Rabu, 05 Agustus 2026. Hari Biasa Pekan XVIII. Kitab Yeremia 31:1-7; Matius 15:21-28.

Oleh; RD. Fidelis Dua 

SAUDARI dan saudara yang terkasih, “kasih tidak pernah menyerah, sebab pengharapan yang bersandar kepada Allah tidak pernah pudar.”

Begitulah pengalaman kita sebagai orang beriman yang menyerahkan hidup kepada Allah di tengah segala kelemahan dan keterbatasan. Harapan akan kasih setia-Nya membuat kita tetap bertahan, bekerja dengan penuh tanggung jawab, merawat keluarga dengan kasih, serta terus berjuang meskipun beban hidup terasa berat.

Ada saat-saat doa belum memperoleh jawaban, usaha belum membuahkan hasil, dan jalan yang ditempuh seakan tertutup, namun kita tetap melangkah sambil memohon belas kasih Tuhan.

Inilah yang diwartakan Kitab Suci. Kepada Israel yang sedang mengalami pembuangan, Allah berfirman, “Aku mengasihi engkau dengan kasih yang abadi, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu. Aku akan membangun engkau kembali sehingga engkau pulih.”

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Saat Allah Menjernihkan Hati

Kasih Allah tidak pernah berubah oleh keadaan. Kasih-Nya selalu mendahului kelemahan kita, menopang kita saat hampir menyerah, dan membangkitkan kembali harapan yang mulai redup.

Keyakinan akan kasih Allah yang tidak pernah berakhir itulah yang ditampilkan Injil melalui kisah seorang perempuan Kanaan yang datang kepada Yesus dengan iman yang mengagumkan.

Sekalipun mengalami penolakan dan seolah tidak mendapat jawaban, ia tidak berbalik pergi. Dengan rendah hati ia berkata, “Benar Tuhan, tetapi anjing-anjing pun makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.”

Meskipun menyamakan dirinya seperti anjing yang makan remah-remah dari meja tuannya, perempuan itu tidak sedang merendahkan martabatnya, melainkan memperlihatkan keyakinan yang luar biasa bahwa belas kasih Kristus begitu berlimpah sehingga secuil rahmat-Nya saja sudah cukup untuk memulihkan seluruh hidupnya.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Jangan Biarkan Keraguan Menenggelamkan Iman

Di situlah Yesus memuji imannya. Betapa sering kita ingin segera berhenti berdoa ketika permohonan belum terkabul, kehilangan semangat ketika pengorbanan tidak dihargai, atau meragukan penyertaan Allah karena jalan hidup terasa berat.

Perempuan Kanaan mengajarkan bahwa iman yang teguh bukanlah iman yang hanya bertahan ketika doa langsung dijawab, melainkan iman yang tetap percaya bahwa kasih Allah sedang bekerja, bahkan pada saat kita belum memahami cara dan waktu-Nya.

Dari permenungan ini, marilah kita tetap tinggal di dalam kasih Allah yang tidak pernah mengecewakan. Jangan cepat menyerah ketika doa belum memperoleh jawaban seperti yang diharapkan, sebab Allah lebih dahulu mengetahui apa yang sungguh kita butuhkan daripada apa yang kita inginkan.

Teruslah datang kepada Kristus dengan hati yang rendah, penuh kepercayaan, dan tidak pernah berhenti berharap. Kasih Allah tidak pernah terlambat, iman yang tetap bertahan tidak pernah sia-sia, dan harapan yang disandarkan kepada Yesus tidak akan pernah dipermalukan.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Kecukupan Ada dalam Hati yang Percaya

Sebab orang yang tetap percaya kepada kasih-Nya akan selalu menemukan kekuatan untuk bangkit, kesabaran untuk menanti, dan sukacita untuk terus melangkah maju bersama-Nya.

Petikan BUSA-H #05/08/2026

”Kasih Allah tidak pernah menyerah, sebab kesetiaan-Nya selalu lebih besar daripada kelemahan kita dan pengharapan kepada-Nya tidak pernah dipermalukan.”

”Iman yang teguh bukanlah iman yang hanya bertahan ketika doa segera dijawab, melainkan iman yang tetap percaya bahwa Allah sedang bekerja, bahkan pada saat kita belum memahami cara dan waktu-Nya.”

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Kebenaran yang Menguatkan Pengharapan

”Secuil rahmat Kristus sanggup mengubah seluruh kehidupan, sebab belas kasih-Nya selalu lebih besar daripada segala keterbatasan dan kelemahan kita.”

”Orang yang tetap berharap kepada kasih Allah akan selalu menemukan kekuatan untuk bangkit, kesabaran untuk menanti, dan sukacita untuk terus melangkah maju bersama Kristus.”

Tuhan memberkati kita. #rd.fd@

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan