Kami Bahagia, Pak Jokowi Tidur di Tanah Kelahiran Kami
MAUMERE,dewadet.com- Sukacita terpancar dari raut wajah warga Kecamatan Palue di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyambut kehadiran Presiden ketujuh RI, Joko Widodo (Jokowi) di Palue hari Rabu sore, 16 September 2026..
Mantan presiden itu datang wilayah sangat jauh, bermalam di tenda terwujud. Rasa penasaran, bahagia campur aduk memberi kebahagiaan bagi warga yang masih bertahan di tenda dan teras-teras rumah pascagempa Flores, Sabtu 15 Agustus 2026 pukul 05.58 WITA.
Bagi masyarakat Tana Lu’a sebutan nama asli Pulau Palue, keputusan Jokowi punya makna yang jauh lebih besar daripada sekadar kunjungan seorang mantan kepala negara.
Benyami Cawa, koordinator kunjungan Joko Widodo di Desa Rokirole, mengatakan kehadiran Jokowi memberikan kekuatan moral bagi masyarakat Palue yang hingga kini masih menghadapi dampak gempa bumi.
Baca juga:Doa Adat dan Percikan Air Kelapa Menyambut Jokowi di Tana Lu’a
“Entahlah nanti selanjutnya seperti apa, tapi kehadiran Bapak Jokowi ini merupakan kekuatan untuk membangkitkan semangat kami bahwa kami tidak sendirian di bencana ini,” kata Benyamin, di Rokirole, Rabu (16/9/2026) malam.
Menurutnya kedatangan Jokowi terasa istimewa. Ia memilih datang langsung ke tengah masyarakat terdampak, melihat kondisi pengungsi dipusatkan di Lapangan Guntur.
“Kami merasa ini luar biasa. Kami merasa bahwa kami tidak sendirian begitu,” ujarnya.
Koordinator Posko Utama Rokirole, Nikodemus W. Lowo, mengatakan warga menyambut kedatangan Jokowi disambut sukacita. Ia mengaku mengaku sulit menggambarkan perasaan warga ketika Jokowi akhirnya menginjakkan kaki di Palue.
Baca juga:Lipa Prenggi Motif Dala Mawarani di Bahu Jokowi, Simbol Sukses Pria Parkasa
“Kami tidak berkata apa-apa karena saking senangnya. Kami sangat bahagia karena kehadiran Bapak Jokowi di tempat kami, di tanah kelahiran ini,” kata Nikodemus.
Menurut dia, kedatangan Jokowi terasa semakin istimewa karena sebelumnya rencana kunjungan tersebut sempat ditunda. Kondisi itu membuat sebagian warga sempat mengira Jokowi tidak jadi datang ke Palue.
Warga, kata dia, tidak menyiapkan banyak tuntutan untuk disampaikan. Mereka justru ingin Jokowi melihat dan merasakan secara langsung kehidupan masyarakat yang masih berada di pengungsian.
“Kami berpikir dia ini mantan eksekutif negara, terus dia ini orang yang cukup dihargai di mata negara, sehingga kami berpikir pasti dia punya ada sesuatu yang dia bisa berikan untuk kami,” katanya.
Baca juga: Jokowi, JPYK dan Kaesang Satu Mobil ke Ropa, ke Palue Numpang Kapal Kayu
Nikodemus meyakini Jokowi telah mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Palue, baik melalui pemberitaan media maupun informasi lainnya.
Karena itu, warga tidak merasa perlu menjelaskan satu per satu kesulitan yang mereka alami.
“Kami sudah yakin bahwa ketika dia datang lalu tidur itu saja, tanpa kami memberitahu pasti dia sudah tahu,” ujarnya.
Nikodemus mengatakan, warga tidak ingin membebani Jokowi dengan banyak permintaan.
Baca juga:Mobil Kemenag Nagekeo Dievakuasi dari Runtuhan Kantor Pascagempa Flores
Bagi mereka, kehadiran Jokowi di tengah pengungsi sudah menjadi sesuatu yang patut disyukuri.
“Kami tidak terlalu berharap banyak. Hanya ketika dia sudah injakkan kaki di sini kami sangat bersyukur,” katanya.
Namun, ada satu harapan yang ingin dititipkan warga kepada Jokowi setelah kunjungan tersebut berakhir.
“Ketika dia pulang pun satu harapan kami, jangan pernah lupa orang Cawalo, jangan pernah lupa orang Palue,” tegasnya.
Baca juga:Pesepeda Jakarta Bahagia Terlibat Donasi Gempa Flores, Sepuluh Hari Terkumpul Rp 143,5 Juta
Ia berharap apa yang dilihat dan didengar Jokowi selama berada di Palue dapat menjadi perhatian dalam proses pemulihan masyarakat setelah gempa bumi.
Nikodemus juga berharap berbagai informasi mengenai kondisi Palue yang selama ini diberitakan media dapat menjadi gambaran bagi Jokowi mengenai kebutuhan warga.
“Mudah-mudahan apa yang dia sempat dengar atau dia sempat lihat, nonton di berita dan lain sebagainya itu mungkin itu menjadi satu hal yang kami sangat menyenangkan kalau memang menjawab itu semua hal yang menjadi kebutuhan kami,” ujarnya.
“Kami tidak bisa meminta banyak, kami hanya bahagia, hanya kami yakin dan percaya bahwa dia pasti tahu. Dia pasti tahu apa yang menjadi kebutuhan, kekurangan kami,” pungkasnya.
Baca juga:51 Ribu Rumah Selesai Verifikasi dan Validasi Pascagempa Flores, 43 Rumah Rusak Berat di Sikka
Melkior Ngange, Kepala Seksi Pemerintah Desa Tuanggeo, mengatakan warga sudah siap sejak seminggu lalu menerima Jokowi. Ruas jalanl ubang di batas Desa Ladolaka-Tuanggeo ditutup dengan tanah. Halaman rumah disapuh, dedaun dan ilalang dibersihkan ketika rencana kunjungan Jokowi dijadwalkan hari Rabu pekan yang lalu.
Rencana kunjungan itu menghadirkan semangat baru, mengurangi kesulitan dan beban hidup yang semakin berat, tidur di tenda-tenda didirikan d halaman rumah atau teras rumah terlupakan sesaat pascagempa Flores bermagnitudo 7.7 pada Sabtu 15 Agustus 2026. Ternyata rencana itu ditunda.
Melki, masih tinggal di dapur rumahnya pindah dari teras rumah mengatakan kunjungan Jokowi membangkitkan harapan baru warga. Meski rumah-rumah mereka yang ada rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan.
“Belum ada orang besar yang datang dan tidur di Palue. Pak Jokowi mau melakukanya. Beberapa tahun lalu Pak Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo datang ke Palue,” kata Melki. *





