Delapan Menit 45 Detik yang Berharga dari Uskup Agung Ende Mgr. Paulus Budi Kleden untuk Kopdit Obor Mas

Uskup Agung Ende, Mgr.Paul Budi Kleden memberkati ruangan kantor KSP Kopdit Obor Mas  Cabang Utama Ende, Jumat sore 23 Mei 2025. (dewadet.com/eginius moa).

ENDE,dewadet.com-Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD menyampaikan tiga pesan berharga tentang kasih, tanggungjawab dan merawat kepercayaan bagi pengurus, manajemen dan anggota KSP Kopdit Obor Mas dalam kotbah delapan menit 45 detik misa pemberkatan gedung Kantor Kopdit Obor Mas Cabang Utama Ende, Jumat sore,23 Mei 2025.

Mgr Budi Kleden menggarisbawahi wejangan tentang kasih yang kita dengar dalam beberapa hari terakhir dari Injil Yohanes adalah kelanjutan dari kisah tentang pembasuhan kaki para murid. Sesudah membasuh, Yesus memberikan contoh nyata apa artinya mengasihi.

Dalam momentum pemberkatan gedung baru Kantor Kopdit Obor Mas Cabang Utama Ende, Mgr.Budi Kleden menggarisbawahi tiga hal penting bagi kita semua teristimewa untuk lembaga keuangan seperti Kopdit Obor Mas.

Pertama, kasih dalam pandangan kita orang-orang Kristen, kata Mgr, Budi Kleden bukan hanya soal perasaan dan masalah kerohanian. Kasih itu mengambil bentuk yang sangat konkrit untuk mengusahakan agar hidup orang lain menjadi lebih baik secara ekonomi.

Baca Juga: Uskup Agung Ende Mgr Paul Budi Kleden Berkati Kantor Kopdit Obor Mas Cabang Utama Ende

Dalam injil, Yesus berkata “Aku tidak menyebut kamu tidak lagi hamba. Aku menyebut kamu sahabat.”

Kasih berarti mengusahakan semua mereka yang masih hidup dalam perhambaan, keterpenjaraan karena kemiskinan, kekurangan pendidikan, pelayanan kesehatan untuk hidup dalam kondisi yang sesuai dengan martabatnya sebagai anak-anak Allah.

Mgr. Budi Kleden menegaskan lagi kasih tu sangat konkrit. Kasih artinya upaya supaya kondisi kehidupan manusia semakin baik. Santo Oscar Romeri dari El Savador mengatakan kemuliaan Tuhan bermakna dalam usaha kita untuk membuat hidup orang miskin semakin baik. Kemuliaan Allah Bapa, kalau ada usaha konkrit supaya orang miskin ditingkatkan, mereka tidak hidup dalam perasaan tetapi seperti manusia, seperti sahabat, saudara dan saudari bagi yang lain.

“Saya tahu kehadiran lembaga seperti Kopdit Obor Mas untuk membuat kehidupan banyak orang  terutama mereka yang miskin menjadi semakin baik adalah sebuah ungkapan kasih,” kata Mgr. Budi Kleden.

Baca Juga: Pertama di NTT, Kopdit Obor Mas Terapkan Koperasi Checking

Kasih itu konkrit. Kasih bukan hanya soal perasaan sentimen dan masalah rohani. Kasih adalah usaha konkrit untuk meningkatkan taraf hidup.

Kedua, kasih itu menuntut tanggungjawab. Kasih itu mewajibkan tanggungjawab atas orang yang kita kasihi semakin baik hidupnya. Dalam kondisi dewasa ini orang muda lari dari tanggunggjawab. Kasih mewajibkan. Kasih mengikat orang pada tanggungjwab.

Dan, hanya dengan tanggungjawab, setiap bentuk kasih, dalam rumah tangga, keluarga, lingkup pekerjaan  juga dalam wadah organisasi seperti ini akan berjalan dengan baik tanggugjawab.

“Kita sering alami bagaimana orang melemparkan tanggungjawab. Apa yang mesti menjadi tanggungjawabnya dilemparkan kepada orang lain.

Baca juga: Impian 13 Tahun Kopdit Obor Mas KCU Ende Miliki Gedung Baru Rp 5 Miliar

Tidak mau terima resiko apa yanag menjadi tanggungjawabnya. Keputusan, apa yang menjadi keputusan adalah apa yang menjasi sikapnya,” tegas Mgr.Budi Kleden.

“Saya yakin Kopdit Obor  Mas hanya berfungsi akan punya masa depan kalau ada tanggungawab dari anggota dan pengurus.

Tanggungjwab menunjukkan bahwa kita adalah bagian dari suatu oganisasi, keluarga dan kelompok. Orang yang merasa menjadi anggota  dari sebuah kelompok,  organisasi akan memikul tanggungajwab yang diberikan kepadanya dan melaksanakannya dengan sungguh.

Ketiga, kasih berarti menjaga dan merawat kepercayaan. Dalam kehidupan sebagai manusia adalah menjaga dan merawat kepercayaan dalam relasi sebagai suami dan istri, anak dan orangtua, kehidupan kantor, tempat kerja juga dalam lembaga menjaga dan merawat kepercayaan merupakan hak fundamental.

Baca juga:Utusan Anggota dari 32 Cabang Hadiri RAT Kopdit Obor Mas

Orang-orang terpercaya dan terpandang adalah manusia yang kita butuhkan untuk menjaga merawat kepercayaan. Lembaga seperti Kopdit Obor Mas membutuhkan orang-orang yang kita percaya.

Kita percaya bukan karena kolusi dan nepotisme, tetapi karana orang sudah memiiki latar belakang  dan rekam jejak yang baik.

Lembaga seperti  ini hanya akan akan menjalankan perannya sebagai lembaga yang membantu banyak orang, apabila kita melaksanakan tanggungajwab kita dengan penuh kasih.

Kerelaan untuk menerima tanggungjawab melaksnaakn tanggungjawab  dan melaksanakan tanggungajswab adalah sangat penting dalam menunjang kelangsgungan Kopdit Obir Mas.

“Kiranya pemberkatan gedung ini tidak hanya seremoni, tetapi menjadi tanda bahwa kehidupan berkoperasi semakin maju. Karena kepercayaan adalah tangungjawab, kesadaran akan usaha yang konkrit untuk meningkatkan taraf hidup,” pungkas Mgr, Paul Budi Kleden.

Perayaan misa pemberkatan dihadiri anggota Kopdit, undangan, Ketua Pengurus Kopdit Obor Mas, Markus Menando, anggota pengurus, General Manajer Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering, dan staf manajemen. *

Penulis: Eginius Moa

Editor: Eginius Moa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan