Beruntung Ada Fidelis Vin Coro, Anggota Pendiri Kopdit Obor Mas; Dedikasi Sampai Akhir Hayat
MAUMERE,dewadet.com-Minggu siang, 5 Oktober 2025 sekitar pukul 11.30 Wita. Ketika banyak anak negeri ini tertuju pikiran pada perayaan HUT ke-80 TNI, dari Desa Tebuk, Kecamatan Nita, 11 Km sebelah barat Kota Maumere, Kabupaten Sikka, kabar duka menghampiri segenap pengurus, manajemen dan anggota Kopdit Obor Mas. Fidelis Vin Coro, anggota pendiri nomor urut 3 pergi selamanya menghadap Sang Khalik.
Kepergian Om Fidelis, sapaan di Kampung Tebuk mengingatkan tentang peran sentral dalam masa-masa sulit pendirian Credit Union (CU) Obor Mas, nama awal sebelum menjelma menjadi Kopdit Obor Mas.
Ia, salah satu tokoh utama yang melihat dan merasakan langsung Kopdit Obor Mas hingga usia emas. Fidelis Vin Coro, ibarat kamus hidup tentang masa lalu Kopdit Obor Mas.
Buku “Terus Menjadi Cahaya,” persembahan di usia emas Kopdit Obor Mas yang ditulis mantan Wartawan Pos Kupang, Eugenius Moa, tak lepas dari file hidup bernama Om Fidelis. Ingatnya tak lekang dimakan usia. Tulisan tangan, ketikan mesin hingga foto-foto tua 50 tahun lalu didokumentasikan rapih.
Baca juga:GM Kopdit Obor Mas Pidato di Hadapan Profesor Dr. Nur Fadjrih, Ketua STIESIA Surabaya
Ia adalah saksi mata dari sejarah perjalanan panjang penuh liku. Tanggal 4 November 1972 yang diperingati sebagai hari lahir Kopdit Obor Mas, kata Om Fidelis menyimpan misteri baginya.
Saat buku ini digarap, hanya Om Fidelis yang masih hidup. Enam tokoh lain, Yosef Doing, Remigius Sinantong Parera, Yosef Lavanto Parera, St.Osisi da Lopez, GB da Lopez, dan Bartholomeus Tanga sudah mendahului.
Om Fidelis, berhalangan hadir dalam pertemuan awal pendirian CU Obor Mas. Beban tugas pokok sebagai Kepala Urusan Kepegawaian di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P dan K) Kabupaten Sikka saat itu membuatnya tak bisa ikut rapat perdana.
Hari itu dia sangat sibuk merampungkan berbagai dokumen pengangkatan 75 guru daerah propinsi terhitung 1 Juli 1972, kenaikan pangkat dan pensiun para guru lainnya.
Baca juga:Kopdit Obor Mas ‘Panen’ Enam Magister Akuntansi dan Magister Manajemen
“Rapat itu (pembentukan) CU, saya tidak ikut. Tapi, saya terlibat jauh dalam pemberian nama CU Obor Mas,” kisah Fidelis di kediamanya, tiga tahun silam.
Nama Obor Mas
Pemberian nama Obor Mas, kata Om Fidelis sejalan keanggotaan CU yang didominasi para guru SD dan sebagian kecil pegawai tata usaha pada Kantor Dinas P dan K dan Kantor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sikka.
Guru, kata Fidelis diibaratkan sebagai obor bagi masyarakat atau obor masyarakat disingkat menjadi Obor Mas. Kehadiran guru di setiap kesempatan membawa terang kepada masyarakat dimanapun berada.
Om Fidelis tahu benar keanggotaan perdana sebanyak 98 orang guru SD. Ia mengelompokan mereka dalam dua kategori, berdasarkan tempat kerja dan status. Baca juga:Pondok Baca Kampung Kabor dari Kumuh Jadi Ruang Belajar, Diapresiasi Kopdit Obor Mas
“Saya bisa pisahkan mereka karena sekian lama urus para guru dan pegawai,” Om Fidelis memberi argumen.
Om Fidelis menguraikan pikiran awal lahirnya CU Obor Mas, yang belum banyak diketahui para guru. Sebagai Kepala Urusan Kepegawaian Dinas P dan K yang mengurus administrasi kepegawaian para guru, pengangkatan guru baru, kenaikan pangkat, kenaikan gaji, promosi dan urusan pensiun Om Fidelis diberikan beban tugas tambahan oleh Yosef Doing, mantan Kepala Dinas P dan K supaya mengajak dan memotivasi para guru agar menjadi anggota.
“Sering sekali para guru sampaikan keluh kesah pekerjaan dan suka-duka hidup rumah tangga. Keluhan yang paling umum kesulitan biaya pendidikan anak, bangun rumah dan biaya kesehatan,” kenang Om Fidelis.
Sebanyak 98 orang guru SD dan pegawai di Dinas P dan K dan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan akhirnya bergabung menjadi anggota perdana. Yosef Doing, menyandang Ketua CU Obor Mas menempati nomor urut 1. Yosef Lavanto Parera, menjabat bendahara Dinas P dan K menempati nomor urut 2 merangkap tugas bendahara CU Obor Mas. Dan, Fidelis Vin Coro, menempati nomor urut 3.
Baca juga:Dukungan Anggota dan Manajemen, Kopdit Obor Mas Boyong Prominent Awards 2025
“Tugas saya mengajak para guru menjadi anggota CU Obor Mas. Tahun 1972, untuk pertamakali diangkat 35 orang guru dan pegawai PNS propinsi. Sebagian besar dari mereka, saya ajak menjadi anggota CU Obor Mas,” kenang Om Fidelis.
Tak hanya mengajak para guru masuk anggota CU Obor Mas, pengurus CU mempercayai Om Fidelis menjadi sekretaris panitia kredit.
Pertimbangan menempatkan Fidelis pada jabatan ini karena kedekatannya dengan guru-guru SD. Tugas sebagai sekretaris panitia kredit ini dijalaninya selama 18 tahun. Memberi pemahaman kepada para guru yang tidak memiliki bekal informasi tentang CU dan mengajak mereka menjadi anggota bukan pekerjaan mudah dijalani Om Fidelis. Kadangkala, para guru terpaksa bergabung menjadi anggota karena ketakutan kepada para pejabat di Dinas P dan K.
Punya andil dalam pendirian, Om Fidelis tak memasalakan namanya tak masuk sebagai tokoh pendiri. Bagi dia, yang paling utama kontribusi pikiran dan tenaga mengajak para guru menjadi anggota. Karya yang akan selalu diingat dan sejarah akan mencatatnya.
Baca juga:Bukan Hanya Kinerja, Loyalitas dan Dedikasi Titik Berat Penilaian Karyawan Kopdit Obor Mas
Selamat jalan Om Fidelis. Ceritamu membidani lahirnya CU Obor Mas tak akan lekang dimakan jaman. Kami akan selalu mengenangmu. *
Penulis: Eugenius Moa
Editor: Eugenius Moa





