BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Jangan Biarkan Keraguan Menenggelamkan Iman
Senin, 03 Agustus 2026. Hari Biasa Pekan XVIII. Kitab Yeremia 28:1-17; Matius 14:22-36.
Oleh: RD.Fidelis Dua
SAUDARI dan saudara yang terkasih, “Badai yang paling dahsyat dalam hidup bukanlah badai yang bergelora di sekitar kita, melainkan badai keraguan yang menenggelamkan kepercayaan kepada Allah.”
Begitulah pergulatan yang sering dialami setiap orang beriman. Selama hidup berjalan tenang, rezeki mengalir, kesehatan terpelihara, dan keluarga berada dalam suasana damai, kita mudah berkata bahwa Tuhan selalu menyertai dengan berkat-berkat-Nya.
Namun, begitu kesulitan datang, usaha tidak membuahkan hasil, kesehatan melemah, keluarga menghadapi persoalan, atau musibah menghantam tanpa diduga, hati perlahan dikuasai kegelisahan.
Tanpa disadari, kita lebih mudah mempercayai apa yang dilihat oleh mata daripada apa yang dijanjikan oleh Allah. Padahal, kekuatan hidup tidak bertumpu pada tenangnya keadaan, melainkan pada keyakinan bahwa Allah tetap hadir, tetap memegang tangan kita, sekalipun angin kehidupan masih bertiup kencang dan ombak belum juga reda.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Kecukupan Ada dalam Hati yang Percaya
Dari pergulatan iman itulah kedua bacaan Kitab Suci hari ini memperlihatkan dua sikap yang sangat berbeda. Nabi Hananya menyampaikan nubuat yang menyenangkan telinga umat, tetapi tidak berasal dari Allah.
Melalui Nabi Yeremia, Tuhan menegaskan, “Engkau telah membuat bangsa ini percaya kepada dusta.” Kebenaran tidak ditentukan oleh apa yang paling menenangkan perasaan, melainkan oleh kesetiaannya kepada kehendak Allah.
Injil kemudian menghadirkan Petrus yang berani melangkah di atas air setelah mendengar satu kata dari Yesus, “Datanglah!”
Selama pandangannya tertuju kepada Kristus, ia sanggup berjalan di atas gelombang. Namun begitu perhatiannya beralih kepada angin dan ombak, ia mulai tenggelam dan berseru, “Tuhan, tolonglah aku!” Yesus segera mengulurkan tangan-Nya sambil berkata, “Orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Kebenaran yang Menguatkan Pengharapan
Betapa sering pengalaman Petrus menjadi pengalaman kita. Selama hati tertambat pada Kristus, kita memiliki keberanian menghadapi persoalan. Namun begitu perhatian lebih dikuasai oleh ketakutan daripada oleh iman, maka kegelisahan akan perlahan menguasai hati.
Dari pengalaman Petrus itu, kita diajak memeriksa arah jalan hidup kita. Jangan sampai kita lebih mudah mempercayai suara-suara yang menawarkan jalan pintas, kenyamanan semu, atau janji-janji yang menyenangkan hati, tetapi menjauhkan kita dari kehendak Allah.
Sebaliknya, peliharalah hati yang tekun berdoa, setia mendengarkan firman-Nya, dan berani melangkah sesuai kehendak-Nya sekalipun jalannya tidak selalu mudah.
Dalam kehidupan sehari-hari, iman bukan berarti tidak pernah takut, melainkan tetap melangkah meskipun masih ada rasa takut, karena percaya bahwa Kristus berjalan bersama kita.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Mengenal Kristus dengan Hati yang Terbuka
Setiap kali kita merasa mulai tenggelam oleh beban hidup, jangan malu mengucapkan doa Petrus yang sangat sederhana namun penuh iman, “Tuhan, tolonglah aku!”
Doa yang lahir dari kerendahan hati tidak pernah terlambat didengar oleh Allah. Karena itu, jangan biarkan keraguan bertumbuh lebih besar daripada kepercayaan, jangan biarkan ketakutan berkecamuk lebih keras daripada janji Allah, sebab tangan Kristus selalu lebih kuat daripada ombak apa pun yang sedang kita hadapi.
Petikan BUSA-H #03/08/2026
”Badai yang paling dahsyat bukanlah ombak yang bergelora di sekitar kita, melainkan keraguan yang perlahan menenggelamkan kepercayaan kepada Allah.”
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Jangan Sampai Mendapat Segalanya, Tetapi Kehilangan Kristus
”Iman bukanlah tidak pernah merasa takut, melainkan tetap melangkah meskipun masih ada rasa takut karena percaya bahwa Kristus berjalan bersama kita.”
”Selama mata tertuju kepada Kristus, badai tidak pernah menjadi lebih besar daripada pengharapan yang dianugerahkan-Nya kepada kita.”
”Jangan biarkan keraguan bertumbuh lebih besar daripada kepercayaan dan jangan biarkan ketakutan berkecamuk lebih keras daripada janji Allah, sebab tangan Kristus selalu lebih kuat daripada ombak apa pun yang sedang kita hadapi.”
Tuhan memberkati kita. #rd.fd@





