Terbaru!Kepala Noni Gundul Hanya Sehelai Rambut

Kuasa hukum keluarga korban STN, Orinbao Law Office, mitra kerja UPTD PPA Kabupaten Sikka, bersama Forkoma PMKRI Maumere melakukan advokasi dan pengawalan hukum menyampaikan keterangan kepada wartawan, Senin 9 Maret 2026 di Maumere. (dewadet.com/eginius moa).

MAUMERE,dewadet.com-Dugaan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap STN (14) ditemukan jasadnya Senin siang, 23 Februari 2026 di Kali Desa Rubit, Kscamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT masih menyimpan misteri. Kepala Noni, sapaan STN gundul hanya menyisahkan sehelai rambut di kepala dan beberapa jari tangan kanan juga terpotong.

Sampai hari ke-18 pasca kematian, penyidik Kepolisian Resort (Polres) Sikka telah menetapkan tiga tersangka, yakni FGR (16) tersangka pelaku anak, SG (44) ayah FGR dan VS (67) kakek FGR. STN, remaja putri kelas VIII SMP MBC Ohe dilaporkan hilang sejak Jumat, 20  Februari 2026, baru ditemukan tiga hari kemudian

Aurelia Mariyani, mama kecil korban menuturkan kesaksianya ketika keluarga korban diminta polisi menyaksikan kondisi jasad STN sebelum diotopsi di ruang pemulasaran jenazah RSUD dr.TC Hillers Maumere, Senin 23 Februari 2026.

Sebelumnya, kata Yani, sapaan Mariyani, Emanule Mula, bapa kecil STN juga sudah menyaksikan kondisi kepala Noni tanpa rambut di tempat penemuan jasad di Kali Desa Rubit.

Baca juga:Si Kakek Pindahkan Jasad dan Sembunyikan Barang Bukti Pembunuhan Pelajar SMP Ohe  

“Sebelum diotopsi, polisi minta keluarga melihat kondisi korban. Saya masuk llihat. Saya kaget sekali, kepala anak kami botak dan mengecil.. Kepalanya licin hanya ada sehelai rambut sisa di kepalanya.Padahal rambut Noni lumayang panjang melewati bahu,” kata Yani, kepada wartawan, Senin siang, 9 Maret 2026 di Kota Maumere.

Yani bahkan masih terus tanda tanya sampai saat ini kemana rambut Noni, dan kenapa kepalanya sampai botak. Kesaksikan jasad tanpa rambut, diakui Yani, merupakan pengalaman pertama dalam hidupnya. Ia juga mengambarkan kondisi beberapa bagian tubuhnya sangat tragis.

Bahkan, kata Yani, sampai jasad keponakanya dimasukkan di dalam peti jenazah dan dimakamkan, rambutnya tidak ditemukan.n.

“Setelah menyaksikan kondisinya, saya diminta keluar, Lalu mereka otopsi, Saya tidak ikuti otopsi. Saya hanya kasih dua lembar sarung dan baju, mereka yang pakaikan. Saya juga stress, kasihan dan tanda tanya sendiri  kenapa rambutnya seperti ini,” ujar Yani.

Baca juga:Anak, Ayah dan Kakek Tersangka Dugaan Pemerkosaan dan Pembunuhan Pelajar SMP di Sikka

Meski sering mendampingi dokter melakukan visum, kata Yani, kondisi jasad keponakanya mengerikan dan baru pernah dialaminya.

“Saya juga  tidak sempat tanya, tapi juga kepingin tahu. Yang saya heran , rambutnya kemana? Kepalanya licin sekali. Bukan juga dicukur, kulit kepalanya ada,” katanya lagi.

Febrianto Beto, keluarga korban mengatakan kesaksian keluarga korban merupakan fakta yang baru menjadi bahan bagi kepolisian melakukan penyidikan.

“Ada dua orang keluarga korban yang menyaksikan kondisi jasad sebelum otopsi. Ada juga saksi pelapor, bapak kecil korban, dia  ada di kampung,” kata Febri. *

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan