Kopdit Obor Mas masuk Kategori 100 Koperasi Besar Indonesia Tahun 2025
MAUMERE,dewadet.com-Kopdit Obor Mas kembali menempati peringkat 100 Koperasi Besar Indonesia (KBI) Tahun 2025 diumumkan dalam peluncuran Buku 100 KBI di Trans Hotel Resort, Seminyak, Bali, Rabu 19 Juni 2025.
Kopdit didirikan 52 tahun lalu di Maumere, Pulau Flores membukukan aset Rp1,4 triliun menghimpun 158.204 anggota pada 2025 dan terus mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam setiap tahun audit oleh akuntan independen.
General Manajer Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering diwakili Manajer Cabang Utama Kupang, Rofinus Mambo menerima sertifikat 100 KBI dari mantan Menteri Koperasi dan UKM RI, AAGN Puspayoga.
Yanto, sapaan Leonardus Frediyanto bertekad memperkuat peran koperasi yang dikelolannya sebagai motor kesejahteraan anggota melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Tahun 2025 merupakan tahun kesembilan Kopdit Obor Mas mengelola KUR. Tahun ini pemerintah mengalokasikan plafon sebesar Rp 200 miliar.
Baca Juga: Kopdit Obor Mas ‘Jualan’ Produk dan Layanan kepada CPNS dan PPPK Kabupaten Sikka
Terobosan terbaru di 2025 Kopdit Obor Mas menjadi koperasi pertama di Provinsi NTT menerpakan aplikasi Koperasi Checking (Kocek) yang menyatukan hampir semua data dan informasi dalam pelayanan kepada anggota.
“Visi kami adalah menjadi koperasi yang sehat, aman, unggul dan berdaya saing tinggi di seluruh NTT pada 2027,” tegas Yanto.
Sementara Ketua Kopdit Obor Mas, Markus Manando, mengatakan pencapaian 100 KBI merupakan buah kerja keras semua elemen di Kopdit Obor Mas. Pengurus, pengawas, manajemen dan loyalitas anggota yang berkontribusi dalam pencapaian ini.
Markus menjelaskan, volume usaha Kopdit Obor Mas sepanjang 2024 tumbuh menjadi Rp 88 miliar atau naik sekitar 9 persen dari tahun 2023. Sisa Hasil Usaha (SHU) tercapai Rp 6,6 miliar atau tumbuh 5 persen dibanding tahun 2023.
Baca Juga: 11 Pencapaian Kopdit Obor Mas Selama 2024, Aset Rp 1,4 Triliun dan Anggota 158 Ribu
Demikian juga anggota meningkat 5 persen menjadi 158.204 orang, mencerminkan kepercayaan masyarakat yang terus menguat terhadap koperasi ini.
Peluncuran Buku 100 KBI 2025 dihadiri Kepala Dinas Koperasi Provinsi Bali, Tri Arya Dhyana Kubontubuh mewakili Gubernur Bali, Presiden ASEAN Cooperative Organization, Datuk Seri Abdul Fattah Abdullah (secara daring), mantan Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga, dan mantan Menteri PPPA, Bintang Puspayoga.
Buku 100 KBI mencatat 300 koperasi besar nasional dengan aset mencapai Rp 96,53 triliun atau 35,08 persen dari total aset koperasi nasional. Volume usaha kolektif Rp 80,85 triliun dengan 9, 1 juta anggota.*





