Cerita Mahasiswa KKN Unipa Terjebak Muntahan Kerikil dan Abu Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki
MAUMERE,dewadet.com-Siang hari Senin, 7 Juli 2025 sekitar pukul 11.00 Wita. Sekelompok mahasiwa Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere di Pulau Flores menelusuri jalan-jalan desa, keluar dan masuk rumah-rumah warga di desa-desa di Kecamatan Talibura mendata anak-anak stunting dan keluarga miskin ekstrim.
Pendataan itu merupakan salah satu tugas yang diemban oleh setiap mahasiswa menjalani dharma pengabdian masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata atau KKN.
Kecamatan Talibura berbatasan dengan Kecamatan Wulanggitang di Kabupaten Flores Timur, merupakan salah satu satu dari 21 kecamatan di Kabupaten Sikka mendapat kunjungan mahasiswa KKN. Sejumlah 31 orang mahasiswa KKN disebar pada lima desa yakni Desa Udek Duen, Ojang, Hikong, Kringa, dan Timutawa.
Cuaca alam Senin siang itu semula cerah beranjak menuju tengah hari. Seketika terdengar dentuman keras mengetarkan tanah mengoyang apa saja berada di atasnya. Mencekam! Orang-orang panik, suara-suara teriak histeris ketakutan.
Baca juga:Dua Kali Gunung Lewotobi Laki-Laki Meletus, Tinggi Kolom Abu 4.000 Meter
Gunung Lewotobi Laki-Laki, letaknya sekitar 20-an km dari desa-desa tersebut kembali erupsi. Pusat Vulkanologi Mitigasi Badan Geologi (PVMBG) mencatat erupsi pada pukul 11.05 Wita membentuk kolom abu teramati sekitar 18.000 meter di atas puncak atau sekitar 19.584 meter di atas permukaan laut.
Muntahan kerikil dan abu membuat kabut sekeliling serasa gelap, mengenai tubuh dan apa saja. Kerikil yang berguguran dari langit mengenai seng membuat gaduh.
Sebagian mahasiswa KKN Unipa yang berada di jalan-jalan desa terjebak, berlari berindung ke rumah-rumah warga di sisi kiri dan akan jalan.
“Cerita mahasiswa, suasananya mencekam. Kerikil jatuh di seng-seng rumah seperti hujan. Ribut sekali. Mereka panik dan trauma dengan kejadian yang dialaminya kemarin siang,” kata Frederiksen Novenrius S.Timba, M.Pd, Kepala Biro Kemahasiswaan Alumni dan Kerjasama Unipa, Selasa siang, 8 Juli 2025.
Susana yang mencekam itu hanya berlangsung sekitar 20-30 menit. Kerikil dan abu yang beterbangan semakin kurang dan suasana sekitar kembali cerah. Tak ada mahaiswa ataupun warga yang mengalami luka-luka.
“Tapi mereka mengalami trauma dan masih cemas dengan letusan gunung kemarin,” kata Novensius.
Tim Unipa, kata Novenisus bersama personal BPBD Sikka, Kodim 1612 Sikka dan PMI berangkat ke desa-desa KKN menjemput pulang ke Maumere 31 orang mahasiswa KKN. Hari Selasa, para mahasiswa istirahat di rumhnya menunggu keputusan dari kampus.
“Pada Senin malam (7 Juli 2025) sejak pukul 19.15 Wita hingga pukul 02.00 Wita Tim UNIPA bersama tim dari Kodim 1603 Sikka, BPBD dan PMI membantu mengevakuasi warga dan mahasiswa KKN yang terdampak ke Kampus Unipa Maumere,” tulis Rektor Unipa, Dr.Gery Gobang melalui pesan WhasApp, Selasa pagi.
Gery Gobang menjelaskan, LP2M Unipa akan menjadwalkan kembali penugasan KKN ke masing-masing desa sesuai asal mahasiswa di Kabupaten Sikka. Jika mereka berasal dari luar Kabupaten Sikka akan ditempatkan di wilayah kelurahan sesuai orientasi KKN yakni mendata keluarga miskin ekstrim dan anak stunting.
Koordinator KKN tingkat kecamatan, Dr. Hendrikus Pedro, S.Fil, MA, mengakui para mahasiswa mengalami trauma dan takut dengan letusan Gunung Lewotobi Laki.
“Ada beberapa opsi yang disiapkan dibahas dalam pertemuan untuk menempatkan kembali para mahasiswa KKN,” kata Pedro.
Diberitakan sebelumnya, Gunung Lewotobi Laki-Laki dua kali erupsi. Letusan Senin 7 Juli 2025 pukul 19.32 Wita membentuk tinggi kolom abu teramati sekitar 13.000 meter di atas puncak atau sekitar 14.584 meter di atas permukaan laut.
Baca juga: Bupati Sikka Imbau Warga Waspadai Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
Sedangkan letusan pertama Senin 7Juli 2025 pukul 11:05 Wita membentuk kolom abu teramati sekitar 18.000 meter di atas puncak atau sekitar 19.584 meter di atas permukaan laut.





