Ratusan Warung di Maumere Tutup, Protes Pajak Makanan dan Minuman 10 Persen

Pedagang makanan dan minum di Kompleks Gelorsa Samador Maumere menutup usaha Senin malam 14 Juli 2025.  (dewadet.com/eginius moa).

MAUMERE,dewadet.com-Sedikitnya 100 lebih rumah makan, warung, angkringan hingga pedagang kaki lima di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, menutup usaha sejak Senin pagi sampai malam, 14 Juli 2025.

Penutupan itu merespon pengenaan pajak 10 persen atas makanan dan minuman yang dijual kepada konsumen yang dinilai memberatkan pengelola rumah makan, warung makan, restoran dan pedagang kaki lima.

Di wilayah Perumnas dan eks Pasar Bongkar hanya satu rumah makan  Padang menjual makan dan minuman. Sementara belasan pedagang kaki lima yang menggelar jualan di area luar pagar Gelora Samador tak menjual makanan dan minum pada Senin malam.

Penjualan makanan dan minum yang selalu ramai pengunjung setiap malam sejak sore hingga tengah malam tampak sepi. Hanya satu lapak menjual buah berlokasi di ujung utara deretan pedagang kaki lima dan sebuah lapak menjual gorengan yang buka.

Baca juga: Seret Realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Kabupaten Sikka, Target Rp 74 Miliar, Realisasi 19 Persen

Sedangkan Dapur Sambal, nama baru untuk Resto 78 tetap membuka usaha menjual makan dan minuman. Banyak konsumen makan di rumah makan ini.

Kondisi yang sama terlihat pada rumah-rumah makan maupun pedagang kaki lima di area pertokoan Kota Maumere. Tak satu pun yang menjual makan dan minuman sejak Senin pagi hingga malam.

Rumah makan Padang berlokasi di depan Kantor Dinas PUPR Sikka di Jalan Ahmad Yani selama ini sangat ramai konsumen menutup pintu rumah makan sejak Senin pagi sampai malam.

Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Sikka, Yosef Benyamin merespon protes pemilik warung makan menyilahkan mereka protes selama langkah yang dilakukan tidak merugikan usaha mereka.

Baca juga: Mobil Pikap Tak Kunjung Tiba ke Rumah Warga Desa Wolomotong Kabupaten Sikka

“Dinamika yang sangat normal. Tidak ada hal yang baru dalam penegakan aturan pajak makan dan minuman,” tegas Benyamin, Senin sore,14 Juli 2025.

Yosef meyakini protes itu tidak akan berlangsung lama karena akan merugikan usaha mereka. *

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan