Selasa, 14 Oktober 2025. Hari Biasa Pekan XXVIII. Roma 1:16-25; Lukas 11:37-41.
Oleh: Rd.Fidelis Dua.
SAUDARA-saudari terkasih dalam Kristus. Bbanyak orang zaman ini sangat pandai merawat tampilan luar, memperindah chasing , mempercantik profil, membangun citra, dan menampilkan kesan suci, seolah semua baik-baik saja. Namun di balik segala kemasan itu, sering kali hati kita justru semakin kosong dan jauh dari Allah.
Mendiang Paus Fransiskus pernah berkata, “Allah tidak melihat wajah yang bersinar dengan polesan kosmetik, melainkan hati yang bersinar di hadapan-Nya dengan ketulusan dan tobat.” Kalimat ini seperti cermin bagi kita: berapa banyak dari kita yang lebih takut citra kita rusak di mata manusia, daripada hati kita rusak di hadapan Allah?
Rasul Paulus dalam suratnya kepada umat di Roma menegur keras sikap manusia yang mengenal Allah, tetapi tidak memuliakan-Nya. Mereka tahu kebenaran, namun menindasnya demi kesenangan diri. Hati mereka menjadi gelap karena menggantikan kemuliaan Allah dengan kemuliaan diri.
Di sinilah dosa modern berakar bukan karena kita tidak mengenal Allah, tetapi karena kita menggantikan-Nya dengan “allah” buatan kita sendiri, yakni ambisi, kuasa, atau kesombongan rohani yang terselubung. Paulus menegaskan, bahwa iman sejati bukanlah soal pengetahuan, tetapi pengakuan yang lahir dari hati yang bersyukur dan rendah di hadapan Tuhan.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian): Tanda yang Menggerakkan Hati
Yesus dalam Injil hari ini melanjutkan teguran itu dengan cara yang tajam. Ia menegur orang-orang Farisi yang sibuk membersihkan cawan bagian luar, sementara bagian dalam hidup mereka penuh kejahatan.
Yesus menyadarkan kita bahwa kekudusan tidak bisa dipoles dari luar. Yang menjadikan bagian luar dan dalam adalah Allah yang sama, maka kebersihan rohani hanya dimulai dari hati yang jujur. “Berikanlah isinya sebagai sedekah,” kata Yesus. Artinya, bukalah hatimu, biarkan kasih yang sejati mengalir keluar. Saat hati dibersihkan dengan kasih, maka seluruh hidup pun akan menjadi bersih.
Saudari-saudara, dunia tidak akan berubah oleh orang-orang yang tampak suci, tetapi oleh mereka yang hatinya sungguh dibersihkan oleh kasih Allah. Hati yang jernih tidak menipu, tidak mencari pujian, dan tidak takut kehilangan muka demi kebenaran.
Maka, marilah kita belajar dari Sabda hari ini: jangan berhenti di luar yang tampak bersinar, tetapi izinkan Roh Kudus menyalakan cahaya dari dalam diri kita. Roh itulah yang akan menghanguskan segala kejahatan dan dosa. Sebab hanya hati yang murni yang dapat memuliakan Allah dan hanya kasih yang tulus yang dapat menyembuhkan dunia.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian): Syukur yang Menyembuhkan Jalan Menuju Keselamatan
Petikan Butiran Sabda Allah hari ini:
“Kesucian sejati tidak lahir dari wajah yang bersinar di depan manusia, tetapi dari hati yang bersinar di hadapan Allah.”
“Dunia tidak disembuhkan oleh penampilan yang suci, melainkan oleh hati yang dibersihkan oleh kasih dan kejujuran.”
Tuhan memberkati kita.
Editor: Eugenius Moa






