Delapan Ratus Lebih Orang Muda Bertemu di NYD Keuskupan Maumere

Uskup Maumere,Mgr.Ewaldus Martinus Sedu, didampingi Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Maumere, Romo Leksi, dan Ketua Panitia NYD, Adriaanus Firminus Parera, memberi kepeterangan perayaan NYD, Kamis petang 18 Juni 2026 di Keuskupan Maumere. (dewadet.com/eginius moa).

MAUMERE, dewadet.com-Awal bulan Juli 2026, Keuskupan Maumere akan menerima kedatangan 835 Orang Muda Katolik dari sembilan Keuskupan dalam event Nusra Youth Day (NYD) tanggal 2 sampai 5 Juli 2026.

Event jilid tiga setiap tiga tahun ini menjadi gawean bagi Orang Muda Katolik, perjumpaan antarmereka yang datang dari sembilan Keuskupan di wilayah Nusa Tenggara (Nusra).

Uskup Maumere, Mgr.Ewaldus Martinus Sedu, menyambut gembira kepercayaan para uskup wilayah Nusra kepada Keuskupan Maumere menjadi tuan rumah.

“Ini (NYD) kepercayaan yang besar dari para uskup di wilayah Nusra. Walau usia keuskupan kita baru  (21) tahun, tapi kita dianggap mampu selengarakan event besar ini,” kata Mgr. Ewaldus, didampingi Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Maumere, Romo Leksi, dan Ketua Panitia NYD, Adrianus Firminus Parera.

Baca juga:Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus, Kopdit Obor Mas Harus Menjadi Obor Memberi Harapan

Mgr.Ewaldus mengatakan sumber daya manusia, sumber daya finansial dan sumber daya iman umat menjadi pertimbangan pemilihan lokasi penyelenggaraan event ini. Meski situasi (ekonomi) seperti ini kita bisa adakan event ini.

NYD, kata Mgr.Ewaldus, menjadi kesempatan bagi kita berjalan bersama orang-orang muda yang datang dari sembilan keuskupan di Nusra. Dalam kebersamaan itu, kita dapat melihat masa depan secera lebih baik untuk pendampingan dan pendalaman iman, kaderisasi dan regenerasi.

Ia menegaskan orang muda merupakan kelompok strategis dengan semua dinamikanya bagi keberlangsungan masa depan menjadi perhatian gereja. Mereka jadi tulang punggung gereja, masyarakat, bangsa dan negara.

“Pemerintah dan juga gereja melihatnya sebagai keompok strategis yang tidak boleh dibiarkan begitu saja, tetapi didampingi dan jalan bersama agar mereka semakin matang dan dewasa untuk kehiduan gereja, bangsa dan negara,” harap Mgr.Ewaldus.

Baca juga:Mgr.Yohanes Hans Monteiro: Imamat, Panggilan Mengandalkan Allah  

Tak dipungkiri, bahwa  ada banyak stigma yang agak negatif kepada kaum muda. Tapi, semua itu adalah bagian dari dinamika orang muda  yang harus berjalan bersama.

“Tidak  perlu rasa kecil hati itulah dinamika yang biasa, kita dampingi mereka,” kata Mgr.Ewaldus lagi.

Arena NYD, pesan Mgr. Ewaldus menjadi kesempatan untuk belajar dan mengalami bersama kehidupan sebagai Orang Muda Katolik terutama dalam pengalaman iman dan dalam kebersamaan kehidupan gereja.

Mgr.Ewaldus mengajak umat Keuskupan Maumere, dan warga Kabupaten Sikka menyambut gembira perayaan NYD, menyambut utusan dari semua keuskupan di wilayah Nusra.

Baca juga:Empat Jam Yuliana Menanti Mgr. Hans Monteiro di Desa Boru

“Saya sangat harapkan partisipasi dari umat sekalian untuk ambil bagian dalam pembukaan (misa) di Gelora Samador. Mari kira dukung mereka. Kalau mereka haus kita beri mereka air minum. Kita buktikan diri bahwa kira orang-orang yang ramah kepada para tamu,” harap Mgr.Ewaldus. *

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan