Tahun 2026, Insentif Dokter Spesialis RSUD Maumere Rp 50-60 Juta Sebulan

Direktur Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD dr.TC Hillers Maumere, dr.Clara Francis, dalam rapat kerja dengan DPRD Sikka, Jumat siang 31 Oktober 2025. (dewadet.com/eginius moa).

MAUMERE,dewadet.com-Perjuangan pemerintah Kabupaten Sikka menyediakan insentif dokter spesialis terus diperbaiki. Pada 2026, insentif dokter spesialis akan berkisar sekitar Rp 50-60 juta sebulan.

Dukungan insentif dokter ahli itu berasal dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sebesar Rp 9,3 miliar. Selama ini, insentif dokter ahli hanya mengandalkan Pemkab Sikka (BLUD RSUD dr.TC Hillers Maumere).

“Sikka masuk kategori daerah kepulauan, maka muncul anggaran Rp 9,3 miliar itu,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, dalam rapat kerja dengan DPRD Sikka di ruang sidang utama, Jumat  siang 31 Agustus 2025.

“Kami sudah berjuang sekuat tenaga. Coba ikuti rekam jejak kami. Perjuangan kami tidak sedikit. Rapat dengan Kemenkes dipimpin oleh bupati atau dengan wakil bupati sudah dilaksanakan berulang kali. Puncaknya audiens langsung dengan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, tanggal 22 Agustus 2025,” beber Herlemus.

Baca juga: Ketua Dewan Pengawas BLUD RSUD: Syukur Insentif Jasa Covid-19 Terbayar, Direktur Tak Terima Sesen

Herlemus mengatakan dikeluarkannya Kabupaten Sikka oleh pemerintah pusat dari status daerah 3T berdampak terhadap alokasi dana afirmasi di luar dana alokasi khusus (DAK).

“Kami tidak berhenti berusaha. Walau 3 T sudah dikeluarkan, Kabupaten Sikka terdapat wilayah pulau-pulau yang harus dilayani. Menkes cari di google map, benar adanya. Maka Sikka masuk dan muncul anggaran Rp 9,3 milar untuk insentif dokter ahli,” Herlemus menambahkan.

Dalam audiens dengan Menkes, kata Herlemus, kekurangan 10 dokter umum dan 17 dokter gigi juga disampaikan akan teratasi melalui program Nusantara Sehat.

Menurut informasi dari Kemenkes, Sikka akan mendapat penempatan dua dokter umum dan satu dokter gigi dari jalur Nusantara Sehat. Namun tambahan itu belum bisa melengkapi dokter umum dan dokter gigi di semua Puskesmas.

Baca juga:Tujuh Hari Ke Depan di Kabupaten Sikka, 80 Ibu Hamil Beresiko Akan Partus

“Kalau tuntutan sesuai regulasi setiap Puskesmas harus menempatkan tiga dokter umum dan satu dokter gigi. Kita satu saja tidak dapat apalagi tiga. Tapi, kami tidak pernah tinggal  diam,” imbuh Herlemus.

Rapat kerja pemerintah dengan DPRD Sikka dihadiri Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi, dipandu Ketua DPRD, Stefanus Sumandi, didampingi Wakil Ketua Herlindis da Rato, dan Gorgonius Nago Bapa.

Selain insentif yang dibeberkan oleh Plt Kadis Kesehatan, Direktur Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD dr.TC Hillers Maumere, dr.Clara Francis menyatakan daerah wajib menyediakan faslitas tempat tinggal dan kendaraan dinas kepada semua dokter ahli.

“Saya malu bikin semacam iklan insentif dokter ahli. Kita harus bersaing dengan Labuan Bajo, dan RSUD di Mbay menyediakan insentif lebih besar dari yang kita sediakan,” kata Clara Francis. *

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan