BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Perubahan Hidup Dimulai dari Pilihan Kita Sendiri
Sabtu, 15 Agustus 2026. Hari Biasa Pekan XIX. Kitab Yehezkiel 18:1-10.13b.30-32; Matius 19:13-15
Oleh: RD.Fidelis Dua
SAUDARA-saudari terkasih, kita kadang mudah berkata, “Saya menjadi begini karena keluarga saya, karena orang tua saya, karena lingkungan saya, karena keadaan.”
Memang benar, hidup kita dipengaruhi oleh banyak hal. Keluarga, pendidikan, ekonomi, pergaulan, bahkan media sosial ikut membentuk cara kita berpikir dan bertindak. Namun, Sabda Tuhan hari ini mengingatkan bahwa kita tidak boleh menjadikan semua keadaan itu sebagai alasan untuk terus menyalahkan orang lain.
Melalui Yehezkiel, Allah menegaskan bahwa setiap orang tetap dipanggil untuk bertanggung jawab atas hidup dan pilihannya sendiri. Masa lalu dapat menjelaskan diri kita, tetapi tidak harus menentukan masa depan kita.
Pengaruh keluarga dan lingkungan memang kuat, tetapi di hadapan Allah kita tetap dipanggil untuk memilih yang benar dan bertumbuh dalam tanggung jawab.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Setia Saat Kasih Diuji
Karena itu, tanggung jawab atas hidup tidak cukup hanya membuat kita memilih yang benar; kita juga perlu memiliki hati yang terbuka untuk membiarkan Allah membentuk dan mengarahkan hidup kita.
Di sinilah Injil menjadi sangat indah. Ketika orang membawa anak-anak kepada Yesus, para murid justru menghalangi mereka. Tetapi Yesus berkata, “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku.”
Yesus sedang menunjukkan bahwa Kerajaan Surga diterima dengan hati yang sederhana, terbuka, dan percaya. Anak-anak datang tanpa banyak perhitungan. Mereka percaya, menerima, dan membiarkan dirinya dituntun.
Sebaliknya, kita orang dewasa sering merasa sudah tahu segalanya, sulit dinasihati, sulit mengakui kesalahan, bahkan ingin mengatur Tuhan sesuai keinginan kita. Kita dapat menjadi penghalang bagi orang lain untuk datang kepada Kristus melalui kesombongan, sikap menghakimi, kata-kata yang kasar, atau hidup yang tidak sesuai dengan iman yang kita wartakan.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Jangan Simpan Luka,Simpanlah Kasih
Maka, setelah memilih untuk bertanggung jawab atas hidup kita, marilah kita belajar datang kepada Yesus dengan hati seperti anak-anak, agar hidup kita tidak menjadi penghalang, melainkan jalan yang membawa orang lain kepada Tuhan.
Saudari-saudara, hari ini mari melakukan tiga hal sederhana. Pertama , berhenti menyalahkan masa lalu dan ambillah tanggung jawab atas pilihan hari ini. Kedua, periksa diri dan tanyakan apakah hidup kita menjadi jalan atau penghalang bagi orang lain untuk mengenal Kristus. Ketiga, jadilah sederhana seperti anak kecil, berani datang kepada Yesus dengan hati yang terbuka dan percaya.
Mungkin kita tidak dapat mengubah seluruhnya keadaan kita, kesalahan yang sudah terjadi, atau luka yang pernah kita terima. Tetapi dengan rahmat Allah, kita dapat memilih apa yang akan kita lakukan mulai hari ini.
Jangan menjadi orang yang terus berkata, “Memang saya sudah begini.” Katakanlah, “ Tuhan, ubahlah saya, dan jadikan hidup saya jalan agar orang lain semakin dekat kepada-Mu.”Sebab Tuhan tidak hanya melihat siapa kita kemarin. Ia melihat siapa kita yang sedang kita pilih untuk menjadi hari ini dan esok.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Jangan Membicarakan, Datanglah dan Bicara
Petikan BUSA-H #15/08/2026
”Masa lalu mungkin menjelaskan siapa kita, tetapi tidak menentukan siapa kita kelak, sebab dengan rahmat Allah perubahan hidup selalu dimulai dari pilihan kita hari ini.”
”Jangan biarkan luka, lingkungan, atau kesalahan masa lalu menghentikan langkah kita, tetapi datanglah kepada Kristus dengan hati sederhana dan percaya, sebab rahmat-Nya selalu membuka jalan baru.”
”Jadilah jalan, bukan penghalang bagi orang lain untuk menemukan Kristus, dan setiap hari berdoalah, “Tuhan, ubahlah saya dan jadikan hidup saya jalan menuju-Mu.”
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Demi yang Satu
”Jangan terus berkata, “Saya memang sudah begini,” tetapi beranilah berkata, “Tuhan, saya mau berubah,” sebab hati yang terbuka kepada-Nya selalu memiliki kemungkinan untuk menjadi baru.”
Tuhan memberkati kita. #rd.fd@





