Perusakan Arena Grasstrack Wai Rii Tidak Cukup Bukti, Polres Sikka Sarankan Pengadu Gugat Perdata
MAUMERE,dewadet.com-Laporan dugaan perusakan lahan di arena grasstrack Wai Rii, Desa Kolisia B, Kecamatan Magepanda, sekitar 13 Km arah utara Kota Maumere yang dilakukan oleh penggarap lahan kepada penyidik Polres Sikka tidak cukup bukti. Penyidik menyarankan pengadu melakukan gugatan perdata.
“Penyidik telah mengirimakan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan ( SP2HP ) kepada pelapor/pengadu,” kata Kasubsi Penmas Humas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tunga, kepada wartawan Kamis 10 Juli 2025.
Leonardus mengatakan Satuan Reserse dan Kriminal Polres Sikka, setelah menerima laporan tersebut melakukan penyelidikan kemudian menggelar hasil penyelidikannya. Penyidik menyatakan bahwa laporan tersebut dihentikan karena tidak cukup bukti.
“Di dalam SP2HP, penyidik menyarankan agar pengadu mengajukan gugat perdata,” tandas Leonardus.
Baca juga:Penggarap Areal Grasstrack Wairi’i Tuntut Ganti Rugi Rp 2 Miliar;’ Bayar Dulu Baru Boleh Main’
Leonardus menambahkan, Kejuaraan Daerah Grasstrak Sikka Racing Team semula dijadwalkan berlangsung Kamis 10 Juli 2025 tertunda sehari pada Jumat 11 Juli 2025 karena alasan teknis penyelenggara.
Sejumlah 60-80 peserta akan bersaing dalam 18 kelas perlombaan berlangsung tiga hari, 11-14 Juii 2025. Beberapa tim kuat dari Kupang, Ende, Labuan Bajo, dan tuan rumah Maumere sudah siap bersaing.
Kelas yang dilombakan diantaranya 4 kelas lokal Sikka, 4 kelas pemula Flores, pemula dan pro 5 kelas, 4 kelas lokal NTT dan kelas trabas.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Panitia Kejurda Grasstrack Sikka Racing Tim 2025, Amandus Ratason mengatakan pemilik area grastrak, Aliando Gode atau Aleang memberikan keleluasaan kepada penyelenggara menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan perlombaan.
Baca juga: Modal Foto Copy Sertifikat Tanah, Mantan Kades Umauta Klaim Lahan Grasstrack Wairi’i
Ketika dimulai penyiapan lokasi, oknum mantan Kepala Desa Umat Uta di Kecamatan Bola mengklaim sebagai pemilik lokasi. Dia memegang sertifikat foto copy yang diserahkan oleh pemilik lahan pada 2016 untuk menjual lahan tersebut. *





