Wabah Busuk Batang dan Buah Kakao, Gondo Faustinus Munculkan Rehabilitasi dan Hilirisasi Kakao Mengubah Desa Bloro
MAUMERE,dewadet.com-Wabah penyakit busuk buah dan busuk batang yang menyerang tanaman Kakao di Kabupaten Sikka pada 2021 silam menantang Gondo Faustinus, ketika kebanyakan petani tak berdaya mengatasinya.
Tidak terus-menerus larut dalam deraan penyakit menyerang sumber pendapatan warga, Gondo meretas melalui inovasinya merehabilitasi tanaman sekaligus mengatasi hama dan penyakit tanaman menemukan solusi pada 2022-2023.
Inovasi yang dilakukan Gondo mengantarnya meningkatkan produktivitas Kakao yang mulai terlihat pada 2023-2025. Bernaung di Kelompok Tani Plea Puli di Desa Bloro, Kecamatan Nita ekonomi warga bergeliat kembali, turut mengantar Gondo dalam lokal champions yang diselenggarakan Astra.
Gondo bersaing dengan 1.449 kelompok di seluruh Indonesia menghadapi penilaian oleh Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Dirjen PDT Kementerian Desa, Dirjen Perdangan Luar Negeri Kementerian Perindustrian dan Perdagangan dan Ketua Departemen ESR Astra. Usaha Gondo tidak sia-sia menempatkanya dalam finalis delapan besar Astra Innovation Award 2025.
Baca Juga: Perusakan Arena Grasstrack Wai Rii Tidak Cukup Bukti, Polres Sikka Sarankan Pengadu Gugat Perdata
Fasilitator Astra, Yofani Francis Yuki, mengatakan Gondo diusulkan untuk Kategori Inovasi Tokoh Penggerak Perekonomian Desa. Sedangkan Koperasi Serba Usaha (KSU) Plea Puli mengikuti Inovasi Kewirausahaan.
“Pak Gondo terpilih dalam kelompok delapan besar finalis lokal champions Astra Festival bulan Agustus 2026 di Kantor Pusat Astra Jakarta,” kata Vonny Francis, sapaan Yofani Francis Yuki, Kamis 10 Juli 2025.
Gondo menampilkan karya Dari Krisis ke Prestasi, Inovasi Budidaya Rehabilitasi dan Hilirisasi Kakao Terintegrasi Bapak Gondolfus yang Mengubah Bloro.
Nominator lain Anak Agung Made Subagia dari Desa Gunung Salak, petani kakao penggerak budidaya organik dan terintegrasi ternak sapi.
Baca juga: Sikka Kehilangan Mayjen TNI Robert Ndona Palle, Berpulang di RSPAD Jakarta
Donatus Philipus Kabe datri Desa Bajawa, Transformasi Masyarakat dalam Pembangunan Ekosistim Bisinis DSA Bajawa Flores melalui artisan Coffe Ecosystim dan Regenerasi Petani Rumah Kopi.
Hanum Hayu Wibisono dari Desa Klewonan “Khumkhum” Inovasi Pengolahan Jamur Tiram Berbasis Pemberdayaan Petani Jamur.
Harnada Mita Angar Sari, dari Sidowarno, Kabudayaan Sejahtera Desa Wisata Watang.
Muhammad Taufik dari Desa Tugumukti, Petani Bangkit Desa Maju membangun Kemandirian Ekonomi Desa.
Baca juga: Mobil Pikap Tak Kunjung Tiba ke Rumah Warga Desa Wolomotong Kabupaten Sikka
Unik Winarsih, S.PdI, dari Desa Sawahan, “Inovasi Desa Hijau Mengubah Limbah Reyeng menjadi Cangkoir Bambu Berkelanjutan.” Kemudian Winarko dari Desa Pekunenden CBT Bangkitkan Warga Maju Bersama.
Vonny Francis, lima tahun berkecimpung sebagai fasilitator Astra telah berpengalaman mendampingi para tokoh dan kelompok di Pulau Flores. Ketika di Manggarai Barat, politisi Partai Nasdem mengantar Kelompok Vanili Loka, Kecamatan Pacar menjadi eksportir dan Kelompok Tani di Desa Repi, Kecamatan Lembor Selatan dalam produksi mente. Desa Terang di Kecamatan Boleng dalam usaha Kepiting Bakau. Sedangkan di Kabupaten Sikka, Vony Siku mengantar petani holtikultura Yance Maring meraih peringkat runner up.
Vonny Francis membeberkan peran besar Gondo mengatasi wabah Kakao di Bloro. Pria kelahiran 1962 ini disebut Vony sebagai master kakao yang punya pengetahuan mumpuni.
Baca juga:BREAKING NEWS: Dentuman Gunung Lewotobi Laki-Laki Terasa Sampai Puluhan Kilometer di Kabupaten Sikka
“Sekolah Lapangan (SL) delapan minggu melibatkan petani kakao di desa asal Bloro dan utusan dari Desa Iligai, Lusitada, Liakutu, Gera, dan Desa Ndaimbere, memberikan pembelajaran sangat baik tentang Kakao. Mereka belajar dan praktek. Semua petani menikmati SL ini,” imbuh Vonny Francis, setelah penutupan SL, Rabu 9 Juli 2025. *




