Senin, Sekolah di Maumere Diliburkan Dampak Abu Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki
MAUMERE,dewadet.com-Banyak lembaga pendidikan dari tingkat Pendidikan Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TKK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Maumere, Pulau Flores, meliburkan sekolah pada Senin, 4 Agustus 2025 sebagai dampak letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur pada Jumat malam atau Sabtu dini hari 01.05 Wita, 2 Agustus 2025.
Sampai Minggu malam, abu letusan terasa kuat menyebar di sebagian besar Kota Maumere. Abu letusan yang menempel pada permukaan benda apa saja yang berada di luar rumah terkena angin menyebarkan abu letusan. Begitu ketika pada Minggu siang terjadi angin, abu letusan beterbangan.
Sementara pada hari Minggu malam juga di grup-grup WhatsApp para orangtua peserta didik telah menerima pesan dari sekolah-sekolah mengenai libur sekolah pada hari Senin. Peserta didik diminta melaksanakan pembelajaran secara daring dari rumah.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharaga (PKO) Kabupaten Sikka, Germanus Goleng, Minggu malam, 3 Agustus 2025 mengatakan pembelajaran dari rumah (BDR) tergantung kepada kondisi di setiap wilayah sekolah setempat.
Baca juga: Bau Belerang dan Abu Gunung Lewotobi Sampai di Sikka, Peserta Didik Dipulangkan ke Rumah
“Wilayah sekolah yang masih terpapar abu letusan yang membahayakan kesehatan peserta didik tentu saja bisa meliburkannya. Ini semata-mata menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik,” kata Germanus.
Ia melanjutkan, pihaknya akan melakukan lagi pemantauan kondisi dampak abu letusa gunung api pada hari Senin, 4 Agustus 2025 untuk mengetahui kondisi terbaru.
Germanus mengaku belum mengetahui jumlah lembaga dan jenjang pendidik dari wilayah mana saja yang meliburkan sekolah.
“Besok (Senin) kami akan lakukan pemantuan lagi. Libur sekolah sangat bergantung kondisi di wilayah setempat,” ujar Germanus.
Letusan Bentuk Kolom Abu 18 Ribu Meter
Diberitakan Sabtu, 2 Agustus 2025, letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Sabtu pagi 2 Agustus 2025 pukul 01.05 Wita berdampak sampai ke wilayah Kabupaten Sikka. Semua peserta didik PAUD, TK, SD dan SLTP diperintahkan pulang ke rumah.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sikka, Germanus Goleng, dalam surat edaran Sabtu 2 Agustus 2025 menyatakan hujan abu, bau belerang menyengat berpotensi mengganggu kesehatan peserta didik dan menghambat proses belajar mengajar.
Ederan dibagikan di bergai grup media sosial menegaskan, pembelajaran dari Rumah (BDR) dilaksanakan mulai hari ini, Sabtu, 2 Agustus 2025 bagi seluruh peserta didik jenjang PAUD/TK, SD, dan SLTP di wilayah terdampak sebaran abu vulkanik.
Kepala sekolah dan guru diminta untuk segera memulangkan peserta didik yang telah terlanjur hadir di sekolah, dengan memperhatikan keselamatan dan kenyamanan anak selama perjalanan pulang.
Baca juga: Seismik Merekam Banjir Lahar di Gunung Lewotobi Laki-Laki
Namun, selama masa BDR, guru tetap melaksanakan pembelajaran melalui metode daring atau luring terbatas sesuai kondisi wilayah masing-masing.
Dampak letusan Gunung Lewotobi mengakibatkan penundaan penerbangan Wings Air dari Maumere ke Kupang, Sabtu pagi, 2 Agustus 2025.
Diberitakan Sabtu pagi, 2 Agustus 2025, disertai suara gemuruh dan dentuman kuat, Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores kembali meletus, Sabtu dini hari pukul 1.05 Wita 2 Agustus 2025 membentuk kolom abu setinggi sekitar 18.000 meter di atas puncak atau 19.584 meter di atas permukaan laut.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi Bandung melalui Pos Pengaman Gunung Lewotobi Laki-Laki menyebut kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya, barat, dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi sementara ini sekitar 14 menit 5 detik. *
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eginius Moa





