Koster, Marbot dan Pemangku Celaka dan Meninggal dapat Santunan

Kadis Nakertrans Provinsi NTT, Yosef Rasi menyerahkan surat untuk program perlindungan para koster kepada Uskup Maumere, Mgr. Ewaldus Martinus Sedu, di Lepo Bispu, Jumat malam, 23 Oktober 2024 . (dewadet.com).

MAUMERE,dewadet.com-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) gencar mensosialisasikan program perlindungan sosial tenaga kerja kepada koster, marbot dan pemangku di seluruh rumah ibadah di Provinsi NTT. Pekerja rumah ibadah yang mengalami kecelakaan bahkan meninggal dunia akan  diberikan santunan.

Kepala Dinas Nakertrans NTT, Yosef Rasi, menjelaskan perlindungan kepada pekerja rumah ibadah ini merupakan bagian dari alokasi 500 ribu program perlindungan pekerja rentan informal, relawan dan pekerja di rumah ibadah dari Gubernur dan Wagub NTT.

“Pemprov NTT menanggung semua biaya kepada BPJS Ketenagakerjaan untuk kecelakaan kerja dan kematian untuk koster, marbot dan pemangku pada 2027,” kata Yosef Rasi ketika menemui Ketua MUI Sikka, Muhamad Ihsan Wahab, Uskup Maumere, Mgr.Ewaldus Martinus Sedu, dan Pendeta GMIT Gereja Kalvari Maumere, Jumat 23 Oktober 2026.

Yosef menjelaskan perlindungan pekerja rentan sudah dimulai 2025 kepada 100 ribu orang diantaranya mengakomodir, petani, nelayan, ojek, tukang dan profesi lainya. Tahun 2026 sebanyak 102.200 peserta dan tahun 2027 ditargetkan 150 ribu peserta jaminan perlindungan sosial.

Baca juga:Berkat dan Senyum Uskup Maumere Menguatkan Pasien di Tenda RSUD Maumere

“Saya datang ke Maumere bertemui Ketua MUI, Bapak Uskup Maumere dan Pendeta GMIIT memberikan sosialisasi. Sekaligus minta mereka memasukan usulan para pekerja rumah ibadah,” kata Yosef Rasi.

Manfaat yang kelak diperoleh dari program ini, kata Yosef, apabila pekerja rumah ibadah mengalami kecelakaan kerja akan mendapat biaya perawatan sampai sembuh.

“Tidak ada batasan biaya perawatan apabila mengalami kecelakaan kerja. Apabila meninggal dunia dalam kecelakaan kerja maka ahli waris menerima jaminan Rp 42  juta, kemudian dua anaknya menerima beasiswa dari bangku SD sampai perguruan tinggi, “ kata Yosef.

“Pemerintah memberi perhatian kepada pekerja. Ketika mereka pergi bekerja, ada rasa nyaman dalam diri mereka,” kata Yosef.

Baca juga:Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus, Kopdit Obor Mas Harus Menjadi Obor Memberi Harapan

Ketua MUI Kabupaten Sikka, Muhamad Ihsan Wahab, menyambut gembira program Gebernur NTT  yang memberi perlindungan kepada marbot. Dengan senang hati, ia mengirim  permintaan data marbot di Sikka.

“Terima kasih banyak untuk progam yang bagus sangat membantu marbot. Memberi kenyamanan mereka kerja,” katanya.

Senada juga disampaikan Mgr.Ewaldus ketika menerima Kadis Nakertrans NTT, Yosef Rasi, di Lepo Bispu, Istana Keuskupan Maumere.

“Terima kasih banyak. Selama ini mereka (koster) kerja karena percaya dengan “upah” yang kelak diterimanya ketika kita meninggal. Kami akan segera kirim data-data koster,” kata Mgr.Ewaldus didampingi Sekretaris Uskup Maumere, RD.Doni Migo.

Baca juga:Semester Pertama 2025, Dinas Tenaga Kerja Sikka Berangkatkan 95 Pekerja ke Perusahaan Sawit

Sementara Pendeta GMIT Kalvari Maumere, mengatakan program perlindungan kepada koster membantu mengurangi beban anggaran yang dikeluarkan.

“Kami sampaikan terima kasih banyak untuk program yang bagus ini,” katanya. *

Kadis Nakertrans Provinsi NTT, Yosef Rasi menyerahkan surat untuk program perlindungan para koster kepada Uskup Maumere, Mgr. Ewaldus Martinus Sedu, di Lepo Bispu, Jumat malam, 23 Oktober 2024 . (dewadet.com).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan