Kopdit Obor Mas, Salah Satu Penopang Utama Puskopdit Swadaya Utama Maumere
MAUMERE,dewadet.com-Kontribusi Kopdit Obor Mas terhadap Puskopdit Swadaya Utama Maumere menjadi salah satu anggota pendiri dan menjadi penopang utama. Ketua pertama Kopdit Obor Mas, Yosef Doing (almahrum) menjabat ketua pertama Puskopdit Swadaya Utama.
Ketua Puskopdit Swadya Utama Maumere, Ir.AR Heni Doing, menyampaikanya dalam sambutan perayaan HUT ke-53 Kopdit Obor Mas, Selasa malam, 4 November 2025.
Perayaan ulang tahun ini dilakukan sederhana dengan misa syukur oleh imam konselebran di halaman kantor di Jalan Kesehatan Kota Maumere dihadiri Ketua pengurus, Markus Menando, bersama anggota pengurus, pengawas, GM Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering, tokoh Kopdit NTT, Romanus Woga, staf manajemen, dan undangan.
Sebagai anggota Puskopdit Swadaya Utama, kata Heni Doing, Kopdit Obor Mas sangat suportif dan kolaboratif. Heni Doing menyebut eksistensi Puskopdit Swadaya Utama hingga saat ini salah satunya karena dukungan Kopdit Obor Mas.
Baca juga:Memberdayakan Kelompok Sahabat, Kopdit Obor Mas Bertekad Kembalikan Ideologi Nilai Koperasi
Puskopdit Swadaya Utama beranggota 30 primer mencatat akumulasi aset Rp 4 triliun lebih. Sementara Kopdit Obor Mas sampai bulan Oktober 2025 membukukan aset Rp 1,5 triliun dan beranggotakan 163 ribu lebih.
“Bisa dikatakan bahwa Kopdit Obor Mas adalah salah satu anggota penopang utama bagi Puskopdit Swadaya Utama,” tegas Heni Doing.
Mendesak re-ideologi Kopdit,
Peringatan hari lahir tahun 2025 mengusung tema “Pemberdayaan Kelompok Sahabat Obor Mas melalui Re-ideologi Nilai Koperasi dan Community Development.” Menurut Heni Doing, re-Ideologisasi koperasi kredit saat ini sangat penting dan mendesak dilakukan.
Baca juga:Hari ini 53 Tahun Lalu Kopdit Obor Mas, dari 98 Anggota dan Simpanan Rp 105.500
“Kita sedang berhadapan dengan fenomena yang bertentangan dengan ideologi koperasi kredit. Para perintis berdarah-darah membangun koperasi kredit dengan tiga pilar utama, yakni pendidikan, swadaya dan solidaritas,” tegas Heni Doing.
Akan tetapi di tengah kita sekarang muncul koperasi yang tidak berlandaskan tiga pilar. Dengan dukungan kekuasaan, mereka bisa hadir begitu cepat dan masif yaitu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Ia menegaskan, tanpa pendidikan, tanpa swadaya, apalagi solidaritas, namun mereka nyata sudah hadir, akan mengancam keberlanjutan tiga pilar kita, pilar koperasi kredit.
Menghadapi situasi seperti ini, demikian Heni Doing, tidak boleh membuat kita menjadi pesimis. Karena itu,reideologisasi wajib kita lakukan untuk mengokohkan daya tahan kita terhadap tekanan eksternal.
Baca juga:Beruntung Ada Fidelis Vin Coro, Anggota Pendiri Kopdit Obor Mas; Dedikasi Sampai Akhir Hayat
Sedangkan, community development, menurut Heni Doing, harus berjalan simultan dengan community organizing. Tanpa community organizing, anggota hanya digiring membangun tanpa merasa memiliki. Dengan community organizing akan menempatkan anggota sebagai subyek sekaligus obyek pembangunan.
Menurt Heni Doing, hendaknya kelompok Sahabat Obor Mas harus dibangun menjadi kelompok pembebasan bagi anggota. Tidak hanya semata untuk urusan simpan pinjam. Kelompok Sahabat Obor Mas harus bisa menjadi kelompok solutif untuk berbagai masalah dan kesulitan anggota, baik dari aspek finansial maupun non finansial.*





