertuju kepada Tuhan seperti inilah yang tampak dalam diri Rasul Paulus
Dalam Kisah Para Rasul, Paulus tiba di Roma sebagai seorang tahanan. Secara manusiawi, keadaan itu tampak seperti kegagalan dan keterbatasan. Namun, Paulus tidak menjadikan penderitaannya sebagai alasan untuk berhenti melayani.
Meskipun berada dalam tahanan, ia tetap memberitakan Kerajaan Allah dan mengajarkan tentang Tuhan Yesus dengan penuh keberanian. Paulus tidak kehilangan fokus terhadap misinya. Ia sadar bahwa panggilannya bukan mencari kenyamanan, melainkan menghadirkan Kristus.
Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa keadaan hidup tidak boleh mematikan semangat iman. Sebesar apa pun tantangan yang kita hadapi dalam pekerjaan, pelayanan, dan kehidupan, kesetiaan kepada Tuhan harus tetap lebih besar daripada segala keterbatasan.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Teguh dalam Iman, Tetap Satu dalam Kasih
Pesan Injil hari ini mengajak kita untuk tetap fokus mengikuti Kristus tanpa sibuk membandingkan diri dengan orang lain. Setelah Petrus menyatakan kasihnya kepada Yesus, ia menoleh kepada murid yang dikasihi Yesus dan bertanya, “Tuhan, bagaimana dengan dia?”
Petrus kehilangan fokus karena perhatiannya beralih kepada orang lain. Maka Yesus menegurnya dengan tegas: “Apa urusanmu dengan hal itu? Tetapi engkau, ikutlah Aku!”
Teguran itu mengandung pesan yang sangat mendalam: setiap orang memiliki jalan panggilan yang berbeda di hadapan Tuhan. Petrus dipanggil untuk memimpin dan mengalami kemartiran, sedangkan Yohanes dipanggil untuk menjalani jalan yang berbeda. Mereka tidak sedang berlomba, tetapi berjalan menuju tujuan yang sama.
Sering kali kita pun terjebak membandingkan hidup: mengapa orang lain lebih berhasil, lebih bahagia, atau lebih diberkati. Padahal Tuhan tidak meminta kita menjadi seperti orang lain; Tuhan meminta kita setia menjadi diri sendiri sesuai panggilan yang diberikan-Nya.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Dijaga oleh Sabda, Diutus dalam Kebenaran
Saudari dan saudara yang terkasih, Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk tetap fokus mengikuti Kristus dengan hati yang setia dan penuh keberanian. Dunia saat ini penuh dengan gangguan yang dapat membuat kita kehilangan arah dan tujuan hidup.
Dalam perjalanan Novena Roh Kudus hari kesembilan, hari terakhir ini, marilah kita memohon agar Roh Kudus menerangi hati kita sehingga kita tidak mudah tergoda untuk membandingkan diri dengan orang lain, tetapi setia menjalani panggilan yang Tuhan percayakan kepada kita.
Roh Kudus juga meneguhkan kita agar tetap memandang Kristus sebagai tujuan hidup dan bukan menjadikan dunia sebagai pusat perhatian kita. Sebab orang yang tetap memandang Kristus tidak akan kehilangan arah, dan orang yang setia mengikuti-Nya akan menemukan damai serta sukacita yang sejati.
Petikan BUSA-H untuk kita #23/05/26:
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah–Harian) Dari Langit Kemuliaan Menuju Bumi Kesaksian
”Terlalu sibuk melihat jalan orang lain sering kali membuat kita lupa menjalani jalan yang Tuhan percayakan kepada kita.”
”Tuhan tidak memanggil kita untuk menjadi seperti orang lain; Tuhan memanggil kita untuk setia menjadi diri sendiri di hadapan-Nya.”
”Orang yang tetap memandang Kristus sebagai tujuan hidup tidak akan kehilangan arah meskipun banyak gangguan di sekitarnya.”
“Jangan jadikan orang lain standar kesetiaanmu; tetaplah menatap Kristus dan ikutilah Dia.”
Tuhan memberkati kita. #rd.fd@





