Solidaritas untuk Noni, PMKRI dan GMNI Kepung Polres Sikka, Bakar Ban, Dirikan Tenda dan Nyalakan Lilin
MAUMERE, dewadet.com-Aktivis Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere, dan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Maumere menggelar aksi damai ke Polres Sikka, Rabu siang, 4 Maret 2026.
Kedua elemen mahasiswa datang menuntut dialog dengan Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno membicarakan kematian STN (14). Remaja putri Kelas VIII SMP MBC Ohe, Kecamatan Hewokloang, disapa Noni ditemukan meninggal di Kali Desa Rubit, Senin 23 Fabruari 2025 setelah dilaporkan hilang sejak Jumat 20 Februari 2026.
Aktivis mahasiswa membakar ban, mendirikan tenda menunggu kehadiran Kapolres Sikka melakukan dialog. Sampai Rabu sore, dialog yang ditunggu oleh para aktivis tidak terlaksana. Mereka menyalakan lilin di lapangan upacara Mapolres dan membubarkan diri. Menurut rencana, Kamis pagi 5 Maret 2025, aktivis PMKRI akan kembali lagi melakukan aksi serupa.
Protes elemen mahasiswa ini datang dari dua arah mengepung Markas Polres Sikka di Jalan Ahmad Yani Kota Maumere. Puluhan aktivis PMKRI Cabang Maumere muncul dari arah barat menggelar orasi di depan pintu masuk Mapolres sebelum diizinkan masuk ke halaman Polres.
Baca juga:FGR Berdalih STN Sudah Kembali ke Rumah, Mengaku Sehari Setelah Habisi Pelajar SMP Ohe
Tak sampai sejam setelah kedatangan PMKRI, belasan orang aktivis GMNI Cabang Maumere muncul dari arah timur. Kedua organisasi mahasiswa ini kemudian bergabung melakukan aksi bersama di depan gerbang Mapolres Sikka.
Ketika PMKRI masuk di dalam halaman Mapolres, aktivis GMNI melakukan orasi di depan jalan. Merekan akhirnya membakar ban bekas di Jalan Trasn Flores Maumere-Larantuka, depan Mapolres Sikka.
Sementara perwakilan mahasiswa PMKRI kesal karena diijinkan masuk untuk beraudiens dengan Kapolres Sikka, namun di ruang tidak ada Kapolres maupun Kasat Reskrim.
Ketua PMKRI Maumere, Fabianus Rowa mengatakan audiens dengan Kapolres Sikka ingin mengetahui penanganan kematian STN (14), siswi SMP MBC Ohe. Jasadnya ditemukan di kali di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, empat hari setelah hilang hari Jumat, 20 Fabruari 2026.
Baca juga:Remaja Putri SMP MBC Ohe Dipaksa Hubungan Badan, Dibunuh dan Disembunyikan di Kali
“Kami mau membicarakan hal-hal yang urgen terkait dengan kematian adik kita. Tapi Kapolresnya tidak ada. Jadi kami mengambil kesimpulan tidak ada diskusi di dalam. Kami tunggu sampai Kapolres datang, kami di luar dan akan terus aksi dan dirikan tenda,” katanya.
PMKRI menilai ada kejanggalan penanganan dugaan pembunuhan Noni, dan PMKRI mempunyai data dan fakta terkait kasus itu.
Penyidik menetapkan FGR, pelajar Kelas IX SMP MBC Ohe sebagai tersangka dugaan pemerkosaan dan pembunuhan Noni. Sementara Saverius Gewar (SG), ayah kandung FGR hanya menjadi saksi telah dilepas kembali oleh penyidik. *





